
disini Yoosaa sempat berpikir aneh juga, kenapa tidak ada angin tidak ada hujan malah Hoseok tiba tiba menanyakan hal pribadi Hwajun
Yoosaa mencoba memerhatikan Hoseok, terlihat menanggapinya biasa saja sih, yaa seperti ia mengajak mengobrol staff perempuan yang lain tapi Hwajun, malah membuat Yoosaa ambigu karna terlihat wajah Hwajun sangat ceria ketika bersama Hoseok mengobrolnya
"ahh? tidak kemana mana, aku pulang oppa, paling tidak kalau bosan dirumah ya ke apartemen Taehyung"
"oh, apartemennya? apa tidak ada keluarganya?"
"ada, aku pernah pergi makan malam dirumah orang tuanya dan menginap"
"oh ya? waaah serius? asik"
"kamu sama Sara unnie?"
"kalau aku sudah jangan ditanya"
"gimana itu maksudnya?"
"yaa sama sama kenal kok sama keluarga"
"ahh" jawab Hwajun sedikit sebal
disini semakin yakin, dimana Yoosaa melihat jika Hwajun menunjukkan wajah sebalnya, itu bukan hal biasa bukan?
yaa, saat akan jalan kearah agenci, awalnya tidak ada apa apa, tidak ada yang membuat aneh dari siapapun terhadap Hwajun, tapi mata Taehyung tiba tiba malah mengarah kepada Hoseok ketika mereka sedikit lebih dekat
Taehyung mendekati kearah mereka, ia langsung berjalan dan berdiri diantara Hwajun dengan Hoseok
"waah ada pembahasan apa nih kalian? kok gak ajak aku?" tanya Taehyung
semua staff termasuk Yoosaa tau jika Taehyung tipe pencemburu, jangankan kepada pacarnya, kepada staff pribadinya saja jika ada yang mengganggu juga akan cemburu, kepada temannya saja atau member lainnya jika sudah dekat dengannya tapi terganggu member lain ia juga akan cemburu
"ahh ini bahas apa saja kalian kerjakan liburan week end sejak berpacaran" kata Hoseok
"ahh, oh kami sempat kerumahku hyung, kukenalkan kepada ayah ibuku" kata Taehyung
"yaa, Hwa sudah bercerita juga"
"ahh"
mereka lanjutkan jalannya
sesampainya di agenci, kembali sibuk masing masing, Hwajun diminta oleh Kwan, staff utama di agenci itu untuk menaruh beberapa berkas lama mantan trainee ke gudang arsip belakang
"yang lain pada kemana?" sapa Kwan
"sibuk masing masing mungkin pak, ada apa pak? nanti kusampaikan" kata Hwajun
"tidak perlu, ini kamu saja, taruh berkasnya di gudang belakang lantai utama"
"oh ditaruh saja pak?"
"iyaa"
Hwajun menyimpan dulu tugas kerjaan dikomputer nya dan pergi perintah dari Kwan, saat Hwajun akan berjalan kearah lantai itu, di lift ia bertemu dengan sosok hantu anak kecil
"kenapa melihatiku?" tanya Hwajun
"wooh? kamu bisa melihatku?" tanya anak itu
"yaa, ada apa? kenapa melihatiku?"
"tidak"
anak kecil yang hanya iseng, dia datang tapi lanjut menghilang, sementara Hwajun sampai, di berjalan dengan santainya kearah ruangan arsip dokumen kantor dan menaruh berkas yang diberikan Kwan kepada tempat yang dikatakan Kwan
setelah menaruh, Hwajun melihat ada yang membuatnya penasaran, ia seketika mendekati arah tempat tak jauh dari tempatnya berdiri
dan ketika mendekati salah satu sisi, benar saja, Hwajun mendapatkan sosok mengerikan, yap, dia adalah Key Rei, hantu pemakan organ manusia terutama pria muda yang mengincar bangtan juga
seketika itu Hwajun menarik paksa sosok itu, mencekiknya hingga kesakitan dan meninggalkan organ yang ia bawa tadi, Hwajun melihat organ itu tapi juga tiba tiba menghilan
tapi sayangnya, kejadian itu terlihat oleh staff yang bertugas di sekitar tempat itu dan juga Seokjin..
yaa.. Seokjin, yang akan mengambil beberapa dokumen lama untuk meet nanti malam urusan talkshow mereka, karna talkshow akan ada pembahasan beberapa hal mengenai awal debut mereka
"astaga, Hwa, dia bagaimana bisa membuat angin sampai semua kertas itu berantakan" ucap salah satu staff
"bahkan ia tidak menggerakan dengan tangan tapi dengan angin seperti angin itu keluar dari tangannya" jawab staff lain
dan Seokjin melihat itu..
"jangan pada salah sangka, dia memang bisa melakukan itu karna dia bisa sulap, jadi kalian balik lagi ke kerjaan masing masing" ucap Seokjin
"Hwa.." sapa Seokjin
seketika itu Hwajun mendorong Seokjin dengan tangannya saja tapi tanpa menyentuh, yaap Seokjin merasakan seperti ia didorong oleh angin bagian dadanya
setelah Hwajun selesai membuat Key rei pergi, baru ia melihat ke arah Seokjin yang tersungkur di bawah dengan memegangi dadanya
"oppa, maaf" kata Hwajun memeluk Seokjin
"sakit, kamu apakan tadi?"
"aku hanya mendorongmu, aku takut kamu didekati oleh hantu yang ku urus baru saja"
"hantu? ada hantu di situ tadi?"
"dia bisa dimana mana, tapi aku membuatnya pergi, makanya aku mendorongmu"
Seokjin mendengar itu ada yang janggal, ada yang aneh dengan Hwajun, yang ia tau kan Hwajun hanya bisa sulap, bagaimana bisa mengusir hantu dan mengurus hal hal mistis lainnya?
seketika itu Seokjin berdiri..
"oppa, kamu gak papa?" tanya Hwajun
"jangan" ucap Seokjin
Seokjin menghindari tangan Hwajun akan menyentuhnya, ia juga mundur sedikit menjauhi Hwajun
"oppa? kenapa?" tanya Hwajun bingung lah
"kamu.. bagaimana mungkin bisa mengurus hantu?"
"aku bisa, aku bisa semua"
"tapi kamu manusia?"
"astaga masih tanya? bisa bisanya kamu menanyakan itu dan kita kenal berapa tahun"
"jawab saja"
"iyaaa lah manusia" kata Hwajun
akhirnya Seokjin lega, Hwajun membantu Seokjin untuk jalan kembali keruangan latihan mereka dan duduk di sofa diruang latihan itu
"duduk, aku usap bagian mana yang sakit?" tanya Hwajun
"emm, memang hanya diusap bisa sembuh?"
"setidaknya lebih mendingan"
"yaudah, perutku cukup sakit, dadaku juga" jawab Seokjin
Hwajun membuka baju bagian bawah untuk bisa membuka perut Seokjin dan mengusap usap dada juga perut Seokjin agar tidak lagi merasakan sakit karna dorongannya tadi, Hwajun tau itu sangat sakit karna ia cukup keras mendorongnya
Seokjin memerhatikan wajah Hwajun cukup dekat, dan ia tersenyum, pikirannya dan hatinya lagi berjalan searah, dimana ia mengagumi Hwajun, perasaan itu ada sejak Seokjin mengantarkan Hwajun pulang dan mampir kerumah Hwajun
"maafkan aku ya oppa" kata Hwajun menatap kewajah Seokjin
"emm, iya iya, aku gakpapa kok" jawab Seokjin
"sudah lebih baik?"
"bahkan tidak sakit"
"ahh bagus kalau begitu lah"
tapi mereka berdua tidak tau jika member lain melihat mereka, yaitu Yoongi dan Jimin
mereka kaget ketika melihat apa dilakukan Hwajun dan Seokjin di ruang latihan itu
saat Hwajun akan melepaskan tangan nya dari perut Seokjin, Seokjin menahan tangan Hwajun
"kenapa?" tanya Hwajun
"masih" kata Seokjin
"masih sakit?"
"iyaa, masih tapi cukup mendingan sih"
"oh yaudah aku usap lagi"
alasan Seokjin mengatakan masih sakit agar Hwajun masih menyentuh nya, karna tangan Hwajun cukup enak untuk mengusap perut hingga dada nya yang sakit karna dorongnya