
kalau diperhatikan, pada rekaman saat itu, diatas seperti ada perempuan dengan pakaian yang bikin merinding siapapun yang menyadari keberadaan nya karna kelihatannya itu sangat tak mungkin kalau staff dan itu adalah Hwajun
tapi sejak itu Hwajun tidak lagi terdeteksi dan syuting bangtan disana selesai sampai akhir dan mereka akhirnya kembali ke seoul
dan sekembalinya bangtan di seoul, Hwajun juga balik kerumahnya dan santai disana
"kamu dari mana saja, aku padahal udah tinggal disini tidak ketemu kamu" kata Mirseong
"aku ke luar negri, ingin tau ke Malta"
"Malta? waah jauhnya, aku sampai"
"oh ya? bagus juga ya, vila vila nya"
"emm"
tak lama saat bersiap siap akan pergi lagi, Mirseon masuk kamar Hwajun
"kamu mau kemana lagi? pergi lagi?" tanya Mirseong
"haha, iya, aku ada janjian sama orang"
"pacarmu?"
"pacar apa sih, kemarin amma bilang pacar, sekarang kamu bilang pacar, apa sih pacar itu" tanya Hwajun
"sudahlah, kamu kepolosan, tanya saja sama teman kamu yang bentar lagi kamu temui, dia pasti tau"
Hwajun pun bersiap siap pergi, ia juga memakai make up nya sesuai dengan penjelasan dari Yoosaa kemarin dan setelah cantik, ia pun pergi
sementara di dorm bangtan..
"hyung, ada yang cari aku?" tanya Taehyung pada staff jaga
"gak ada"
"kalau ada bilangin saya ya, panggil saja"
tak lama Hwajun datang, staff jaga menyadari gadis ini gadis kemarin tapi karna sudah dipesankan oleh Taehyung, jadi ia menyuruh Hwajun masuk dan memanggilkan Taehyung
Taehyung menyapa Hwajun
"hai" sapa Hwajun
"hai" jawab Taehyung speechlees melihat wajah cantik Hwajun dengan full make up
"gimana make up nya? bener kan?" tanyanya
"iya bener, cantik banget"
mereka mengobrol berdua diruang tamu sana lalu Taehyung mengajak Hwajun untuk jalan, mereka oun pergi berdua dan Taehyung mengajaknya mampir ke toko hape
Taehyung membeli hape 2 pasang, karna ia akan memberikannya satu untuk Hwajun, selesai membeli hape, Taehyung membawa Hwajun pergi makan dulu sambil ia mengurus hape untuk bisa langsung dipakai sama Hwajun
setelah sampai dilapak makanan
"kamu mau pesan saja, aku pesan kan sup iga" kata Taehyung
"sup iga? minumnya?" sapa pelayan
"sama minumnya cola saja"
"okeh, lalu onni?" sapa pelayan kearah Hwajun
"emm, sama saja deh onni" jawab Hwajun
"baiklah silahkan ditunggu"
saat menunggu pesanan jadi karna masih dibuatkan, Taehyung selesai mengurus hape dan mengurus hape satunya, setelahnya baru memberikannya kepada Hwajun
"ini" ucapnya sambil menyodorkan hapenya kearah Hwajun
"apa ini?" tanya Hwajun
"buatmu, biar aku enak kalau perlu kamu tinggal telfon, setiap kerumahmu, aku tidak ketemu kamu" kata Taehyung
"Taehyung, aku tidak bisa cara nya main kan hapenya"
"ahh serius?"
"iya, bagaimana?"
Taehyung benar benar heran akan kepolosan Hwajun akhirnya ia mengajari sedikit tentang hape itu disana, tak lama makanan datang, dan mereka makan masih sambil mengobrol soal hape, agar Hwajun bisa mengoperasikan hape itu
setelah selesai makan, mereka pulang, dan Taehyung mengantarkan Hwajun kerumah nya, dan saat sampai..
"makasih ya Taehyung" sapa Hwajun
"iya, kamu istirahat ya, aku pergi ya"
"iyaa byebye" sapa Hwajun
Hwajun masuk dengan wajah bahagianya dan disambut oleh Mirseong
"haduh gaya amat sih pakai naik taksi juga bisa terbang"
"iya kan gak enak sama temanku"
"emm, gimana udah tanya sama temanmu soal pacaran?"
"aduh belum, aku lupa"
"dasar"
"emm, ah hape? kamu dapat itu dimana?" tanya Mirseong
"dari temanku karna kata temanku, biar aku ada kabar"
"loh temanmu manusia?"
"iya"
"ahh gimana bisa dia melihatmu?"
"cincin dari amma dan appa" jawab Hwajun menunjukkan cincinnya
"ohh cincin apa itu?" tanya Mirseong
Hwajun menjelaskan soal cincin itu, dan karna Yunsi dan Hyunki punya satu cincin lagi, jadi ia memberikan juga kepada Mirseong
"ini cincin ini bisa membuatmu jadi manusia, pakai saja, aku kasih kamu satu, aku ada 4" kata Yunsi
"serius ma, buat aku?" tanya Mirseong
"iya lah, kamu kan jadi anakku juga"
"waah bagus ma"
"disimpan, jangan hilang, biar bisa kamu hidup jadi manusia normal"
"iya ma"
Mirseong mendapatkan juga cincin itu, karna memang masih ada sisa 1 lagi cincin akhirnya Yunsi mempercayakannya kepada Mirseong
hari berlalu, esok paginya, saat Hwajun bersiap siap akan jalan, Hwajun melihat banyak orang membicarakan pekerjaan, ia bingung apa itu pekerjaan, sampai dirumahnya, ia menanyakan pada Hyunki, karna hanya ada Hyunki
"paa" sapa Hwajun
"yaa nak"
"pa, kerjaan itu apa?"
"kerja? kerja itu kesibukan, kita harus bekerja buat dapat uang"
"ahh, uang buat apa?"
"buat bayar kalau mau beli apa pun itu, butuh uang, memang kamu kenapa?"
"aku pengen kerja"
"buat apa kamu kerja? kamu bisa ambil makanan dari mana saja yang kamu mau tanpa bayar"
"iya juga sih, tapi aku pengennya biar tau rasanya kerja"
"itu pekerjaan manusia, udah gak usah"
"emm"
beberapa hari berikutnya dimana saat Taehyung ingin bertemu, ia menelfon Hwajun, tapi Hwajun bingung gimana caranya mengangkat telfon
sampai hape itu mati, ia malah bingung gimana caranya mengangkatnya, hingga hape kembali bunyi, tapi bersamaan dengan Mirseong masuk
"Hwa, aku pergi dulu ya, kamu pengen beli apa?" tanya Mirseong
"apa ya? gak ada deh"
"eh itu telfon hapemu"
"iya, gimana caranya itu?"
"nih kalau gak mau pencet merah, kalau mau ya diangkat lah" jawab Mirseong
"ahh diangkat ya?"
"ya lah, bye aku pergi"
"iya"
jadilah Hwajun mengangkat telfonnya, bukan mengangkat telfon ia malah mengangkat hape, mengangkat kape dari meja keatas tapi telfon tidak bisa mati juga dari suara dering
akhirnya Hwajun dengan cepat pergi ke dorm bangtan, setelah sampai, ia mengatakan pada staff jaga dorm disana, staff mengenali wajah Hwajun jadi ia memanggilkan Taehyung
"Hwa, kamu sampai sini aja? aku telfon kok gak diangkat?" tanya Taehyung
Taehyung membawa Hwajun masuk dan duduk di ruang tamu disana
"Taehyung, aku bingung angkatnya gimana" jawab Hwajun
"astaga, gak diangkat karna gak bisa?"
"iya haha"
"tunggu ya, gini, tunggu ini, itu aku telfon, coba kamu angkat" kata Taehyung
ya diulangi lah diangkat oleh Hwajun bukan telfon itu tapi dengan tangannya mengangkat hape nya, seketika membuat Taehyung tertawa terpingkal pingkal
"Taehyung kenapa malah ketawa?" teriak Hwajun
"itu angkat itu ini, nig, gini, bukan diangkat hapenya astagaa" ucap Taehyung gemas
"ohh jadi pencet itu"
"iyaaaaa"
akhirnya Taehyung memberikan lagi arahan kepada Hwajun tapi dengan ia masih menahan tawanya karna kesal dengan kepolosan Hwajun tentang hape