Marry Me, Please

Marry Me, Please
Dokter Berkualitas



Setelah melakukan beberapa perawatan, nenek dari Rici kini sudah dalam kondisi lumayan baik. Hanya perlu dirawat beberapa hari agar semakin cepat untuk pulih. Cukup kesal juga sebenarnya Sherin dalam menangani nenek dari Rici. Dia benar-benar ingin sekali menyumpal mulut sialan yang sedari pagi membuat kepalanya sakit. Mulai dari menyuruhnya pergi dan menggantinya dengan Dokter Kevin, meremehkan kemampuannya, bahkan dia juga terang-terangan akan menuntut ke pengadilan jika sampai terjadi sesuatu. Padahal, kalau sampai terlambat menolong karena harus mendengar ocehan Rici, nenek Rici tadi pasti sudah lewat. Untunglah, Sherin masih bisa tutup telinga dan mengabaikan saja mulut Rici yang terus mengoceh tidak jelas.


Tuk Tuk Tuk


Sherin mengetuk mejanya sembari menatap Rici yang masih sama menatapnya tajam. Mau menjelaskan tentang kondisi neneknya juga dia jadi tidak mempercayai gadis didepannya itu. Bahkan dari raut wajahnya jelas sekali tidak khawatir, tapi rasa cemburu lah yang bisa dilihat oleh Sherin.


" Nona, dimana anggota keluargamu yang lain? " Tanya Sherin.


" Mereka akan datang beberapa saat lagi. " Jawabnya malas.


Sherin mendesah sebal. Gila ya?! benar-benar cucu laknat dan durhaka! bagaimana bisa malah memikirkan suasana hati cemburu dari pada memikirkan keadaan neneknya sendiri?


" Nona, ada terlihat tidak khawatir, padahal keadaan nenek anda tidak baik-baik saja loh. "


" Beritahu saja padaku! apa sakitnya, dan bagaimana merawatnya. Sudah cukup seperti itu kan? "


Sherin menghela nafas, sebisa mungkin dia tersenyum meski ingin sekali meremas mulut ketus itu.


" Baiklah, dengarkan baik-baik karena saya tidak akan mengulangnya lagi. "


" Tenang saja, sebentar lagi aku akan menjadi Dokter berkualitas. "


Sombong sekali! batin Sherin kesal.


" Baiklah, Kekuatan otot jantung lansia dapat menurun, begitu juga dengan fungsinya dalam memompa darah. Apalagi jika lansia jarang berolahraga sejak muda, atau memiliki penyakit darah tinggi (hipertensi) dan ateroskloit. Penyakit jantung yang sering menyerang lansia adalah penyakit jantung koroner, gagal jantunh, dan serangan jantung.


Bagi lansia yang memiliki penyakit jantung, dokter akan memberikan obat-obatan untuk memperkuat kerja jantung, mengurangi beban kerja jantung, dan mencegah komplikasi. Bila perlu, dokter juga akan menyarankan operasi jantung.


Lansia yang mengalami penyakit-penyakit di atas, apalagi jika kondisinya sudah parah, akan mengalami keterbatasan dalam bergerak dan melakukan aktivitas. Bahkan sebagian di antaranya harus berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama. Hal ini dapat menimbulkan masalah baru, seperti infeksi paru-paru atau ulkus .


Masalah yang paling umum dialami oleh lansia pada kondisi ini adalah kesulitan untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Selain karena gerakannya terbatas, beberapa penyakit dan obat-obatan membuat lansia menjadi sering BAK dan tidak dapat mengontrolnya, sehingga akhirnya sering mengompol.


Oleh karena itu, lansia membutuhkan popok dewasa. Namun, jangan sembarangan memilih popok dewasa. Pilihlah popok yang ukurannya pas, berbahan lembut, serta memiliki daya serap yang baik. Jangan lupa untuk mengganti popok secara teratur agar terhindar dari iritasi kulit di sekitar bokong dan lipat paha, yang dapat berkembang menjadi infeksi.


Sebagai penutup, hal yang terpenting adalah menjaga kesehatan sejak dini. Konsumsilah makanan bergizi, rajin berolahraga, hindari asap rokok, serta batasi asupan garam dan kurangi konsumsi minuman beralkohol agar tubuh Anda tetap sehat seiring pertambahan usia. Selain itu, jangan lupa untuk rutin melakukan cek up ke rumah sakit. Anda paham? " Sherin menatap wajah sombong Rici yang kini gelagapan juga kebingungan. Iya, tentu saja Sherin paham benar bagaimana cara berpikir anak dari orang kaya. Yang dipikirkan adalah semua akan berjalan mulus dengan uang yang dia punya. Memang tidak semua orang kaya seperti itu, tapi kebanyakan dari mereka akan berpikiran seperti itu.


" A aku tahu! "


" Baiklah, anda sudah bisa keluar dari ruangan saya. " Sherin langsung mengabaikan Rici begitu saja dan fokus dengan pekerjaannya. Bukanya tidak profesional, hanya saja cara Rici memperlakukan seorang Dokter sama sekali tidak mengenal sopan santun. Bukanya kalau mau marah, seharusnya Sherin lah yang lebih pantas untuk marah. Walau bagaimana pun, Rici kan sudah mencoba menggoda suaminya.


" Lebih baik aku temui Kevin saja lah. " Rici melakukan langkahnya untuk menemui Kevin yang sedang bekerja. Saat dia sampai di ruangan Kevin, dia tersenyum bangga karena merasa jika Kevin adalah kandidat suami idaman. Bagiamana tidak, pasien yang mengantri untuk dia juga sudah banyak, keahlian Kevin dalam mendiagnosa, menciptakan obat baru dengan efek samping ringan juga sudah dikenal seluruh kota ini. Ah, dia juga sudah memenangkan kompetisi di usia remaja tentang pencetus obat herbal untuk kangker.


Lumayan lama Rici menunggu akhirnya semua pasien sudah tak ada lagi, kalau dilihat dari waktunya, sebentar lagi adalah jam makan siang. Kevin pasti akan segera keluar dari ruangannya. Benar saja! kurang dari sepuluh menit Kevin sudah keluar dari ruangan bersama seorang pria yang ia ketahui adalah seorag perawat sekaligus asisten dari Kevin.


" Dokter kevin? " Sapa Rici karena ternyata Kevin tidak meliriknya sama sekali. Padahal, jelas-jelas dia duduk di samping pintu ruang prakteknya.


" Iya? " Kevin memang tidak melihat kearah lain selain ponsel yang sedang ia gunakan untuk menghubungi istrinya. Hah! betapa mengejutkannya, lagi-lagi anak ini, batin Kevin.


" Mau makan siang? " Tanya Rici lalu tersenyum dengan begitu polos.


" Iya, kau sendiri apa yang kau lakukan disini? " Tanya Kevin.


" Ku mengantarkan nenek ku, tadi penyakit jantungnya kambuh. Jadi, aku sekalian ingin mengajakmu makan siang bersama. "


Kevin terperangah heran. Iya, tentu saja dia heran. Neneknya terkena serangan jantung, tapi cucunya masih sempat mengurusi makan siang, terlebih dia juga yang menawari untuk makan siang.


" Nona, bukanya seharusnya kau menjaga nenekmu ya? "


" Sebentar lagi ayah dan Ibuku datang, jadi tidak masalah lagi kok. "


Gila! kalau aku jadi neneknya, aku benar-benar akan membasmi cucu semacam ini.


" Hei, Dokter Kevin? kau masih saja mau mencicipi rumput liar ya? "


Kevin sontak mengalihkan pandangan ke arah sumber suara yang jelas tidak asing baginya.


" Sayangku? "


" Apa aku mengganggu? " Tanya Sherin dengan tatapan yang tidak bisa untuk Kevin artikan.


" Tidak! " Kevin berjalan cepat ke arah Sherin. Tidak sampai disitu, dia bahkan terang-terangan mencium kening Sherin. Tentu pemandangan seperti ini masih asing bagi beberapa orang, terlebih Rici. Gadis itu hanya bisa keheranan sendiri. Pasalnya Kevin dikenal sangat dingin dan sulit untuk didekati, lalu bagaimana bisa dia menjadi seperti kucing peliharaan di depan Sherin?


Padahal hanya wanita seperti itu, apa bagusnya dia dibanding diriku?


TBC