
Setelah membicarakan beberapa kesepakatan, akhirnya Alex terpaksa harus mundur dari niatnya untuk mendekati Sherin. Sungguh dia begitu jatuh cinta saat melihat Sherin pertama kali. Tapi mau bagaimana lagi? Kevin menggunakan ancaman yang bersangkutan dengan keamanan adiknya yang kini tengah menjalani hukuman karena kasus narkoba. Alex berjalan mendekati mobilnya dengan perasaan sedih. Padahal dia sangat ingin lebih dekat dengan Sherin lalu menikah dengannya. Padahal, baru saja beberapa detik tang lalu dia merasa begitu bahagia karena akhirnya merasakan ketertarikan dengan seorang wanita.
Alex membuka pintu mobilnya lalu menutupnya dengan kasar saat sudah duduk di kursi kemudi. Dia mengatur nafasnya yang terasa berat dan menderu. Dadanya naik turun seirama dengan tarikan nafasnya.
Bugh.....!
Alex memukul setir mobilnya karena merasa sangat kesal. Kesal karena merasa kalah sebelum berjuang. Padahal jelas-jelas dia melihat kalau Sherin tidak berbohong. Lalu bagaimana bintang utama prajurit mafia itu muncul lalu mengaku-ngaku?
" Bukankah dia menjalin hubungan dengan Renata? jelas-jelas aku melihatnya di media sosial milik Renata. Kenapa juga tiba-tiba mengakui Sherin sebagai calon istrinya? sial! kenapa juga dia sampai tahu kalau adikku ada di dalam penjara? "
Bugh.....! Bugh......!
Alex terus memukuli kemudinya karena masih merasa sangat kesal. Seandainya Kevin tidak memiliki identitas sebagai anggota mafia terbaik, tidak akan mungkin dia menyerah begitu saja.
***
" Hah....! senang sekali. " Ucap Kevin setelah sampai dirumah. Dia melemparkan topi, kaca mata hitamnya, dan juga masker nya ke tempat duduk. Kevin kembali menghela nafas lalu mendudukkan dirinya disamping barang-barang yang ia lembar tadi. Menyenangkan juga karena sudah mengusir jauh satu saingan cintanya. Tapi ada juga rasa sebal yang tidak bisa ia hindari. Sherin yang seperti hari ini benar-benar sangat membuatnya tidak senang.
" Sherin, sebenarnya bagaimana caranya untuk meyakinkan mu? bukanya aku ingin menyerah, tapi apa yang kau lakukan hari ini benar-benar membuat ku kehilangan kesabaran. " Kevin merebahkan tubuhnya. Kevin menatap langit-langit membayangkan betapa manisnya wajah Sherin saat berbicara dengan pria tengik tadi.
" Sialan! dia bahkan tidak pernah memasang wajah semanis dan setulus itu padaku. Apa aku perlu mengganti wajah ku seperti pria itu? " Kevin kembali menghela nafasnya.
***
Sherin terus tersenyum mengingat betapa tampan wajah Alex. Sungguh sangat luar biasa tampan dan baik hati. Dari cara bicaranya juga sangat lembut dan perhatian. Memang aneh si pada saat melihat ada pria tampan yang mengikuti acara kencan buta. Tapi ini benar-benar keberuntungan yang luar biasa. Sherin kini berbaring sembari menatap ponselnya. Dia tengah melihat-lihat akun media sosial milik Alex. Sungguh dia begitu bahagia karena photo mereka bersama tadi di unggah di akun media sosial milik Alex.
" Bangga sekali aku. Ternyata aku satu-satunya wanita yang photonya di upload di media sosial nya. Hah....! ya ampun. Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama? "
Sherin menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri karena merasa sangat bahagia.
" Aduh.....! besok pakai baju apa ya? " Sherin kembali bangkit lalu berjala cepat menuju lemarinya. Seperti sebelumnya, dia mengeluarkan semua dress yang dia punya untuk dia pilih. Tidak mudah memang memadu padankan dress dengan riasan wajah. Pasalnya Sherin adalah gadis yang jarang sekali memiliki waktu untuk merias diri.
Setelah memilih dress untuk besok malam, akhirnya Sherin bisa bernafas lega. Dia kembali merebahkan tubuhnya dan kembali membuka media sosial nya. Cukup lama Sherin memainkan ponselnya. Tapi yang aneh, kenapa Alex tidak mengiriminya pesan? padahal sudah janji kalau akan saling memberi kabar saat sudah sampai di rumah. Padahal dia sudah mengirim pesan sedari tadi. Tapi tetap saja dia belum juga mendapatkan pesan dari Alex.
" Apa aku telepon saja? atau harus aku kirim pesan lagi? kenapa juga sih belum membalas pesan ku? " Gerutu Sherin.
Hei my love, where are you?,
Masih banyak emoticon hati yang digunakan Kevin untuk mengomentari photonya. Bahkan yang lebih membuat Sherin melongo kesal adalah saat melihat media sosial Kevin yang mengunggah photo mereka saat berciuman. Sungguh Sherin sama sekali tidak menyadari adanya photo itu.
" Dasar gila!!! " Sherin berteriak sembari mengacak rambutnya sendiri karena kesal.
" Bagaimana ini? kenapa ada photo seperti itu?!! " Sherin semakin frustasi saat banyaknya kolom komentar yang memenuhi photo yang di unggah Kevin. Dan sialnya, Kevin juga memberi keterangan yang begitu menakutkan di photo itu. #CiumankeduaSherin. Ditambah emotikon hati.
" Ciuman kedua mata mu! ciuman apanya nya?! matilah matilah! bagaimana aku bisa menghadapi hari besok? kalau Alex lihat bagaimana ini? ih dasar kurang ajar! "
Sherin kembali memeriksa pesan di ponselnya. Sungguh dia sangat ingin menerima pesan dari Alex. Tapi sepertinya pria itu tidak juga mengirim pesan. Sebenarnya sudah tergerak ingin mengirim pesan kepada Alex terlebih dulu, tapi dia takut mengganggu dan akhirnya mengurungkan lagi niatnya tadi.
" Dasar Dokter brengsek! bagaimana bisa dia mengunggah photo seperti itu? dan lagi, kapan dia mengambil photo itu? " Sherin kembali meraih ponselnya lali memperhatikan photo mereka saat berciuman. Dia kembali mengingat-ingag kapan photo itu di ambil. Dan ternyata, itu adalah hari dimana dia datang ke apartemen Kevin tempo hari.
" Dasar orang mesum! bisa-bisanya dia sempat mengambil gambar ini. " Sherin menghela nafas panjangnya. Dia kembali mengingat saat mereka berciuman. Jujur saja, Kevin sebenarnya adalah pria yang menarik. Tapi entah mengapa Sherin selalu merasa ada yang tidak biasa dari dirinya. Entah itu apa. Tapi dugaan Sherin selalu menuju ke arah negatif tentang hubungan. Jangan-jangan dia sudah punya istri, atau pasangan lain, atau apapun itu. Dari pemikiran itu lah lama-lama dia justru menjadi takut dan membentengi hatinya untuk tidak terlalu dalam jatuh cinta kepada Kevin.
" Kau itu sangat misterius, Dokter Kevin. Saat bersama mu aku seperti merasa tertekan oleh sesuatu yang aku sendiri tidak tahu. Apakah ini rasa simpati ku terhadap gadis yang kau sakiti? atau ada sesuatu dengan mu yang membuat ku seperti itu? " Gumam Sherin dengan pandangan lurus menatap dinding kosong.
***
Disebelah apartemen Sherin yang berarti adalah apartemen Kevin. Pria itu kini tengah cekikikan sendiri membaca semua komentar yang mulai mengisi kolom komentar nya.
Gadis itu tidak cocok dengan mu!
dia terlalu buruk rupa!
Dia hanyalah seorang sanita berwajah pantat babi!
Pokonya tidak cocok!
" Bagaimana kalau Sherin membaca ini ya? " Kevin kembali tersenyum sembari menggeleng karena merasa sangat lucu.
TBC