
" Apa-apaan ini?! " Sherin terperangah dengan mata yang membulat karena terkejut setelah melihat sesuatu di ponselnya. Awalnya, Sherin ingin menghubungi pimpinan karena tidak bisa hadir hari ini. Tapi, niatnya tertahan karena banyaknya pesan masuk dan notifikasi dari akun media sosialnya. Tentulah Sherin jadi beralih perhatian dan memilih untuk membuka notifikasi akun media sosial nya. Dan, betapa terkejutnya dia melihat banyaknya photo ya h di unggah oleh si maniak gila. Siapa lagi kalau bukan Kevin. Tidak tahu kapan dia mengambil photo, tapi jelas kalau semalam lah Kevin memotret dirinya yang seranjang dengan Kevin. Parahnya lagi, bagian leher Sherin terpampang jelas tanda merah yang begitu banyak. Yang paking menyebalkan lagi, keterangan dari photo yang di n
unggah oleh Kevin benar-benar membuat nya tidak habis pikir. Malam pertama kami. We Maried now. Coba pikirkan dengan akal sehat, bagaiman dia akan menghadapi penggemarnya kalau begini? lalu, bagaimana juga manta pacar nya yang masih mengharapkannya. Padahal, saat itu dia dengan percaya diri mengatakan jika di tidak tertarik dengan Kevin. But Now? malah dia menikah dengan pria itu. Hancur, hancur lah sudah. Batin Sherin pilu.
" Ada apa dengan wajah mu? " Tanya Kevin setelah selesai urusannya di kamar mandi. Sherin yang masih merasa kesal tentu saja berniat untuk menatap tajam manik mata pria kurang ajar yang sudah membuatnya kehilangan keberanian sekarang. Pes.... hilang sudah keberanian untuk menatap tajam Kevin. Kenapa? tentu saja karena Kevin tengah bertelanjang dada. Memang siapa yang tidak akan terpesona kalau melihat pria tampan dengan tubuh bagus bertelanjang dada do hadapannya? di tambah lagi, ada sisa-sisa tetesan air yang membuat tubuh itu lebih terlihat menggoda. Ah! sial! rupanya kemesuman itu sudah mulai meresap ke otak nya.
" Apa terjadi sesuatu? " Tanya lagi kevin. Pria itu malah dengan santainya duduk di dekat Sherin yang kini tengah panas dingin menahan perasaan aneh dari dalam dirinya. Jujur, hatinya me.eribtah untuk menoleh ke dan melihat serta menikmati indahnya tubuh Kevin. Tapi otaknya melarang karena itu sangat memalukan.
" Sayang? " Kevin membelai rambut Sherin. Sungguh, Sherin benar-benar deg-degkan luar biasa. Apalagi saat ia melirik sedikit dan nampaklah bagian perut yang begitu menggoda. Aneh! padahal dia sudah beberapa kali menangani pasien dengan bentuk tubuh yang bagus. Tapi kenapa tubuh Kevin membuatnya tak karuan seperti ini?
" Kenapa kau mengunggah photo seperti ini?! " Bagus! akhirnya dia bisa dengan jelas berbicara. Sudah cukup juga jantungnya ser-seran karena otaknya sudah mesum seperti Vanya. Eh, tapi jujur sih, rasanya memang membuat ketagihan. Hah! untunglah, ini hanya gumaman Sherin di dalam hati.
Kevin menghela nafasnya lalu menyelipkan rambut Sherin ke belakang telinganya. Bibirnya membentuk senyuman meski wanitab
pujaannya itu sama sekali tidak menatapnya.
" Karena kau sangat cantik saat tertidur. "
Heh! tentu saja aku cantik.
" Apa kau tahu betapa sulitnya kehidupan ku setelah apa yang kau lakukan ini? " Protes Sherin tapi dia masih belum berani menatap bola mata Kevin yang sedari tadi terus menatapnya.
" Sayang, kenapa kau harus memperdulikan orang lain? toh, dengan unggahan itu, Ibu mu pasti akan melihatnya kan? bukankah itu lebih bagus dari pada hanya berkata-kata kalau kita sudah menikah. "
Lagi? Sherin hanya bisa mengiyakan ucapan pria itu. Tidak tahu sihir apa yang ada di miliki oleh mulutnya, tiap kali mengatakan sesuatu, Sherin seolah tidak memiliki kesempatan untuk berkata tidak meski hatinya ingin memberontak.
" Dengar, Ibu mu pasti akan segera menghubungi mu. Dari pada memikirkan ini, lebih baik kau pikirkan saja apa yang harus kau katakan pada Ibumu kan? "
" Tunggu! masalah nya bukan hanya Ibu ku. Tapi, aku juga akan menghadapi banyak orang yang melirik kesal padaku. "
Kevin berjalan mendekat lalu memeluk erat pinggang Sherin dari belakang. Tentu saja dia juga tahu apa yang di alami oleh Sherin. Dia juga tahu kalau Sherin tidak mau dekat dengannya karena alasan itu. Tapi mau bagaimana lagi? cinta dari pertama kali bertemu dengan gadis itu benar-benar membuatnya gila. Yang ada di otaknya hanyalah Sherin, Sherin, dan menikahi Sherin. Egois memang, tapi mau bagaimana lagi? cinta jugalah yang membuatnya menjadi seperti itu.
" Sayang, kenapa kau takut untuk kesalahan yang tidak kau lakukan? pernikahan kita, dan rasa cinta kita memang salah? "
" Cinta kita apa maksud mu? aku tidak cinta kok. " Kilah Sherin. Yah, meskipun ia juga tidak semudah itu mengakuinya kan?
Kevin hanya tersenyum menanggapi ucapan Sherin. Tentulah dia cukup paham jika Sherin tidak akan dengan mudah mengakui bagaimana perasaannya. Masih banyak waktu bagi mereka untuk saling mendekatkan diri agar bisa berhasil dalam rumah tangga mereka.
" Sayang, kita lakukan lagi ya? " Ucap Kevin sembari menjalankan tangannya meraba perut Sherin dengan gerakkan yang begitu sensual.
" Ja jangan menyentuh bagian itu! " Sherin menahan tangan Kevin yang sudah akan bertindak kurang ajar dengan menyentuh bagian dadanya. Bukanya berhenti, Kevin justru menahan erat tubuh Sherin dengan sebelah tangannya dan sebelah lagi mulai menjalar ke beberapa tempat kesukaannya. Hah! padahal tadi dia sempat berpikir untuk jangan memaksakan Sherin karena ini adalah yang pertama baginya. Tapi melihat Sherin yang begitu energik pagi ini, maka jangan salahkan Pemiliki benda bagian bawahnya yang tidak lagi bisa menahan.
" Sayang, rasanya begitu enak. Jadi tidak mungkin akan cukup sekali. Sekarang aku jamin, tidak akan sakit seperti semalam. " Kevin mulai mendaratkan kecupan-kecupan di tengkuk Sherin meski gadis itu masih terus meronta untuk di lepaskan. Tapi bukan Kevin namanya kalau mengalah. Dengan lihainya, Kevin mulai menyentuh lembut beberapa titik sensitif Sherin agar membuatnya hanyut dan dengan suka rela melakukan hubungan suami istri dengannya. Bukan hanya satu tangan saja sekarang, melainkan kedua tangan Kevin sudah mulai aktif bergerak. Satu tangan mengolah di bagian atas, satu tangannya lagi mengolah di bagian bawah. Sherin yang awalnya terus menolak dan meronta, kini mulai diam tanpa pergerakkan dan menikmati apa yang tegah Kevin lakukan padanya.
" Emh....! " Sherin mengigit bibir bawahnya menahan suara mendesah yang akan keluar dari bibirnya.
" Jangan di tahan, sayang. Aku sangat suka suara mu yang seperti semalam. " Ucap Kevin tanpa sedetik pun menghentikan kegiatannya.
" Ah....! "
" Bagus, teruskan seperti itu. " Kevin memutar tubuh Sherin agar menghadap ke arahnya. Dengan lembut dia mulai memberikan ciuman di bibir Sherin. Setelah cukup lama, Kevin membawa tubuh Sherin ke tempat tidur untuk melakukan apa yang mereka lakukan semalam.
TBC