
hari yang di tunggu-tungu akhirnya datang juga. Sherin benar-benar sangat prepare untuk kencan buta pertamanya. Dia bahkan mengabaikan pesan yang begitu menumpuk dari kevin. Di rumah sakit juga dia mengabaikannya saja. Padahal dia sedang makan berhadapan, tapi Sherin sama sekali tak terganggu oleh pria yang biasanya begitu membuat nya pusing. Baguslah, dia benar-benar fokus dengan memikirkan pria tampan yang akan dia temui sebenatar lagi.
" Ya ampun! aku benar-benar cantik ya? " Sherin meringis mengagumi wajah nya sendiri. Tunggu! seperti biasa, dia akan membagikan photonya di media sosial tentunya. Sebuah photo dengan wajah cantik dan senyum manis yang mengembang sempurna. Riasan tipis tapi elegan benar-benar sangat cocok dengan Sherin malam ini. Dress yang ia gunakan juga begitu memicu kecantikannya. Haih..... bagi dirinya dia adalah gadis paling cantik di dunia.
Tring.......!
Photo sudah di unggah di media sosial. Sembari kembali memeriksa penampilannya, Sherin terus mengamati notifikasi yang mulai berdatangan karena terpancing dengan caption di photonya. #Bertemu. Sontak banyak sekali komentar mulai berdatangan. Tapi hampir semua menanyakan tentang Kevin. Sungguh sial! membuat mood nya jadi jelek saja. Sherin dengan jempol lincahnya langsung membalas satu persatu komentar yang menyangkut pautkan namanya dengan nama Kevin.
Hallo? maaf Kevin itu siapa? aku tidak kenal. Tida ada hubungannya dengan Kevin.
" Sialan! siapa lagi ini yang berani-berani nya mengatai lubang hidung ku mirip seperti lubang hidung babi?! " Kesal Sherin saat ada yang memaki wajahnya.
" Tunggu dulu! kenapa aku malah menghabiskan waktu untuk ini? " Sherin kembali membenahi dandannya dan bersiap secepat mungkin.
" Aw! " Sherin mengusap lengannya karena tak sengaja tersangkut handle pintu. Dengan langkah cepat sembari mengimbangi hils nya, Sherin terburu-buru untuk keluar. Tidak lama kemudian sampailah dia di parkiran dan langsung mengemudikan mobilnya. Sherin akhirnya kembali tersenyum seperti sebelumnya. Sungguh luar biasa sekali menyenangkan saat akan melakukan kencan buta untuk pertama kali.
***
Kevin yang sudah menyadari jika Sherin begitu berbeda hari ini, dia terus mengamati Sherin begitu juga dengan laman media sosialnya. Sherin kurang lebih sama seperti kebanyakan para gadis lain yang suka membagikan beberapa kegiatan yang menyenangkan. Hanya saja Sherin lebih tertutup mengenai pekerjaan dan yang lainya. Tak mau kehilangan kesempatan, Kevin mengikuti laju mobil Sherin hingga sampailah di sebuah kafe yang lumayan terkenal dengan suasana romantis. Kevin diam sejenak menunggu sampai Sherin benar-benar masuk kedalam. Setelah Sherin mulai masuk kedalam, Kevin bersiap dengan masker, topi dan kaca mata hitamnya. Dia ikut masuk lalu sejenak menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Sherin. Iya, gadis itu tampak sangat cantik. Apalagi saat ini dia tengah tersenyum ramah kepada seorang pria yang lumayan tampan. Kesal memang melihatnya, tapi kali ini dia juga tidak bisa bertindak sembarangan. Dia tidak mau kalau sampai Sherin justru akan membencinya. Setelah memesan minuman, Kevin senagaja mengambil posisi duduk tepat di belakang Sherin.
" Jadi, nama mu Alex? " Tanya Sherin ramah.
" Iya. Sesuai dengan bio data. Dan kau Sherin? " Tanya Alex.
" Iya. Senang bertemu dengan mu, Alex. " Ucap Sherin begitu manis dan ramah. Dan tentulah pria yang saat ini duduk di belakang Sherin sedang menggerakkan bibirnya bergerundel tidak jelas.
" Kau bekerja atau bagaimana? " Tanya Alex.
" Iya, aku bekerja. Bagaimana dengan mu? " Tanya Sherin balik.
" Aku bekerja Sherin. Aku tentunya harus bekerja agar saat kau bersedia menikah dengan ku, kau tidak akan merasa kelaparan dan kekurangan apapun. "
Sherin tersenyum malu. Luar biasa.... ucapan itu benar-benar membuat Sherin hampir kehilangan kesadarannya karena jiwanya sudah hampir terbang ke bulan.
Kevin menaikkan sebelah sisi bibirnya. Kesal sekali rasanya harus mendengar wanitanya di rayu oleh pria lain. Ditambah lagi, dia saja belum pernah merayu Sherin dengan kata-kata seperti itu. Tapi sudahlah, dia akan mencoba merayu Sherin dengan rayuan yang lebih bagus dari pada pria itu.
" Sherin, kau benar-benar tidak punya kekasih kan? " Tanya lagi Alex untuk memastikan. Ini sebenarnya juga adalah kencan buta pertamanya. Dan sepertinya dia juga tertarik dengan Sherin.
" Oh, tidak! "
Brep....!
Kevin menyemburkan minumannya karena kaget mendengar jawaban Sherin yang begitu buru-buru. Awalnya Sherin dan Alex memang terganggu, tapi dari pada mengurusi orang tidak di kenal, lebih baik mereka fokus saja dengan kencan buta mereka.
" Syukurlah kalau begitu. " Ujar Alex lega.
" Oh iya, besok malam ada acara? " Tanya Alex.
" Tidak! tidak ada! aku bebas. Ada apa? "
Untung saja Kevin tidak lagi menyeruput minumannya, kalau tidak, sudah pasti dia sudah tersedak-sedak mendengar Sherin yang begitu semangat untuk mengatakan tidak.
" Bagaimana kalau kita ke suatu tempat? tenang saja, aku tidak akan berbuat jahat. Kalai kau mau, kau boleh mengajak teman mu. Kita bisa kencan ganda kan? "
" Oh, begitu ya? masalahnya, sahabatku yang satu sudah menikah. Yang satu lagi jomblo. Jadi bagaimana ya? " Ujar Sherin.
" Apa kau memiliki kecurigaan terhadap ku? " Tanya Alex.
" Tidak! kau terlihat baik dan jujur. Aku percaya kok. "
" Sungguh? jadi besok kita jadi pergi bersama? " Tanya lagi Alex.
" Tentu saja. "
Kevin menggigit jempolnya menahan sebal. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Sherin akan begitu mudah di mempercayai pria yang baru saja ia temui. Lalu dia? bahkan sudah berbulan-bulan tapi masih saja sulit mendapatkan persetujuan untuk sedekat itu dengannya.
Sherin, kalau kau menguji ku begini, aku bisa-bisa kehilangan kesabaran ku.
Sherin dan Alex masih terus berbincang-bincang menceritakan beberapa hal yang menyenangkan dan pasti bertujuan untuk mengikis jarak di antara mereka agar menjadi lebih dekat. Tapi lihat saja, pria yang kini memakai topi dan kaca mata hitam itu sudah mengambil ancang-ancang. Dia dengan cepat mencari semua informasi tentang teman kencannya Sherin. Sialnya, sungguh memuakkan menunggu informasi sembari mendengar ocehan pria bernama Alex yang menjurus ke arah rayuan.
Tring...!
Satu pesan yang isinya adalah biodata pria yang bernama lengkap Alex Darren. Kevin tersenyum lalu segera mengantongi kembali ponselnya.
Kau memang pria mapan dan baik. Tapi tidak baik merebut calon istriku.
Setelah selesai berbincang dan menyepakati untuk janji besok, mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka hari ini. Alex mengantarkan Sherin sampai ke mobilnya dan dia masih saja berdiri di sana sampai mobil Sherin mulai tak terlihat lagi.
" Hai, Tuan muda Darren. " Sapa Kevin lalu langsung melingkarkan lengannya ke pundak Alex.
" Anda siapa? " Tanya Alex.
" Calon suami dari wanita yang baru saja kau temui. " Jawab Kevin.
TBC