MAMI FOR US

MAMI FOR US
FAHAD DAN FAHDAH



**Maaf baru up


Masih sibuk banget


Tapi saya usahakan


Demi kalian sayang sayang aku


Selamat membaca**


Setelah selesai membersihkan baby twin dan Nadia, Dokter Dian menyuruh Zidan untuk meng adzani dan iqomah baby twin. Dengan izin Allah, setelah baby twin di adzani, kedua baby tersebut langsung tertidur pulas di dalam gendongan sang papi.


Satu persatu keluarga besar Zidan berdatangan, begitu juga ketiga putrinya, Vania, Vika, dan Zalfa, yang sudah antusias menanti kedatangan baby twin, yang selalu mereka impi-impikan.


Zidan sendiri menghampiri Nadia yang melihat ketiga putrinya sangat bahagia, melihat kedatangan baby twin yang sudah di nantikan.


"Papi, baby boy nya mau di kasih nama siapa?" tanya Zalfa pada sang Papi.


"Kakak mau kasih nama siapa? katanya pengen adek cowok?" ucap Zidan menggoda.


"Papi... bagaimana kalau di kasih nama Yang sama aja Pi, kan biar kembar." ucap Vika.


"Kakak gak punya usulan nama yang bagus gitu?" tanya Nadia pada Vika.


"Kami belum lihat si Mbah Google, jadi masih bingung Mami." ungkap Vania.


"Papi mau kasih nama baby boy dengan nama FAHAD, dan baby girl bernama FAHDAH, bisa di panggil baby FA, dan baby girl nya di panggil dengan baby D."


"Aku setuju banget tapi sebaiknya di depan kita kasih nama MUHAMMAD Papi, alangkah lebih baiknya." ucap Nadia.


"Baiklah, M Fahad dan Fahdah." jawab Zidan tegas.


"Bagus banget, apa artinya Papi?" tanya vania.


"Jadi Fahad Harimau jantan, Fahdah Harimau betina gitu ya Pi?" tanya Zalfa.


"Betul banget, tapi dari mana Papi cari nama itu?" tanya Nadia.


"Sebenarnya Papi memiliki nama yang lain, tapi nggak sebagus Fahad dan Fahdah."


"Apa itu Pi?" tanya Vika.


"Kalau cowok semua, Papi mau kasih nama ZADA dan ZIDA, tapi kalau cewek semua FARAH dan SARAH, kalau cewek cowok, Fahad dan Fahdah, atau HUDA dan HAIDI." ucap Zidan.


"Fahad dan Fahdah aja Pi, maknanya bagus banget.


"Ya sudah, kalau gitu dedek nya biar bobok dulu ya, nanti main bareng lagi, jangan lupa di bacain doa dan surat-surat pendek ya sayang, biar nyenyak boboknya." ucap Nadia


"Siap Mami, kapan mami pulang, di rumah sepi banget, gak ada siapa-siapa di rumah, gak ada Mami." rengek Zalfa.


"Kalau Bu Dokter Dian sudah membolehkan mami pulang, sekarang juga mau kok, kan lama-lama di sini juga gak enak sayang, cuma di kasur aja." ucap Nadia.


Dari arah pintu luar, Dokter Dian yang sedang berjalan masuk pun tanpa sengaja mendengar percakapan mereka, dan langsung saja menjawab pertanyaan Zalfa.


"Mungkin 3 hari lagi deh baby twin pulangnya. Tapi Mami Kalian bisa pulang malam ini juga, karena baby twin harus nunggu beberapa hari dulu, bila ada sesuatu bisa di tangani dengan cepat." ucap Dokter Dian.


"Bagaimana kamu aja sayang, kalau masih mau di sini, gak apa-apa, tapi kalau mau pulang cepat, nanti malam kita pulang." tanya Zidan pada Nadia.


"Aku pulang saja ya, nanti sebelum pulang, aku pompa deh ASI-nya, dan tiap pagi dan sore, nanti aku kirim ASI sama kamu mas, buat anak kita." ucap Nadia.


Zidan yang melihat pun hanya mampu menghela nafas, dia tahu, betapa berat hati Nadia meninggalkan baby twin, tapi keputusan Nadia pulang lebih cepat pun tak bisa di bantah lagi.


" Ya sudah, nanti mas selesaikan administrasi nya, dan kalian jaga Mami baik-baik ya." perintah Zidan pada ketiga putrinya.


"Siap komandan, laksanakan."