
"Lalu... untuk apa Ayah membicarakan mereka bertiga? sedangkan dulu, Ayah sama sekali tak mau melihat mereka, secara tidak langsung, Ayah pula yang mendoktrin otakku untuk membenci anak-anakku, jadi sekarang apa gunanya ayah bertanya mereka?"
"Maafkan aku Selly, aku memang egois, bahkan demi melebarkan sayap dan memperbesar perusahaan kita, Ayah mengorbankan cinta dan sayang mu pada Daren." Roby memeluk Selly.
"Sudah terlambat Ayah, semua anak-anakku sudah tak mau melihat dan mendengar namaku lagi, bahkan, setiap aku hamil dan aku tahu bahwa anakku perempuan, aku sudah tidak mempedulikan mereka, bahkan mereka tidak pernah merasakan ASI dariku, semuanya, dan tahukah Ayah, mas Zidan tak pernah membentak dan memarahi aku, karena aku tahu, dia sangat menghormati aku, sebagai seorang wanita." ucap Selly penuh penyesalan.
"Dan setelah lahir, Maria istri adiknya mas Zidan lah yang merawat ketiga anakku, bahkan Maria menyayangi anak-anakku, seperti menyayangi anaknya sendiri, bahkan Rain adik suamiku merasa tersentuh dengan Maria, sehingga Rain tidak membawa istrinya ke Bandung, karena mereka bertiga, Ayah sudah puas kan? melihat anak Ayah hancur sehancur hancurnya." tangis Selly di pelukan sang ayah.
"Maafkan Ayah." hanya kata itu yang bisa Roby ucapkan pada putrinya Selly.
"Aku sudah memaafkan Ayah, apapun yang terjadi padaku, tempat kembaliku adalah padamu Ayah." Selly menatap wajah ayahnya yang sayu.
********Maafkan aku Selly, sebenarnya... memang awalnya aku ingin menguasai seluruh harta dan perusahaan dari keluarga Zidan yang ada di luar Jawa, namun setelah melihat kinerja Zidan, aku berubah pikiran, andaikan cucuku laki-laki, tentu akan seperti dia, dan aku mulai mendoktrin kamu nak, untuk memiliki anak laki-laki, dan membuat dirimu tertekan, dan kesalahanku lagi, menyuruh Monic sahabatmu, untuk membujuk mu untuk memiliki anak lagi.
Ternyata aku salah, Monic menjerumuskan kamu pada perselingkuhan yang membuat Zidan murka, bahkan menceraikan kamu saat itu juga, ternyata memang kamu tidak pernah mencintai Zidan, Daren lah yang ada di hatimu, bahkan kamu mengatakan pada Daren, bahwa aku menjual mu sebagai pencetak anak untuk Zidan. Maafkan aku Selly, yang mengorbankan perasaan cintamu dan menelantarkan anak-anakmu.
Aku berjanji, mulai saat ini, aku akan membuat wasiat kepada pengacara ku, untuk membagikan warisan kepada ketiga cucuku yang cantik-cantik, sebagaimana ungkapan rasa maafku, karena aku belum begitu percaya bila semua aset aku berikan kepada Selly, Daren pasti akan memanipulasi semuanya, aku akan membuat Selly hanya memiliki 20 persen saja dari semuanya, sedangkan ke tiga cucuku dari Zidan aku berikan 45 persen, dan cucuku dari Daren 15 persen, dan 20 persen lagi atas namaku sendiri, dan kelak, bila umurku sudah tidak panjang, aku akan memberikan kepada siapapun yang merawat aku, karena aku tahu, kamu tak akan merawat ku, karena anakmu, darah dagingmu sendiri, kamu tak mau melihat dan menanyakan mereka sedetik saja.
Maaf kan aku Selly, membuat dirimu membenci anak-anakmu sendiri, maafkan Aku... maafkan Aku.q******** Gumam Roby saat memeluk putrinya.
Namun Allah berkata lain, bagi Daren dan Selly, Monic secara tidak langsung menolongnya dari doktrin yang Roby buat untuk Selly.
Malam ini Daren bertekad, untuk mengajak Selly untuk tinggal di rumah miliknya sendiri. Karena setelah mendengar semua yang mereka berdua bicarakan tadi, Daren merasa, Selly akan selalu mengikuti permainan yang akan dilakukan olehnya, walau dirinyalah yang akan terluka.
Namun sekarang Daren tidak akan membiarkan Selly terhasut kembali akan pikiran kotor dari Ayah mertuanya. Daren pun akan mencoba untuk menjalin silaturahmi dengan ketiga putri istrinya, yang secara otomatis adalah putrinya juga.
Daren selama ini mencoba menjadi orang lain, karena menguji cinta Selly padanya, namun hari ini Daren mendengar sendiri, bahwa Selly tidak menghianatinya, melainkan mertuanya yang rakuslah yang membuat Selly menderita dan di benci oleh ketiga anaknya.
"Belum terlambat sayang, aku akan membawa ketiga putrimu kepadamu, bukti CCTV dan suara ini, sudah cukup bagiku, untuk meminta maaf pada mas Zidan, karena kesalahanku selama ini, yang merebutmu saat kamu menjadi istri nya." tekad Daren dalam hati.
Selly yang lelah menagis pun berdiri menggendong RAKA dan meninggalkan Sang ayah di ruang tengah sendirian.
Selly yang mendapati Daren sedang menelpon seseorang pun hanya terdiam saja, meletakkan baby Raka yang tertidur ke dalam box bayi.
Samar samar terdengar Daren mengatakan, besok di tempati. Selly yang tak ingin ikut campur urusan suaminya pun berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri dan menggosok gigi sebelum tidur. Saat Selly keluar dari kamar mandi, Daren memeluk sang istri dengan erat.