MAMI FOR US

MAMI FOR US
SELAMAT DATANG... ( SELLY )



Keesokan harinya, seperti perjanjian Daren dan Selly, bahwa hari ini mereka akan pindah rumah, milik Daren sendiri, walau tak sebesar milik ayah Selly, namun masih terbilang besar, dengan memiliki 4 kamar di bawah dan 6 kamar di atas, tentu bukan rumah yang kecil, di tambah pekarangan yang luas, menambah keinginan Daren menaman sayuran dan buah-buahan yang di inginkanya.


Selepas sarapan, Daren mengutarakan maksudnya untuk memboyong anak dan istrinya kerumah baru mereka, tentu saja dengan alasan rumah yang baru selesai di renovasi.


"Ayah... saya ingin membawa Selly pindah kerumah kami yang baru hari ini, maaf baru memberi kabar, karena rumah baru selesai di renovasi, sebenarnya sudah lama ingin kami tempati, namun ada sedikit kendala yang menyebabkan harus kami renovasi kembali." pamit Daren pada ayah mertuanya.


Sesaat Roby terdiam, merasakan keheningan yang akan terjadi di rumah ini, bila Selly benar-benar akan meninggalkan rumah ini, tapi Roby juga tidak ingin egois, karena Selly sudah bukan tanggung jawabnya lagi.


"Apa kalian tidak kasihan sama ayah? ayah akan sangat kesepian bila tanpa kalian nanti." ucap Roby.


"Kami akan sering berkunjung Ayah, kami juga akan sering membawa baby Raka main kemari, kami ibgin memulai dengan kehidupan yang baru ayah, tolong... ijinkan Selly menjalani kehidupan Selly bersama mas Daren Ayah, restuilah kami, dengan izin Allah kami akan bahagia, dan terima kasih sudah menyayangi Selly dengan setulus hati Ayah." Selly berdiri dan memeluk sang ayah.


"Baiklah... Ayah ijinkan, ayah doakan kalian menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, dan selalu di limpahkan keberkahan, amiin." Daren pun memeluk sang mertua bersamaan.


Nampak gurat kesedihan diantar mereka, namun tekad Daren untuk memperbaiki silaturahmi mereka dengan keluarga mantan suami Selly dan juga ketiga anaknya, harus di mulai dari sekarang.


Setelah mendapatkan ijin dari sang mertua, mereka pun pergi kerumah baru mereka, bahkan Selly di larang membawa seluruh pakaian miliknya dan milik Raka, karena Daren sudah menyiapkan segalanya di rumah barunya.


Hanya berjarak 1 jam 15 menit rumah baru Daren dan Selly, dari rumah ayahnya. Namun yang tidak Selly ketahui, bahwa rumah barunya yang mereka tempati tidak jauh dari rumah baru Zidan dan Nadia.


Memang terlihat mencolok rumah yang di tempati Nadia dan Zidan, karena Zidan menggabungkan dua rumahnya, menjadi satu, sedangkan rumah Selly dan Daren hanyalah satu rumah saja.


Daren yang sudah mempunyai rencana menyatakan anak-anak nya dengan sang mama pun sudah membeli rumah tersebut, semenjak mendengar Zidan menikah dan memiliki rumah di kawasan elit ini.


Dengan menguras seluruh tabungan yang dia miliki, Daren akhirnya bisa melunasi rumah yang di inginkan Daren, dalam waktu kurang dari 6bulan.


Setelah sampai di rumah barunya, Daren menggandeng Selly masuk kedalam rumah barunya.


" SELAMAT DATANG DI RUMAH BARU KITA..." ucap Daren pada Selly.


"Terima kasih sayangku." jawab Selly sembari memeluk suaminya.


"Sayang... mungkin rumah ini tak sebagus rumah ayah, tapi Akau berjanji, akan membuat kamu selalu tersenyum dan bahagia, berjanjilah padaku, untuk selalu tersenyum, dan menjadi ibu yang baik, bagi anak-anak kita, jangan terlalu menuntut dan memaksa, karena semuanya ada prosesnya sendiri, dan kuharap, perlahan-lahan untuk tidak menangisi kesalahan yang lalu." Yang di balas senyuman dan anggukan dari Selly.Daren menggenggam tangan Selly dan mengajaknya masuk ke rumah mereka.


Namun setelah berjalan menaiki tangga, Daren berbincang kepada ART dan baby sitter Raka, tentang letak kamar baby dan kamar mereka.


" Mbak... baby Raka kamarnya di sebelah kamar ini, dan kamar kalian ada di bawah sebelah dapur,hari ini kalian free, istirahatlah, sebelum kami memanggilnya kalian."


"Baik pak, kami masuk ke kamar baby dulu, dan meletakkan pakaian baby." ucap baby sitter Raka.


"Silahkan." ucap Raka seraya menggandeng tangan Selly, dan mengajaknya masuk, dan menutup pintu serta menguncinya.


"Mas... baby Raka di kamar sebelah..., kalau bangun bagaimana?" tanya Selly pada suaminya.


"Makasih sayang, aku selalu mencintaimu." Selly mencium bibir Daren.


"Kamu mau kasih hadiah buat aku?" tanya Daren pada Selly.


Selly yang paham akan keinginan sang suami pun mengikuti alur dan drama suaminya hari ini. Tak di pungkiri, walau umurnya sudah kepala tiga, dan memiliki 4 orang anak, Selly masih sangat terlihat cantik dan masih menggemaskan, sehingga mampu membuat libido Daren selalu naik bila berdekatan dengannya.


Baby Raka seakan tahu, selama 1 jam baby Raka tidak bangun dari tidurnya, mungkin karena terlalu kenyang, meminum ASI, sehingga membuat tidurnya terlelap.


Setelah selesai Daren dan Selly mandi secara bergantian, karena takut baby terbangun dan mereka tidak mendengar nya.


Benar saja, setelah Selly memakai pakaian nya, baby Raka bangun dan menangis, untung saja Selly sudah rapi, jadi bisa segera menyusui putranya.


"cup cup sayang... jangan menangis, Umi di sini, maaf ya, Umi habis mandi." Selly membawa baby Raka duduk di balkon kamarnya.


Raka yang baru keluar dari kamar mandi pun bergegas memakai pakaian yang di siapkan Selly, lalu menghampiri Selly dan putranya yang duduk di balkon kamarnya.


"Kamu tahu sayang... dari balkon ini, kamu bisa melihat anak-anak sebelum berangkat ke sekolah, dan akan melihat mereka berjalan jalan dan lari pagi setiap minggunya.aku memang memilih tempat yang tepat untuk kamu bisa melihat merek dari sini."


" Terima kasih sayang... "


"Maaf belum bisa mempertemukan kalian, tpelan pelan kita meminta maaf dulu pada mas Zidan, baru kita dekati mereka, aku harap Umi bersabar." ucap Daren.


"Terima kasih Abi, aku sangat bahagia." jawab Selly.


---------------------------------------


Kakak, aunty, menurut kalian Zidan memafkan mereka tidak?


Bagaimana sikap Nadia mengahadapi Daren dan Selly?


Apakah anak-anak akan menerima mereka?


Siapa yang paling terluka dan tidak menerima kehadiran Daren dan Selly?


Silahkan komen dan kasih saran, siapa tahu bisa jadi tambahan buat saya. Terima kasih.


Baca juga novel Author yang lain ya, jangan lupa like, komen, dan kritikannya, makasih