MAMI FOR US

MAMI FOR US
WOOOW... GOOD GIRL.



Mobil yang di kendarai Zidan sudah memasuki tempat parkir klinik dokter Dian, sesaat sebelum berangkat ke Rumah Sakit, Zidan mendapatkan SMS dari sahabatnya itu, bahwa dirinya sekarang berada di klinik, bukan di Rumah Sakit.


Tanpa menunggu lama, Zidan dan Nadia masuk kedalam ruangan Dokter Dian yang sudah menunggu sejak 10 menit yang lalu.


"Assalamualaikum... apa kabar Dokter Dian?" ucap Nadia pada Dokter Dian, sembari mengulurkan tangannya.


"Kabar baik, bagaimana dengan baby twin?"


"Alhamdulillah sehat, dan semakin lincah saja dok, sering ngajak maminya olah raga.hahahaha." Nadia tertawa, sedang Zidan sendiri terlihat terkejut, dengan Nadia yang semakin bar-bar.


"Sayang... kamu bikin malu mas saja." ucap Zidan.


"Nggak apa-apa, istrimu sangat baik Zidan, aku suka dengan kepolosan nya." ucap Dokter Dian.


"Ayuk kita lihat baby twin dulu."


Seperti biasa , setelah di periksa detak jantung dan tensi darah Nadia, dokter Dian mengajak Nadia untuk berbaring. Setelah mengoleskan jel pada perut Nadia, Dokter Dian mengarahkan krusor untukmelihat perkembangan baby twin.


" Lihatlah Zidan, sepertinya kali ini anak-anak mu cowok deh, dan satu lagi, mereka sangat mirip dengan kamu, "


" Apa gak ada yang mirip dengan aku dok?" tanya Nadia dengan cemberut.


"Untuk yang satu itu, kami tidak tahu, karna semuanya ini, sudah kehendak yang kuasa, belum tentu juga mirip sama aku sayang ." Zidan membela Nadia.Yang di balas senyuman oleh Nadia, Zidan yang sudah tahu mood Nadia akan berubah, lebih baik dia mengalah, daripada istrinya merajuk.


Dokter Dian yang faham dengan Zidan pun mengalihkan pembicaraan mereka.


"Perkembangan.janin bagus, air ketuban juga bagus, jangan lupa minum vitaminnya ya Bu Nadia." ucap Dokter Dian.


"Sudah selesai?" tanya Zidan pada Dokter Dian.


"Iya, semoga sehat selalu ya Bu Nadia dan baby twin nya." doa Dokter Dian untuk Nadia.


"Makasih dok..., Mas... tolong tebus obatnya dulu, ada yang masih ingin Nadia tanyakan pada Bu Dokter." ucap Nadia.


"Nanti saja sekalian, kita keluar bersama." ucap Zidan. Nadia yang melihat seringai licik suaminya pun mengerucutkan bibirnya.


"Ada yang bisa saya bantu Bu Nadia?" tanya dokter Dian.


" Anu dok, kenapa setelah hamil, saya selalu ingin itu, dan kadang kadang gak mengenal waktu." ucap Nadia dengan menunduk malu.


" Itu wajar saja Bu Nadia, karena hormon bagi setiap wanita hamil berbeda." ucap Dokter Dian sembari tersenyum.


"Nggak hamil juga suka minta jatah Dok." ucap Zidan dengan santainya. Nadia yang malu memukul lengan suaminya.


"Bagus dong, sebagai seorang wanita harus berani mengatakan keinginannya, jangan hanya menerima ajakan, tetapi mengajak di saat ada keinginan, lebih bagus, bisa mengurangi stress Lo Zid." ucap Dokter Dian.


"Apa salahnya menawarkan setiap hari, toh aku hanya menjemput pahala." ucap Nadia tegas.


" Wooow... good girl, aku suka, hai Zidan... pantas saja kamu makin terlihat muda sekarang, servis mu sangat hot begini." ucap Dokter Dian sembari memukul pundak Zidan.


" Aku jadi pengen tahu reaksi suamiku bila aku yang minta nanti." Ucap Dokter Dian sembari mengukir senyum devilnya.


Sontak saja mereka bertiga tertawa lepas bersama, hari ini Nadia benar benar membuat Zidan dan Dokter Dian bahagia, gadis cantik yang selalu membuat dirinya rindu ini, ternyata bisa mengimbangi Zidan, dan bahkan bisa mengontrol emosi dan mengubah psikologi Zidan setelah perceraian nya.


" Baiklah dok, maaf harus segera pergi, karena ada pertemuan dengan klien pukul 12 nanti." ucap Zidan.


"Terima kasih ilmunya Bu Nadia, menjemput pahala bisa membuat suami bahagia." ucap Dokter Dian.


"Selamat mencoba Dokter Dian, kami akan mendengar kabar gembira dari anda." ucap Nadia dengan penuh semangat.


Zidan membawa Nadia ke Mall yang terdapat rastoran V&V, miliknya, di sana Zidan meminta di sediakan meja private khusus untuk empat orang, dan berbagai makanan untuk mereka, setelah memesan makanan, Zidan menelpon asistennya Rafli, untuk meminta kepada Daren, bahwa pertemuan mereka hari ini, Zidan ingin di hadiri Selly, mama dari anak-anaknya.


"Halo Rafli, bilang sama CEO Daren, agar pertemuan nanti untuk membawa serta istrinya, dan jangan lupa tepat waktu, aku tidak suka terlambat." ucap Zidan tegas.


"Baik bos" balasan Rafli dari seberang.


Zidan menggandeng tangan Nadia keluar dari restoran, di bawanya Nadia berkeliling mall, yang dekat dengan Restoran miliknya, di sana Zidan memilihkan pakaian dan jilbab yang senada dengan pakaian yang telah di pilih olehnya.


Saat ini Zidan memilihkan 10 setel gamis hamil untuk Nadia, karena tak ingin melihat Nadia kelelahan, dia menyuruh manajer salah satu butik langganannya, untuk datang kerumahnya besok, dengan membawa rancangan pakaian gamis resmi untuk Nadia.


Nadia yang melihat Zidan memilih dan mencarikan pakaian untuk dirinya pun hanya tersenyum, dan diam saja, Nadia hanya mengangguk anggukkan kepala dan menggelengkan kepalanya, bila Zidan menanyakan, apakah dia menyukai atau tidak.


Sedangkan di seberang butik, nampak Daren dan Selly yang sedang melihat pergerakan di dalam butik, yang nampak sangat bahagia, karena Zidan selalu tersenyum, dan tertawa. Pukul 11. 50, Zidan menggandeng istri kecilnya, keluar dari butik, lalu mengajaknya masuk kedalam rastoran miliknya, dimana Zidan selalu memperhatikan setiap pergerakan Nadia, yang membuat Nadia merasa canggung dan selalu terpesona dengan perhatian suaminya.


Daren yang melihat Zidan bahagia pun berkata kepada Selly, untuk tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri.


"Sayang... lihatlah, mas Zidan sudah sangat bahagia, jadi mulai sekarang, bahagiaknlah dirimu, dengan kebahagiaan yang akan aku berikan padamu, merasa bersalah boleh saja tapi jangan berlarut-larut, masih ada Raka yang harus kita jaga bersama."ucap Daren pada Selly.


" Iya mas, sekarang aku sudah lega, karena mas Zidan bahagia, walau bukan dengan diriku." ucap Selly.


"Ya sudah... ayok kita ke sana, dia tidak suka menunggu lama kan, sudah jam 12, kamu tahu kan bagaimana dia?" tanya Daren pada Selly.


"Iya... Ayuk mas, kita kesana." ucap Selly.


----------------------


Bagaimana sikap Zidan dan Selly ketika bertemu setelah berpisah?


Apakah Zidan berubah menjadi seperti dulu?


Bagaimana dengan Nadia?


Cemburu kah Nadia pada Selly?


Apa yang terjadi selanjutnya?


T B C