MAMI FOR US

MAMI FOR US
TANTE MONIC BERULAH LAGI



"Tak perlu Zalfa tahu, cukup kak Vania saja yang sakit hati, atas hinaan Mama di Mall waktu itu, sungguh aku tak percaya, Mama yang selama ini aku rindukan, menghinaku didepan suami barunya, bahkan memamerkan kehamilannya didepan mataku, aku malu, aku benci, aku marah, tak tahu arah." ungkap Vania


"Dan akhirnya Mami yang menemukan kakak di Mall kan?" tanya Vika. Vania pun mengangguk.


"Awalnya kakak nggak percaya wanita yang pernah kita lihat di CCTV mobil ayah tempo hari, menolongku di Mall, pelukannya yang hangat, tatapan matanya yang teduh dan menghipnotis setiap yang memandang, ternyata aku baru sadar, kenapa Papi bisa jatuh hati saat itu, karena dengan ketulusan hati Mami, Papi sudah terjebak dalam cinta Mami." tutur Vania.


"Ih... kakak sok bijak deh, kakak terlalu berpikir dewasa, gak seperti anak SMP, bener kata Mami, tapi aku suka." kata Vika.


"Kamu tahu... keadaan lah yang membuat Kaka jadi dewasa sebelum saatnya, kakak juga belajar dari bahasa Mami, bagaimana memperlakukan kita bertiga, dan bagaimana memperlakukan Papi, kita bisa tahu betapa besar cinta dan kasih Mami kepada kita semuanya." Terang Vania.


"Bener juga kakak, tapi apa kakak nggak takut kalau kakak berbicara seperti ini di dalam kelas." tanya Vika penuh penasaran.


"Kakak tidak suka banyak berbicara di kelas, lebih baik diam, dari pada terjebak dengan pembicaraan yang tidak berarti dan bergosip." ungkap Vania.


"Sebenarnya... Vika pengen banget tahu seperti apa karakter Mama, karena yang Vika lihat, kepribadian kita selalu saja di dominasi oleh Papi, nggak ada sedikitpun cerminan Mama, Vika sendiri tidak tahu."


Dari balik pintu, seseorang yang sejak tadi mendengar percakapan ketiga putrinya, menyahuti pertanyaan yang mengganjal pada pikiran ketiga putrinya.


"Karena Papi sangat menyayangi kalian, jadi sifat Papi akan menurun pada kalian, nggak percaya kalau sebenarnya Papi juga pinter seperti kalian?" tanya Zidan yang mengagetkan anak-anaknya.


Ketiganya terdiam karena terkejut. Namun sesaat kemudian merek bertiga mengangguk anggukkan kepalanya.


"Kami percaya pada Papi."jawab mereka bertiga kompak.


"Tante Monic berulah lagi?" tanya Zidan pada ketiga putrinya.


"Ingat... Tante Monic mungkin saja mengerjai kalian, karena kalian dia sudah tahu, jadi jangan terlalu percaya, mungkin kali ini kalian yang menjadi incaran dirinya, biar kali ini Papi yang mengatasinya." ucap Zidan pada ketiga putrinya.


Zidan mengambil alih laptop yang di pegang Zalfa, dan mulai mengotak Atik nomer telepon yang masuk di nomer HP Monic, disana Zidan dapat melihat nomer mana yang benar-benar dicurigai oleh Zidan.


10 menit sudah Zidan berkutat di depan ketiga putrinya, yang mana mereka bertiga pun memperhatikan gerak crussor yang dipegang sang Papi. Saat menemukan kejanggalan, Zidan membuka nomer HP yang masuk di HP Monic, benar saja, SMS diantara merek menggunakan sandi angka, yang pernah Zidan pelajari.


" Tante Monic sudah tahu kamu bisa meretas HP miliknya, jadi dia menggunakan nomer palsunya, untuk mengelabui kalian, lihatlah, nomer yang dia gunakan sekarang, dia sudah merencanakan penculikan yang akan dilakukan pada hari Jumat depan di depan rumah kita, sedangkan di laptop kamu dia akan melakukan penculikan di depan sekolah kamu" ucap Zidan.


"Tunggu Pi, bagaimana dia tahu kalau hari Jumat Mami akan ke sekolah, karena ada pertemuan Wali murid di sekolah." ungkap Vania.


"Mereka sudah mahir dalam segala hal, jadi... dengan cara apapun, mereka akan mencari tahu kegiatan kalian dan mami kalian, Papi harap kalian bisa menjaga diri kalian, baik di dalam maupun di luar kelas, hati-hati dengan teman baru, hati-hati dengan guru baru, hati-hati dengan penjual makanan di gerbang sekolah uang baru. Lihatlah sekeliling kalian, gunakan Indra ke enam kalian untuk melihat keadaan sekitar, jangan ceroboh, diam dan amati sekeliling, gunakan pengamatan kamu dalam membaca gerak tubuh dan intonasi bibir, biarkan secara alami akan muncul di dalam dirimu, bila keadaan sudah tidak nyaman, lebih baik menghindar." pesan Zidan kepada ketiga putrinya.


"Baik Pi, kami akan mengingat semua pesan Papi." jawab merek kompak.


"Bagaimana dengan Mami, Pi? kurasa Mami akan sangat terkejut dengan kejadian ini?" ungkap Vika .


"Biar Papi yang akan bicara dengan Mami, kalian tenang saja." terang Zidan.


--------------------------------------


Rahasia apa yang sebenarnya Zidan dan ketiga anaknya lakukan, penuh misteri, penuh lika-liku.


Yang penasaran dengan cerita Selly Mama nya anak-anak, part berikutnya akan saya ceritakan