
Selly yang mendapati Daren sedang menelpon seseorang pun hanya terdiam saja, dan meletakkan baby Raka yang tertidur didalam box bayi.
Samar samar terdengar Daren mengatakan, besok di tempati. Selly yang tak ingin ikut campur urusan suaminya pun berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri dan menggosok gigi sebelum tidur. Saat Selly keluar dari kamar mandi, Daren memeluk sang istri dengan erat.
"Umi kenapa?jangan nangis ya." Daren membelai lembut pipi Selly.
"Abi... apakah Abi akan marah bila Umi tidak memberikan ASI pada Raka?" tanya Selly.
"Tentu saja marah, apa alasan Umi tidak mau memberikan ASI pada Raka?" tanya Daren dengan tegas.
"Tidak ada." jawab Selly.
"Kalau tidak ada, berarti Umi salah, dan Abi sangat tidak suka Umi Yang menelantarkan anak-anak Umi." terang Daren.
"Maafkan Selly Abii, Selly bukan istri yang baik, Selly melupakan anak-anak Selly." ucap Selly memeluk lebih erat sang suami.
"Umi... apapun masa lalu Umi, Abi sudah memaafkan nya, yang penting sekarang kita rawat Raka bersama, dan tolong berikan ASI untuk dia, karena ASI bisa mempererat hubungan antara ibu dan anaknya." Daren mencium pucuk kepala Selly.
"Iya, Selly tidak akan mebiarkan Raka minum susu Formula." Jawab Selly dengan senyum manisnya.
"Umi... katakan pada Abi, apakah umi merindukan kakak-kakaknya Raka?" tanya Daren dengan serius.
"Sebenarnya Selly sangat rindu dan ingin bertemu dengan mereka, biar bagaimanapun, mereka adalah darah dagingku, namun setiap kali aku membawa mereka kemari, ayah selalu menolaknya, dengan secara otomatis, anak-anak tidak pernah menanyakan kepadaku perihal opanya, bahkan tak pernah menanyakan aku, sejak mereka kecil." ucap Selly dengan berlinang air mata.
Daren yang mendengar itupun tersenyum dan memeluk istrinya.
"Aku berjanji... akan membawa mereka bertemu dengan mu, dan dekat denganmu, tapi dengan satu syarat." Daren melepaskan pelukannya dan menatap wajah Selly.
"Apapun syaratnya... aku akan penuhi, asal bisa bertemu dengan mereka Abi." jawab Selly tanpa ragu.
"Oke... kita pindah kerumah baru kita, ikutlah bersamaku, kita pindah dari sini, dan aku akan menepati janjiku padamu, apapun yang kamu mau, aku akan menepati nya."ucap Daren dengan tegas.
Sesaat Selly berpikir, apa salahnya membina rumah tangga dengan Daren tanpa adanya campur tangan Ayahnya.
"Baiklah, aku setuju, kapan kita pindah?" tanya Selly dengan antusias.
"Ha... secepat itu, kan kita belum beli perabotan rumah sayang... " Selly meras terkejut dengan keputusan Daren yang sangat mendadak.
"Kata siapa? semuanya sudah siap, bahkan pakaian kamu dan Raka sudah saya persiapkan." ucap Daren penuh keseriusan.
"Terima kasih sayangku, kamu memang selalu mengerti aku. I love you so much."
"I love you to, tapi Umi harus benar-benar merubah sikap dan perilaku Umi, kita harus memperbaiki diri, kita sudah punya anak yang menginjak dewasa, mungkin bagi mereka kita bukan orang tua yang patut di contoh, tapi setidaknya, kita harus bisa membuat mereka tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang kita, aku tahu kita salah, tapi apa salahnya kita mengesampingkan ego kita, agar hidup kita bahagia dan tentram tentunya." Daren berkata panjang lebar.
" Iya sayang, Umi akan berubah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi." ucap Selly.
"Aku dengar mas Zidan sudah menikah lagi, dan kamu tahu siapa istrinya?" tanya Daren pada Selly.
"Aku aja baru dengar sekarang dari kamu sayang, kalau mas Zidan sudah menikah lagi, mana aku tahu." ucap Selly.
"Yang aku dengar si, anak angkat dari pak Kyai Buchori, yang seluruh keluarga nya meninggal dunia waktu banjir bandang 7 tahun yang lalu." ucap Daren.
"Benarkah?" tanya Selly karena terkejut.
"Iya, masih ingatkah gadis cantik yang bapaknya menjual keripik pisang dan ubi, ketika kita SMA dulu?" tanya Daren.
"Yang mangkal di depan sekolah kita?" tanya Selly.
"Iya... gadis cantik yang sering bantu ayahnya jualan." ucap Daren.
"Masya Allah... gadis cantik itu?"
"Iya... dan Alhamdulillah karena mas Zidan, mendapatkan gadis cantik dan Sholehah, dan tugas kita sekarang adalah memperbaiki diri kita, dan memikirkan masa depan di akhirat kelak." ucap Daren.
"Iya, mari kita bersama-sama memperbaiki diri kita, BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM." ucap Selly
" BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM..." ucap Daren.