MAMI FOR US

MAMI FOR US
JATUH CINTA PADA ISTRI KEDUAKU



Zidan yang sudah mengunci pintu kamar semenjak kepergian Vania, melangkah menuju ranjang dan duduk bersebelahan dengan Nadia yang terlihat sendu.


"Ada apa sayang?" tanya Zidan.


"Aku nggak nyangka ya mas, mbak Selly yang ketika bertemu dengan kita, mengatakan bahwa dirinya sangat merindukan ketiga putrinya, ternyata hanya pansos saja, nggak tulus duduk dan ngobrol sama mereka." ucap Nadia.


"Apa saja yang anak-anak katakan pada kamu sayang?" tutur Zidan.


"Katanya Mama Selly hanya menelpon teman-teman nya, dan mengatakan bahwa ketiga putrinya sekarang ada di rumahnya, dan suaminya akan mengajak mereka jalan-jalan, yang Nadia heran kan ni ya mas, masak ketiga putrinya tidak di kasih minum atau makanan kecil, sedangkan mereka masih masa perkembangan dan pertumbuhan, duduk dua jam tanpa makan dan minum." ucap Nadia.


"Terus, aku harus bagaimana?"


"Iya juga ya mas, bahkan setiap saat dan setiap waktu mereka hanya melihat Mama Selly menelpon dengan teman-teman sosialita nya, saat menelpon Papa Daren, katanya klien penting tak bisa di tinggalkan."


"Bener begitu?" tanya Zidan.


"Dan yang bikin anak-anak marah adalah, mereka berantem di depan anak-anak dan mengatakan, bahwa mama Selly tidak memberi kabar pada Papa Daren, bila malam ini mereka akan datang, bahkan Papa Daren sangat kecewa, karena Mama Selly memutuskan sesuatu tanpa sepengetahuan dirinya." terang Nadia.


"Tentu saja Daren marah, karena dia juga seorang yang sangat sibuk, jadi mungkin benar dia tidak tahu kalau anak-anak akan datang." ucap Zidan.


"Mungkin benar atau salah, aku tak tahu, tapi yang aku lihat,anak-anak sangat kecewa dengan perlakuan Mama Selly dan papa Daren." keluh Nadia


"Semuanya kita serahkan dlpada anak-anak saja, toh kita tak bisa memutuskan tali silaturahmi antara ibu dan anak-anaknya. Biarkan mereka bertiga yang memilih, dan menolak, untuk bertemu atau tidaknya." jawab Zidan bijak.


"Kenapa ya Mama Selly belum berubah juga ya mas?" tanya Nadia pada Zidan.


"Karakter dia sudah di bentuk sejak kecil, sebenarnya banyak yang belum kamu ketahui dari Mamanya anak-anak, namun aku rasa dengan berjalannya waktu, kamu akan tahu sendiri, aku tak mau mengorek aib mantan istri mas, dan sebenarnya anak-anak tidak ingin bertemu dengan mereka, namun kedatangan kamu di tengah-tengah kegersangan cinta dan kasih sayang kami, membawa mereka menjadi anak-anak yang baik dan penurut, aku dapat melihat kasih sayangmu, merubah pendirian dan komitmen dalam diri anak-anak selama ini." terang Zidan panjang lebar.


"Maaf ya mas, bila Nadia terlalu ikut campur dalam urusan kalian, sebenarnya... Nadia hanya ingin anak-anak tidak memutuskan tali silaturahmi kepada Mama Selly, itu saja." jawab Nadia penuh penyesalan.


" Baiklah, lain kali kita bisa ngobrol lagi sama mereka, dan Sepertinya Vania sangat kecewa dengan sang Mama, bahkan sikap Zalfa dan Vika juga tidak seperti biasanya, masak baru datang langsung masuk ke kamar kita." ucap Nadia.


"Tadi aku kok yang nyuruh mereka masuk ke kamar, karena aku tahu kamu tidak akan bisa tidur, bila belum bertemu dengan anak-anak."


"Makasih ya mas, sudah mengerti aku, dan kekhawatiran aku, aku bener-bener sayang sama anak-anak, dan bonusnya dapat ketulusan cinta dan kasih sayang dari kamu." ucap Nadia.


"Jadi, kamu menikah sama aku karena anak-anak saja? bukan karena aku? tanya Zidan penuh selidik.


"Ya mana mungkin aku berani jatuh cinta sama orang kaya seperti mas, lihat mobil sama pkaian mas waktu itu aja, bikin aku jantungan tahu."


"Tapi mas masih ganteng kan?" walau sudah berumur 30 lebih." goda Zidan.


"Hahahaha... iya iya, pesona mas masih ok kok, aku aja di bikin klepek-klepek sama kamu mas." ucap Nadia sembari menutup wajahnya dengan bantal.


"Yang bikin klepek-klepek apanya sih? bagian mana? jadi penasaran." goda Zidan pada Nadia.


"Ih malu ah mas, kan mas lebih berpengalaman, aku mah apa Atuh... "


"Kamu juga bikin mas kecanduan, semuanya, tidak ada yang tidak bikin mas melayang, setiap duduk di samping kamu."


"Memangnya mas belum pernah jatuh cinta ya? masak kayak anak ABG aja, suka gombal begitu." jawab Nadia.


"Iya... dan aku jatuh cinta pada istri keduaku, yang imut, cantik, baik, penyayang dan... cerewet." goda Zidan.


" Ih mas... masak sih aku cerewet? kan aku pendiam, tapi kalau lagi tidur hehehehe..."ucap Nadia.


Zidan yang melihat gurauan sang istri tercinta hanya bisa tersenyum dan mengucap syukur, betapa bahagianya hidup Zidan dan ketiga anaknya, semenjak kedatangan Nadia di rumah Mereka.