
Nadia yang di haruskan istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang banyak, membuat dirinya bosan dan bingung mau apa, semenjak pulang dari Rumah Sakit, Zidan sudah menambah 2asisten rumah tangga sekaligus, dengan tujuan membantu bi Asiyah, karena Bu Asiyah sering kali menemani Nadia berbicang, apabila anak-anak sedang berangkat sekolah.
Tugas bi Asiyah hanya memasak, dan melayani anak-anak, karena hanya bi Asiyah yang memahami kebutuhan mereka bertiga selain Nadia sang Mami.
Pagi ini Nadia pengen banget pergi ke perusahaan milik suaminya, entah apa sebabnya, bahkan Nadia sempat menangis di depan bi Asiyah. Mau tak mau, bi Asiyah menelpon Zidan, dan meminta ijin untuk mengantar nyonya muda ke perusahaan suaminya.
Drt
Drt
Drt
Handphone Zidan bergetar di atas meja. Nampak di sana nama bi Asiyah, dengan secepat kilat, Zidan menekan tombol hijau.
"Assalamualaikum bi Asiyah..."
"Waalaikum salam den Zidan, maaf bibi mengganggu aden." ucap bi Asiyah yang merasa tidak enak hati.
"Nggak apa-apa, ada keperluan penting kah bi? tanya Zidan.
"Anu den... sebenarnya bukan saya, tapi nyonya muda..." belum sempat berkata, Zidan sudah memotong perkataan bi Asiyah, karena mendengar nama istrinya di sebut.
"Ada apa dengan istri saya bi?" tanya Zidan dengan suara agak meninggi.
"Tidak apa-apa den, hanya saja... sejak Aden pergi ke kantor, nyonya muda menangis terus, katanya pengen lihat kantor Aden, dan sampai sekarang belum juga sarapan, bibi harus bagaimana den?" tanya bi Asiyah.
"Oh... mau ke sini, ya sudah antar saja, biar pak Slamet yang menjemput kalian." titah Zidan.
"Anu den, nyonya muda maunya naik taxi, biar cepet katanya." tutur bi Asiyah.
"Ya sudah, naik taxi saja, nanti aku suruh resepsionis menyambut kalian, dan mengantarkan kalian ke ruangan ku." ucap Zidan.
"Baik den, kalau begitu kami bersiap-siap dahulu." jawab bi Asiyah.
Setengah jam kemudian, Nadia dan bi Asiyah sudah berada di lobby perusahaan Zidan, mereka berdua sangat terkejut dan takjub, seorang Zidan yang biasa-biasa saja, ternyata memiliki Perusahaan yang besar dan tak tertandingi, namun sikap andap asor dan takdhim kepada yang lebih tua itulah, yang membuat dirinya menjadi orang yang rendah hati, dan tidak sombong
Nadia mencoba bertanya kepada resepsionis, dan menanyakan ruangan suaminya.
"Assalamualaikum mbak, maaf saya mengganggu." ucap Nadia dengan senyuman.
"Waalaikum salam Bu,ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis pada Nadia.
"Maaf boleh tanya, ruang kerja bapak Zidan di mana ya? saya ada janji dengan beliau." ucap Nadia pada resepsionis.
"Nama saya Nadia, dan ini Bi Asiyah." jawab Nadia dengan lemah lembut.
"Oh... Bu nadia, silahkan saya antar ke ruangan bapak Zidan, Beliau sudah menunggu anda berdua." jawab Siska.
"Terima kasih."
Siska membawa Nadia dan bi Asiyah menuju lantai paling atas, lantai 12, setelah sampai di depan ruang kerja suaminya, Nadia sempat ragu untuk masuk, namun bi Asiyah yang mengerti pun menggenggam tangan Nadia, dan mengangguk kan kepalanya.
"Bu... ini ruangan pak Zidan, tinggal ketuk pintu saja, kali begitu saya permisi dulu ya Bu, assalamualaikum..."
"Waalaikum salam, Terimakasih mbak..."
Siska kembali turun, sedangkan Nadia mengetuk pintu ruangan suaminya.
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum..." ucap Nadia.
"Waalaikum salam, masuk..." jawab Zidan dan berdiri dari tempat duduk nya.
Nadia yanb melihat Zidan pun langsung berlari memeluk suaminya, sungguh sakit hati Nadia, bila harus berjauhan dengan suaminya ini, walau hanya sedetik saja. Bi Asiyah yang melihat Nadia manja pun memutuskan untuk keluar dan menunggu di kursi depan.
"Hei... kenapa menangis? bukankah setiap hari kita juga bertemu sayang?" tanya Zidan pada Nadia.
"Tapi aku kangen... kamu lama banget pulangnya, apalagi anak-anak pergi sekolah, jadi aku bosen, kamu gak marah kan kalau aku sering ke sini?"tanya Nadia pada Zidan.
"Ya nggak lah, tapi jangan sering-sering, kasihan baby-nya, jalan-jalan terus."
"Iya, tapi seminggu sekali bolehkan?" wajah Nadia tapak memelas di depan Zidan.
"Ok... tapi jangan pakai taxi,kalau pakai taxi lagi gak boleh datang ke sini."
"Siap komandan." jawab Nadia,