
Dari kejauhan seorang wanita yang sedang duduk di roofcourt tersenyum sinis, dengan tanpa dia sadari, dia telah menghampiri keluarga Zidan yang nampak bahagia, dirinya sangat membenci kebahagiaan yang didapatkan oleh Zidan dan keluarga nya.
Dialah Monic, gadis cantik sahabat Selly, yang selalu memprovokasi Selly untuk berpisah dan meninggalkan Zidan, karena ternyata Monic yang notabene merupakan sahabat dekat Selly justru menyimpan perasaan kepada suami sahabat nya sendiri.
Selly sendiri sebenarnya sudah menerima pernikahan nya dengan Zidan, namun setelah kelahiran Zalfa, Monic mencuci otak Selly agar kembali dengan kekasih lamanya Daren, karena Monic sendiri ingin masuk ke dalam keluarga Zidan, yang sangat ia idam-idamkan, sebelum menikah dengan Selly.
Setelah kepulangan Daren dari luar negeri, Monic merencanakan pertemuan keduanya, bahkan Monic pula yang mengirim foto-foto kemesraan Daren dengan Selly. Sebenarnya Zidan sendiri tidak begitu menanggapi tentang semua foto-foto yang di kirim oleh nomer tak dikenalnya, suatu hari Monic mengirimkan video mesum antara Selly dan Daren, dan semenjak itulah Zidan tak pernah mau menyentuh Selly, selama hampir satu tahun, zidan tidak pernah tidur sekamar bahkan seranjang dengan Selly, walau hampir satu tahun Selly berselingkuh, Zidan tak pernah menyinggung nya sama sekali, karena alasan anak-anak mereka.
Namun Satu hal yang membuat Zidan kecewa adalah perselingkuhan Selly dan Daren yang di lakukan di rumahnya, dan di depan anak-anaknya.
Rumah yang selalu penuh dengan canda dan tawa, berubah menjadi keheningan dan seram seketika. Rumah lama Zidan dan Selly memang memiliki CCTV di setiap sudut rumah baik dalam maupun luar. Berbeda dengan rumah baru yang Zidan tempati bersama Nadia, rumah baru yang baru-baru ini Zidan pasang CCTV, agar melihat aktivitas anak-anak dan istrinya di rumah, agar dia tak ketinggalan informasi dan bisa memantau mereka dari jauh.
Monic yang sangat penasaran dengan wanita yang dikelilingi oleh Zidan dan ketiga putrinya pun mendekat.
"Assalamualaikum mas Zidan, apa kabar, sudah lama tidak bertemu, hai Vania, hai Vika, hai Zalfa, apa kabar kalian semua." ucap Monic dengan suara manja yang dibuat-buat.
"Waalaikum salam, kabar kami sehat semua tante Monic, perkenalkan... ini Mami kami yang baru, namanya Mami Nadia, dan lihat, di sini ada adek baby twin nya kami, Tante sendiri mana anaknya." terang Vania panjang kali lebar.
Monic yang mendapat serangan dari anak sahabatnya pun merasa menciut, bahkan sangat terkejut, dengan pernyataan dari Vania, putri sahabatnya, yang mengatakan bahwa wanita yang masih sangat muda dan cantik, telah menjadi istri baru mantan suami sahabatnya.
"Eh... Tante sebenarnya nungguin seseorang, tapi ternyata Tante salah, orang tersebut sudah bahagia, dengan wanita yang masih muda dan lebih cantik." ungkap Monic tanpa malu.
"Hahahaha... Tante Monic berharap ya, Papi kami menikah dengan Tante, jangan harap ya Tante, kami tidak akan pernah mengijinkan Papi, selamanya." ucap Vania pada Monic.
Zidan sedikit shock dengan perkataan anak sulungnya.
"Da.. dari ma... na... kalian tahu? kalau a.. aku yang..." Belum selesai Monic berbicara, Vania sudah memotong perkataan nya.
"Hei Tante jahat... Tante pikir kami tidak tahu meretas handphone Mama dan Papi? bahkan handphone Tante juga sudah Akau retas sejak dahulu, semua bukti sudah ada di tangan kami, jadi.... " Vania menjeda ucapannya.
"Jadi... apa Vania..." ucap Monic yang gugup dan mati kutu di depan anak umur 13 tahun.
" Jadi... jauhi keluarga kami, kalau Tante tidak ingin masuk kedalam penjara, dan semua bukti Video dan foto-foto mesum Tante bersama sugar Daddy Tante tersebut di dunia Maya." ancam Vania pada Monic.
"Oke... aku tak akan mengganggu keluarga kalian, asal saja jangan kau sebarkan Video dan foto-foto milikku, karena aku tak akan segan pula menyebarkan Video dan foto-foto Mama kalian."ancam balik Monic pada Vania.
"Hahahaha.... "Vania tertawa lepas, membuat Zidan sangat menyesal, dia terlalu sibuk dengan kekecewaan dirinya pada Selly, yang dia lampiaskan dengan gila kerja, dan akhirnya melupakan psikologi anak-anaknya, yang Zidan tahu Vania sudah sembuh dengan kekecewaan nya pada sang Mama.
Namun hari ini Zidan melihat, raut balas dendam anaknya pada sahabat Mamanya yang menyebabkan perceraian kedua orang tuanya.
" Tante pikir Vania hanya setengah setengah saja kalau mengerjakan tugas? tidak Tante, semua Video dan foto-foto yang Tante miliki sudah Vania hapus, semuanya, jadi jangan pikir Tante lebih pintar dari anak kecil." ucap Vania.
"Kamu pasti bohong." ucap Monic.
"Oke... silahkan cek handphone milik Tante, dan akan tahu seberapa besar kami bisa merusak seluruh isi handphone dan email yang Tante gunakan." ejek Vika pada Monic.
Monic segera membuka email dan handphone miliknya, ternyata benar, Vika dan Vania mampu merusak seluruh jaringan miliknya.
"Awas ya kalian, tunggu pembalasanku." ucap Monic sembari meninggalkan keluarga Zidan.