
Semenjak Zidan mengijinkan Nadia mengunjungi perusahaan miliknya, tak di sia-siakan oleh Nadia, benar saja, setiap satu Minggu sekali, Nadia akan datang dihari dan waktu yang tak tertentu, karena tergantung pada mood dan keinginan sang baby twin saja.
Hari-hari Nadia lalui dengan sangat membosankan, tak memiliki teman, dan tidak suka keluar rumah, jadi dia pergunakan waktu sebaik mungkin, pembagian waktu untuk mengurus keluarga, mengkaji kitab yang dia bawa dari pondok pesantren, bahkan membaca Al Qur'an, agar baby twin yang ada didalam perut, akan menjadi seperti sang Mami, yang pinter mengaji, pintar membaca kitab, dan pandai mengurus keluarga, semua Nadia lakukan dengan senang hati dan ikhlas.
Hari ini, kandungan Nadia sudah memasuki bulan ke empat, pihak keluarga sudah merencanakan untuk acara NGAPATI, yang artinya, di bulan ke empat inilah bayi di dalam kandungan di tiupkan ruh, dan berikan takdir umurnya, rizqinya, jodohnya, matinya bahkan segala tentang si baby Allah tiupkan dan tetapkan di bulan ke empat.
Sehingga keluarga besar Zidan dan pak Kyai, mencarikan hari yang baik, untuk acara tersebut.
Hari yang di tentukan adalah hari Jumat malam Sabtu, dan hari inilah acara akan dilaksanakan. Segala Persiapan sudah Zidan lakukan, bahkan Abah dan Umi mengirim beberapa Santri pondok untuk membacakan Al-Qur'an sampai 30 juz, dan di mulai setelah solat subuh di kediaman Zidan.
Para Hafidhoh yang di kirim Umi adalah para Hafidhoh yang benar-benar sudah lancar dalam menghafal Al-Qur'an, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama, pukul 5 sore acara khataman Al bi ghoib, dan akan di lanjutkan dengan manaqiban dan pembacaan surat Yasin dan tahlil.
Acara NGAPATI hari ini berjalan dengan lancar, Nadia yang memang tidak mengerjakan apapun, karena Zidan melarang dirinya untuk beraktivitas.
Esok harinya, hari yang bahagia bagi anak-anak, karena anak-anak berangkat sekolah hanya sampai jam 11 pagi, sehingga anak-anak senang, karena esok hari Minggu adalah hari libur.
Hari Minggu ini Nadia berencana ingin mengajak anak-anak dan suaminya, jalan-jalan ke Mall terdekat, karena Nadia sendiri merasa cepat lelah, karena kehamilannya, bahkan perut buncit yang pantas berusia 6 bulan ini, Nadia rasakan saat masuk di bulan ke empat.
"Mas... sudah lama kita tidak pernah mengajak anak-anak jalan-jalan ke Mall, mereka pasti jenuh di rumah terus, apa nggak sebaiknya hari ini kita ajak mereka, kandungan Nadia juga sudah empat bulan sayang, boleh ya?" Pinta Nadia pada Zidan.
"Mas juga pengen ngajak anak-anak jalan-jalan sayang, tapi aku masih takut dengan baby twin." Zidan beralasan.
" Tapi baby twin juga pengen jalan-jalan Papi." ucap Nadia dengan suara seperti anak kecil.
"Mami... kalau pengen jalan-jalan, jangan mengatas namakan baby twin, aku tak suka, ya sudah, ayo kita jalan, kamu siap-siap saja, mas yang kasih tahu anak-anak, tapi mas mohon kalau capek jangan di teruskan jalannya, nanti biar mas nyewa kursi roda, dan mendorong kalian bertiga, Oke?" ucap Zidan sembari mengelus perut buncit Nadia.
"Oke sayangku, cintaku, belahan hatiku, apapun yang sayang ucapkan, akan Nadia turuti, demi aku dan juga anak kita." Nadia memeluk suaminya.
Ketiga putrinya pun sangat terheran-heran, sang Papi yang dulunya tidak pernah cerewet, sekarang melebihi sang Mami, sehingga mereka bertiga sangat takut pada sang Papi yang sekarang ini.
Kalau dulu, Zidan jarang sekali berinteraksi terhadap ketiga putrinya, bahkan hanya pekerjaan saja yang jadi prioritas utama dirinya, namun berbeda dengan sekarang, Zidan akan tahu apapun yang terjadi di dalam rumah nya.
Zida mengetuk pintu ruang tengah ketiga putrinya. kemudian membukany, terlihat disana mereka sedang bermain sesuai dengan umur mereka.
" Assalamualaikum kesayangan Papi, pada sibuk ya?" tanya Zidan kepada ketiga putrinya.
"Iya, lagi bikin tugas sekolah Pi, biar nggak besok tidak tergesa-gesa Pi" jawab Vania.
"Kalua Vika lagi ngapain sayang?" tanya Zidan menuju meja Vika.
"Lagi belajar aja Pi, siapa tahu besok ujian mendadak."
"Pinternya anak-anak Papi, kalau Zalfa masih apa sayangku?" Zidan memangku Zalfa.
"Lagi main sama Barbie Pi, Papi tumben banget pagi-pagi sudah kesini, biasanya lagi ngejahilin Mami, biar Mami marah-marah dan cemberut." ledek Zalfa pada sang Papi.
"Zalfa tahu banget si kalau Papi suka banget jahilin Mami?"
"Tahulah, biasanya Mami ngadu pada kami bertiga Pi" jawab Vania.