MAMI FOR US

MAMI FOR US
PINGSAN



Hari hari yang dilalui keluarga Zidan semakin bahagia, semenjak pernikahannya dengan Nadia Minggu lalu, bahkan Nadia selalu tidur bersama dengan anak-anak, dengan menggunakan alasan Zalfa.


Sementara ini, memang Zidan membiarkan Nadia berbuat semaunya, karena Zidan sendiri merasa, kalau dirinya berdekatan dengan Nadia yang belum benar-benar suci, takut nanti kebablasan.


Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Nadia akan di gelar di pondok pesantren Al Buchori, seluruh ruangan sudah di dekor dengan warna putih, perias pengantin sudah datang, Nadia pun sudah di rias sedemikian rupa, sehingga membuat wajahnya yang cantik semakin tambah cantik.


Resepsi pernikahan di hadiri segenap keluarga besar Zidan dan keluarga bapak Kyai Buchori, bahkan kakak angkat Nadia semuanya datang.


Acara resepsi di mulai sejak pukul 10 siang sampai pukul 3 sore , pasti akan di potong dengan solat Jumat, setelah itu Nadia dengan resmi aka. meninggalkan rumah keduanya, menuju rumah suaminya, tak banyak yang tahu, kalau Nadia sudah menikah 1 Minggu yang lalu, kecuali tetangga dan keluarga Zidan saja.


Acara demi acara telah berjalan, Nadia yang merasakan capek dan tak memiliki tenaga pun akhirnya pingsan, setelah acara selesai.


Seluruh penghuni pesantren di hebohkan dengan keadaan Nadia, yang sejak dari pagi memang Nadia belum sarapan sama sekali, memang Nadia tidak akan bisa menahan rasa laparnya, sehingga Nadia tak pernah melewatkan jadwal makan nya.


Zidan yang melihat Nadia terjatuh pun langsung membawa nya masuk ke kamar pengantin, disana Zidan melihat ketiga putrinya sedang tertidur pulas.


Sungguh bahagia Zidan memiliki Nadia, dia sangat memprioritaskan keluarga dan anak-anak nya.


Zidan menepuk pipi Nadia, Nadia yang masih lemah pun membuka matanya.


"Mas... aku kenapa?" tanya Nadia pada Zidan.


"Kecapekan, kamu juga gak sarapan kan?" terang Zidan.


"Iya... aku lupa, anak-anak masih tdur?" selidik Nadia sembari menatap ketiga putrinya.


"Iya... sini makan dulu, aku siapin ya?" bujuk Zidan pada Nadia.


"Biar kamu istirahat dulu, di luar masih banyak tamu, nanti kamu kecapekan." terang Zidan saat Nadia mulai cerewet.


Tanpa basa-basi pun Zidan menyuapi Nadia, dengan tersipu malu, Nadia pun merebut sendok yang di pegang Zidan, Nadia pun menyuapi suaminya, dan dengan bergantian, mereka makan dari satu piring.


Nadia melepaskan semu aksesoris yang di pakainya, bahkan sudah berganti dengan gamis biasa.


Nadia yang sudah kembali fresh, sekarang berada dalam dekapan suaminya, memandang ketiga putrinya yang tertidur pulas, karena bangun sejak solat subuh.


setelah sedikit beristirahat, Nadia membangun kan ketiga putrinya, karena adzan asar sudah berkumandang.


Setelah selesai solat berjamaah, Zidan kembali kedalam kamar Nadia, melihat ketiga putrinya yang sudah mandi dan solat, Zidan pun memeluk ketiga nya bersamaan.


Saat Nadia sedang solat, Zidan mengajak ketiga putrinya, untuk berbincang.


"Vania, Vika dan Zalfa, nanti malam kalian akan di ajak uncle Rain dan Aunty Maria jalan-jalan ke Bandung, dan tentu saja papi sama mami sudah setuju, apa kalian mau ikut ke Bandung?"


"Benarkah? lalu mami sama papi di rumah saja? kan kasihan mami di rumah sendirian Pi?" ungkap Vika pada papinya.


"Papi masih banyak kerjaan, kalian saja yang pergi, mami dan papi dirumah saja." Zidan mebelai pipi Vika .


" Biklah, kalau begitu mari kita pulang, kan kita harus bersiap-siap." ajak Zalfa pada kedua kakaknya.


" Baiklah, panggil mami kamu, kita berangkat sekarang." Zidan mengiyakan ajakan ketiga putrinya.


"Mami.... Ayuk pulang, kakak sama adek mau ke Bandung, mami gak ikut?" tanya Zalfa pada Nadia.