Mahawira Sang Chiran Jiwin

Mahawira Sang Chiran Jiwin
Ch 70. Lintang Ketua aliansi sekte aliran hitam



Menjelang tengah malam Rombongan sekte Tapak Besi sampai pada Gerbang sekte Kalajengking Hitam.


Wira yang sedang menjadi Lintang menyuruh Tikus Emas agar segera menghancurkan lorong bawah tanah yang merupakan jalan pelarian bagi Petinggi sekte Kalajengking Hitam.


Sementara itu, para anggota sekte Kalajengking Hitam yang bertugas mengintai setiap orang dalam radius lima puluh kilometer sudah melaporkan mengenai kedatangan rombongan sekte Tapak Besi yang dipimpin langsung oleh Ketua sektenya


Penjaga pintu gerbang sekte Kalajengking Hitam begitu melihat rombongan besar mendekat segera melaporkan kedatangan mereka pada Ketua sektenya.


Pintu gerbang sekte dibuka lebar dan beberapa tetua sekte menyambut kedatangan Ketua sekte Tapak Besi, ada beberapa tetua sekte yang merasa aneh dengan sikap Ketua sekte Tapak Besi yang biasanya dingin kenapa sekarang terlihat ramah dan murah senyum.


Wira merasakan sikap mereka sedikit janggal, kemudian berusaha untuk mencairkan suasana,


"Setiap orang bisa berubah seiring waktu," ucap Wira mencoba menghilangkan perasaan aneh dari para tetua sekte Kalajengking Hitam.


Perkataan Wira disambut oleh para tetua sekte Kalajengking Hitam dengan tawa serta mempersilahkan mereka untuk masuk ke aula pertemuan karna sudah ditunggu oleh Ketua sekte Kalajengking Hitam.


Lintang berjalan beriringan dengan pengawalnya dibelakang tetua sekte yang memimpin jalan, sampai di aula pertemuan Ketua sekte Kalajengking Hitam menerima mereka dengan ramah sambil mempersilahkan Lintang duduk disampingnya.


Para tetua sekte Kalajengking Hitam dan tetua sekte Tapak Besi saling bertukar sapa dan ngobrol ringan membicarakan berbagai hal sebelum Ketua sekte Kalajengking Hitam menyampaikan sesuatu.


Disaat mereka asik ngobrol tanpa mereka sadari Lintang, Ketua Tapak Besi menotok Dandang Gendis, Ketua sekte Kalajengking Hitam.


Lintang berdiri dari tempat duduknya,


"Aku menerima perintah dari yang mulia Raja Durgati untuk menggantikan Dandang Gendis sebagai Ketua aliansi sekte aliran hitam, dari mata-mata Raja Durgati yang ditempatkan di Kerajaan Malawa Dewa, ada indikasi bahwa Pangeran Gantar mengumpulkan kekuatan untuk melepaskan diri dari Kekuasaan kakaknya yaitu Raja Durgati, untuk itu aku ingin menegaskan disini bahwa barang siapa yang bertindak melawan Raja Durgati aku akan menghukumnya langsung," ujar Lintang.


Semua tetua sekte Kalajengking Hitam dan tetua sekte Tapak Besi bengong tanpa bersuara, mereka bingung dengan situasi terjadi, pada awalnya mereka bergabung untuk melawan aliansi sekte aliran putih malah sekarang menjadi tertuduh mengumpulkan kekuatan untuk melawan Raja Durgati.


Setelah agak tenang salah seorang tetua sekte Kalajengking Hitam berdiri,


"Apa buktinya bahwa kamu diutus oleh Raja Durgati, dan apa buktinya bahwa Pangeran Gantar melawan Raja Durgati untuk melepaskan diri dan tidak mau menjadi kerajaan bawahan Samantha Pancaka."


"Lancang... ."


Pengawal Lintang melepaskan senjata rahasia yang menembus kepala tetua yang berbicara tadi.


Seketika suasana menjadi gaduh,


"Diam... ."


Lintang berbicara pelan tapi dialiri energi yang sangat kuat hingga menekan dada mereka,


"Aku hanya bicara sekali saja, siapa yang menolak aku sebagai pemimpin aliansi sekte aliran hitam berarti menentang kekuasaan Raja Durgati, dan akan aku hukum mati saat ini juga, sebab Raja Durgati tidak mentolelir pemberontak, sekalipun itu adiknya," ujar Lintang tegas.


Para Tetua sekte Tapak Besi heran luar biasa melihat pameran tenaga dalam yang barusan diperlihatkan oleh Lintang,


"Selama ini Ketua menyembunyikan kekuatannya yang ternyata jauh diatas Ketua sekte Kalajengking Hitam," batin salah satu tetua sekte Tapak Besi bangga.


"Jika tidak ada yang bicara aku anggap kalian setuju," ujar Lintang.


"Ada lagi yang sependapat dengan tetua ini ?" tanya Lintang.


Sembilan orang tetua sekte Kalajengking Hitam lainnya ikut berdiri tanda setuju.


Ceb...ceb...ceb...


Sepuluh orang tetua yang berdiri menentang Lintang seketika tumbang terkena lemparan senjata rahasia beracun dari Lintang dan pengawalnya.


"Gerombolan pemberontak ini harus dimusnahkan sebelum menjadi besar," ucap Lintang.


Sekarang kalian dengar baik-baik,


"Beberapa hari yang lalu Raja Gantar mengirimkan pasukannya untuk memperkuat Benteng Utara yang rencananya akan menaklukkan Kerajaan Indra Pura, tetapi dua ratus ribu prajurit itu hilang tanpa bekas. Dari penelitian yang dilakukan prajurit mata-mata Raja Durgati, mereka menemukan bahwa prajurit itu di musnahkan secara diam-diam oleh Pangeran Gantar, diduga kuat Pangeran Gantar menggunakan sekumpulan para pendekar yang berilmu tinggi untuk menghabisi seluruh prajuritnya tanpa bekas, itulah sebabnya Raja Durgati mengutus aku untuk memusnahkan aliansi sekte aliran hitam yang nantinya dipergunakan untuk melawan Raja Durgati," kata Lintang memberi penjelasan.


"Jika ada lagi yang masih tunduk pada perintah Raja Gantar maka aku akan menghukumnya sekarang juga," ujar Wira.


"Kami menyatakan diri bersedia mengabdi pada Raja Durgati," ucap mereka serempak.


"Mohon maaf Ketua, selama ini kami tidak tau bahwa Pangeran Gantar akan memberontak terhadap kakaknya," ucap salah satu tetua sekte Kalajengking Hitam.


"Baiklah, sekarang kalian semua berkumpul dialun-alun dan mengucapkan sumpah setia pada Raja Durgati sebagai Penguasa Samantha Pancaka dan Malawa Dewa," ucap Lintang,


"Kalian pergi kumpulkan semua orang dialun-alun sementara aku masih ada urusan dengan Dandang Gendis," ucap Wira pada semua tetua yang hadir.


Lintang membawa Dandang Gendis, Ketua sekte Kalajengking Hitam menuju ruang pribadinya diantar salah satu murid sekte Kalajengking Hitam.


Sampai di ruangan Lintang berubah wujud menjadi Wira setelah memasang Aray Pelindung tak tembus pandang, kemudian Wira memasang Segel Jiwa Panunggalan Sukma Sejati pada Dandang Gendis dan meneteskan darahnya ditengah-tengah segel, energi yang meledak-ledak memasuki tubuh Dandang Gendis karna pengaruh esensi darah Wira, Wira melepaskan totokannya supaya Dandang Gendis bisa menyerap energi yang mengalir ditubuhnya.


Setelah satu jam Lintang keluar bersama Dandang Gendis menuju alun-alun dimana para anggota kedua sekte telah menunggu untuk menyatakan sumpah setia pada Raja Durgati.


"Para anggota sekalian tolong dengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Ketua aliansi sekte aliran hitam tuan Lintang," ucap Dandang Gendis pada anggota aliansi.


Semua orang diam setelah mendengar kata-kata dari Ketua sekte Kalajengking Hitam, Dandang Gendis.


"Setelah mendengar penjelasan yang Aku sampaikan pada Ketua sekte Kalajengking Hitam, akhirnya beliau memahami kondisi yang sebenarnya terjadi, dan beliau menerima posisi sebagai wakil Ketua aliansi sekte aliran hitam yang akan kita bentuk untuk mengabdi pada Raja Durgati, untuk itu sumpah setia dipimpin oleh beliau secara langsung," ucap Lintang.


Kemudian seluruh tetua dan anggota yang hadir melakukan sumpah setia pada Raja Durgati dan menyatakan patuh pada perintah Lintang dan Dandang Gendis sebagai Ketua dan wakil Ketua aliansi.


Sekarang dengarkan perintah dariku !, "Jika ada anggota yang berhianat atau melanggar perintah Ketua dan wakilnya, maka akan menerima hukuman mati, dalam kondisi yang penuh intrik ini kita tidak boleh mentolelir sedikitpun tindakan penghianatan, tidak boleh ada yang melakukan gerakan jika tanpa perintahku, kecuali jika aku tidak ada, komando tertinggi dipegang Dandang Gendis sebagai wakil," ujar Lintang.


Semua anggota menghormati keputusan yang disampaikan oleh Lintang karna wajar dalam keadaan darurat diambil tindakan tegas.


Selesai memberi pengarahan Wira kembali ke aula untuk menunggu sekte yang lain bergabung kedalam aliansi.


Lintang tersenyum senang karna rencananya awalnya menghancurkan aliansi sekte aliran hitam malah mendapat kekuatan untuk melawan musuh menggunakan kekuatan musuh.