Mahawira Sang Chiran Jiwin

Mahawira Sang Chiran Jiwin
Ch 56. Bertemu Putri Sekar Wangi



Setelah Nilotama dan Putri naik ke punggung Singa Emas, Wira memasang Aray Pelindung buat istrinya dan perjalanan dilanjutkan menuju Benteng Selatan.


Singa Emas terbang perlahan menyusuri lereng Gunung Giridara yang berhutan lebat, banyak hewan buas yang memiliki kekuatan setara Pendekar Raja bahkan setara Pendekar Suci, hutan disini sering didatangi oleh para pendekar yang ingin berlatih, atau datang untuk mendapatkan kristal jiwa yang ada ditubuh hewan buas.


Trang...Trang...Trang...


Suara pertarungan dibawah terdengar jelas ditelinga Wira, kesadaran Ilahi yang dimiliki oleh Wira digunakan untuk memantau keadaan sekitar, Wira berpikir hewan buas yang ada di hutan ini sangat baik untuk melatih kedua istrinya agar memiliki pengalaman dalam pertempuran yang sesungguhnya.


"Kalian turunlah, coba amati dari dekat siapa yang bertarung," Kata wira saat Singa Emas terbang rendah diatas pepohonan.


Setelah Putri dan Nilotama meloncat keatas pohon Wira mengikutinya, kemudian menyuruh Singa Emas pergi menjauh dari sana, supaya tidak membuat hewan buas disekitar hutan ketakutan.


Semakin dekat dengan suara pertarungan mereka mulai melihat dengan jelas, seorang pendekar wanita sedang dikeroyok oleh gerombolan serigala petir


Wanita dengan pakaian pendekar berwarna biru, sebuah Pedang Pusaka Bumi ada ditangannya, dia terlihat mulai kewalahan menghadapi serangan serigala petir yang berjumlah dua puluh ekor.


Pendekar wanita dengan kisaran umur sekitar tujuh belas tahun, dengan kemampuan Pendekar Raja tingkat 5, tapi nekat memasuki hutan yang terkenal dipenuhi hewan buas dengan kekuatan setara Pendekar Raja dan Pendekar Suci.


Wira dan istrinya terus mengamati pertarungan wanita muda dengan serigala petir yang semakin beringas karna beberapa diantara mereka sudah mengalami luka-luka ditubuhnya, wanita muda itu juga terlihat mendapatkan luka ringan di kaki dan lengannya, itu yang menyebabkan gerakannya sedikit terganggu.


Wira yakin tidak lama lagi jika dibiarkan wanita muda ini akan tumbang, melihat serigala petir yang rata-rata kekuatannya setara Pendekar Raja tingkat 2.


Serigala petir menyerang semakin beringas ketika mencium bau darah dari musuhnya yang terluka.


Trang....Trang....


Wanita Muda bergerak dari pohon ke pohon agar tidak terlalu banyak serigala yang menyerang secara langsung, tapi serigala petir yang terbiasa berburu secara berkelompok terus mempersempit ruang gerak pendekar wanita yang menjadi targetnya.


Trang....Trang....


Wanita Muda menangkis serangan dua serigala yang ada didepannya, satu serigala yang dari tadi terus mengincar secara diam-diam akhirnya menggigit kakinya,


Crash.....


Dengan kekuatan penuh wanita muda masih bisa menebas putus leher serigala yang menggigit kakinya, beberapa saat kepala serigala masih menempel dikakinya karna taringnya tertancap cukup dalam, wanita muda meloncat mundur untuk menjaga jarak sambil melepaskan kepala serigala dikakinya.


Sementara serigala yang lain tidak memberi peluang bagi wanita muda untuk diam barang sejenak.


Wira memberi isyarat pada kedua istrinya agar membantu wanita muda yang sudah sangat kewalahan menerima serangan serigala yang menyerang dengan terorganisir.


Melihat ada buruan yang lain muncul beberapa serigala memisahkan diri dan mulai menyerang Putri, dan Nilotama.


Dengan kemampuan Putri yang sudah level Pendekar Suci tingkat 1, serigala yang menyerangnya tidak bisa berbuat banyak, lima serigala petir sudah mati ditangan Putri sedang Nilotama sudah membunuh dua serigala petir.


Sementara itu Wira memperhatikan kedua istrinya bertarung dia merasa lega karna tidak ada kesulitan sama sekali menghadapi lawannya.


Wanita Muda masih dikeroyok oleh tujuh serigala, dengan kaki yang terluka dan terus mengeluarkan darah akhirnya dia semakin lemah.


Trang...Trang.... tangkisan yang dilakukan oleh wanita muda terhadap serangan tiga serigala didepannya membuat goyah pijakannya dan akhirnya terpeleset jatuh, Wira menggunakan langkah kilat untuk menolong wanita muda yang terjun bebas dari atas pohon.


Putri sudah membunuh delapan serigala petir yang mengeroyoknya, sementara Nilotama menghabisi tiga, sisanya lari menyelamatkan diri, melihat Wira menolong wanita muda yang terjatuh dari atas pohon mereka mendekati Wira untuk membantu menyerang serigala yang tersisa.


Bruak....


Wira berhasil menangkap wanita muda yang meluncur deras dari pohon yang lumayan tinggi, kemudian mendarat turun, namun ranting pohon tempat Wira mendarat rupanya licin karna banyak lumutnya sementara posisi Wira tidak cukup stabil karna menggendong wanita muda itu, akhirnya Wira terjatuh dan tertindih wanita muda yang berada tepat diatasnya, wajah Wira menempel dengan wajah wanita muda secara tidak sengaja.


Wira berusaha menenangkan diri, kemudian menyodorkan sebutir pil penyembuh pada wanita muda yang ternyata lumayan cantik, setelah melihat dari dekat, hampir setara dengan kecantikan Putri dan Nilotama.


"Terimakasih Tuan," ucap Wanita Muda pada Wira, sambil menunduk malu karna kejadian tadi.


"Sebaiknya segera tinggalkan tempat ini, tempat ini sangat berbahaya untukmu, setelah nanti kamu cukup kuat tempat ini cocok untuk berlatih meningkatkan naluri bertempur mu," ujar Wira memberi saran.


Sementara itu Putri dan Nilotama diam tanpa berkata apa-apa.


Wuuuusss....... wuuuusss........


Tujuh orang datang dan berdiri dekat wanita muda, tiga perempuan dan empat pria.


"Mohon maafkan keterlambatan kami Putri," ujar ketujuh orang itu.


"Kalian tidak bersalah, aku yang bersalah," ucap Wanita Muda.


"Apa yang terjadi disini ?" tanya salah seorang wanita yang baru datang tadi pada Wira.


Pertanyaan wanita tadi dijawab oleh wanita muda berbaju biru yang dipanggil Putri, dia menjelaskan semuanya agar tidak terjadi salah paham diantara mereka.


"Aku Putri Sekar Wangi, Putri Raja Bismanta," ujar Putri Sekar Wangi memperkenalkan diri.


"Datanglah ke Ibukota Kerajaan kami jika ada waktu, supaya kami bisa berterima kasih dengan pantas terhadap tuan yang sudah menolong nyawaku," Ujar Putri Sekar Wangi sopan


Hahahaha....


"Ternyata Dunia sangat sempit, aku baru saja berkunjung ke Istana dan bertemu dengan Yang Mulia Raja Bismanta, mungkin lain hari jika ada kesempatan," jawab Wira.


"Sampaikan salam hormat kami pada Yang Mulia Raja, Ucap Wira menambahkan


"Baiklah salam Tuan akan kami sampaikan pada Ayahanda Raja," balas Putri Sekar Wangi.


"Kalau boleh tahu dengan siapa kami berhadapan ?"


"Wira...., Mahawira, dari Kerajaan Malawa Dewa," jawab Wira sopan


"Maaf, kami harus cepat-cepat pergi karna ada hal yang harus aku lakukan," ucap Wira sambil mohon diri.


Suiiiit.....


Singa Emas terbang merendah, kemudian Wira merangkul kedua istrinya meloncat ke punggung Singa Emas.


Putri Sekar Wangi dan pengikutnya terkesima melihat tunggangan Wira, dan cara Wira melayang naik sambil merangkul dua wanita muda yang dari tadi bersamanya.


mereka bertanya-tanya siapa anak muda yang memiliki tunggangan unik dan kemampuan yang demikian tinggi.


"Katanya dia dapat berkunjung ke Istana kenapa kita tidak tahu ?" Putri Sekar Wangi bertanya pada pengawalnya.


"Putri sudah pergi hampir seminggu, mungkin dia berkunjung setelah Putri pergi," jawab salah seorang pengawalnya, menjelaskan rasa penasaran junjungannya.


Mereka kemudian pergi beberapa saat setelah kepergian Wira.