
Malam harinya Wira menuju kediaman Kepala Kota Awan dipimpin Kratu. Prajurit jaga menghampiri mereka ketika mereka tiba dikediaman Kepala Kota Awan.
"Ada perlu apa Tuan," penjaga bertanya ramah,
"Kami ingin bertemu dengan Kepala Kota, apa beliau ada?" Kratu menjawab sopan,
"Apa Tuan sudah ada janji dengan beliau,"
"Belum.....," kami datang hari ini, jadi belum sempat membuat janji, kamu sampaikan pada kepala kota ada yang ingin bertemu dengannya, kata Kratu sambil menunjukkan lencana Pengawal Bayangan.
"Silahkan masuk tuan, biar saya sampaikan kedatangan tuan pada Kepala Kota," jawab prajurit buru-buru begitu melihat lencana Pengawal Bayangan.
Salah satu prajurit jaga mengantar rombongan Wira menuju ruang tamu, sementara prajurit lainnya memberi tahukan kedatangan Pengawal Bayangan pada Kepala Kota.
"Selamat datang Tuan Kratu" Kata seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan,
"Mohon maaf kami berkunjung malam hari, mengganggu istirahat Kepala Kota," Balas Kratu
"Tidak masalah Tuan Kratu, pasti ada sesuatu yang penting yang membuat tuan berkunjung kemari, dan siapa saja yang ikut bersama tuan ?" tanya Kepala Kota
"Kami berdua mengawal Pangeran Mahkota, Putri Citra Sasmita dan Nona Nilotama, putrinya Panglima Ringkin" jawab Kratu memperkenalkan rombongannya
"Hamba Mahardika Kepala Kota Awan memberi hormat pada Pangeran Mahkota, Putri dan Nona Muda," Kata Kepala Kota sambil membungkuk hormat
"Mohon penjelasannya Putri ?, hamba lancang... ," ucap Kepala Kota, mohon penjelasan karna Raja Wreksasena tidak memiliki putra, tiba-tiba ada Pangeran Mahkota.
"Kanda Mahawira adalah suami kami berdua, Kanda Mahawira diangkat menjadi Pangeran Mahkota oleh Ayahanda Raja atas Persetujuan Pelindung Agung dan para Pembesar Kerajaan, kedatangan Kanda Pangeran kesini untuk mengetahui keadaan Malawa Dewa secara langsung," Putri Citra Sasmita menjelaskan.
"Mohon maafkan kelancangan hamba Pangeran Mahkota," Kepala Kota berkata hormat.
"Tidak usah diperpanjang lagi Kepala Kota," jawab Wira.
Wira meminta informasi mengenai kondisi terkini Kerajaan Malawa Dewa, dan kekuatan musuh, serta sikap rakyat pada penguasa baru.
Mereka diskusi sampai jauh malam.
"Kepala Kota bisakah merekrut prajurit sebanyak-banyaknya, tetapi tetap terapkan standar sesuai kwalitas yang memadai, kemudian wadahi mereka yang bersimpati dengan perjuangan kita, supaya pergerakan mereka sesuai dengan strategi yang kita terapkan. Sebarkan informasi dimasyarakat bahwa Raja Wreksasena segera akan melakukan perlawanan balik dan persiapan sudah matang tinggal menentukan waktunya. Para pendekar yang bersimpati dengan kita supaya dipimpin oleh Paman Sarwadahana dan paman Kratu, untuk perekrutan prajurit ku serahkan tanggung jawabnya pada Kepala Kota." demikian Wira memberi tugas pada mereka.
"Mohon maaf Pangeran, untuk merekrut prajurit dalam jumlah yang besar perlu biaya yang tidak sedikit, dan mata-mata musuh pasti mengetahui ketika kita merekrut prajurit dalam jumlah yang besar," Kepala Kota menyampaikan pendapatnya.
"Untuk masalah biaya aku akan memberikan paling lambat tujuh hari, masalah perekrutan prajurit katakan untuk kepentingan keamanan jika ada pembesar kerajaan yang datang menanyakan, kalau mereka datang untuk menggempur Kota Awan mereka masih memiliki prioritas yang lebih mendesak, mereka lebih fokus untuk menjaga kota dan benteng perbatasan." Wira menjelaskan.
Aku akan mengunjungi Ibu Kota Kerajaan untuk melihat situasi disana," Wira menambahkan
"Maaf Pangeran, tugas kami untuk mengawal Pangeran Mahkota, Putri dan Nona ?"
Sarwadahana menjelaskan kekhawatirannya.
"Percayalah pada Kanda Wira paman," kata Putri Citra Sasmita ikut meyakinkan.
"Paman sebaiknya tetap disini, tak perlu ikut ke penginapan, kami akan ke Ibukota Kerajaan besok pagi, makin cepat tugas dilaksanakan makin baik," Kata Wira menyemangati.
"Satu lagi Pangeran, untuk apa menyebarkan informasi tentang kesiapan Raja untuk merebut kembali Kerajaan?" Tanya Kepala Kota penasaran.
"Begini Kepala Kota, Pertama, ketika masyarakat mengetahui bahwa Raja baik-baik saja dan memiliki kekuatan yang cukup untuk membebaskan rakyat dan memimpin kerajaan kembali, rakyat akan memiliki keberanian untuk melawan dan kekacauan akan muncul dimana-mana akibat perlawanan rakyat.
Kedua para pendekar yang pada awalnya takut-takut untuk berjuang akan terpompa keberanian mereka dan itu memudahkan kita untuk merekrut prajurit dan para relawan.
Ketiga, kekuatan lawan akan semakin melemah karna perlawanan rakyat diberbagai tempat.
Kepala Kota dan kedua Pengawal Bayangan puas akan penjelasan yang disampaikan Wira hingga lebih antusias untuk melakukan tugas yang diberikan kepadanya.
Setelah Wira selesai menjelaskan semua strateginya kemudian Wira mohon diri untuk kembali ke penginapan.
Sampai di penginapan Wira membawa kedua istrinya masuk ke Dimensi Jiwanya, setelah memasang Aray pelindung di kamarnya.
"Kalian akan berlatih disini selama 3 bulan di dunia luar, sama dengan tujuh tahun lebih disini, setiap saat kanda akan datang untuk memberi petunjuk, setiap saat kalian berendam di danau emas untuk meningkatkan kultivasi kalian di imbangi dengan penempaan tulang selama setahun," Kata Wira sambil menjelaskan tehnik Penempaan Tulang dan buah-buahan ajaib yang sesuai untuk dikonsumsi.
Wira memasang tirai pelindung dibangunan kecil yang ada di pinggir danau tempat biasa istrinya berkultivasi setelah berendam di danau emas.
Selesai memasang tirai Wira mengatakan pada kedua istrinya akan keluar dari Dimensi Jiwanya, menuju ke Ibukota Kerajaan.
"Lebih baik istirahat sebentar kanda, bukankah sehari disini kurang dari satu jam di dunia luar," Kata Putri
"Baiklah.....," Wira membawa kedua istrinya kedalam kamar Istana Giok untuk beristirahat.
Wira tidur nyenyak di pelukan kedua istrinya, kedua istri Wira mulai bisa menikmati tidur sambil mendekap Wira, mereka menjadi sangat rileks karna mendapat aroma terapi dari aroma wangi Cendana yang lembut terpancar dari tubuh Wira.
Setelah beristirahat cukup Wira bangun bersama istrinya dan memetik buah-buahan untuk dimakan sambil menjelaskan nama-nama tumbuhan yang ada dipinggir danau beserta fungsi dan manfaatnya.
"Tanaman ini sudah mulai berevolusi karna menyerap energi yang ada didalam danau emas, kalian akan semakin cepat naik level jika kalian rajin berlatih sambil terus mengkonsumsi buah ajaib ini," Wira menjelaskan pada kedua istrinya
Selesai makan buah-buahan bersama istrinya wira keluar dari Dimensi Jiwanya kemudian pergi dari penginapan menuju hutan dekat gerbang timur Kota Awan.
Wira mengeluarkan Singa Emas dan terbang menuju Ibukota Kerajaan.
"Pelan saja..., Penting bagi kita untuk mengenal wilayah kerajaan ini lebih banyak, untuk memudahkan pergerakan kita nanti," Kata Wira pada Singa Emas lewat telepati.
Singa Emas terbang sangat tinggi supaya tidak terlihat, untuk menghindari kegaduhan sesuai saran Wira.
Sekitar sehari Wira melakukan perjalanan diatas langit bersama Singa Emas, akhirnya di kejauhan nampak samar-samar Ibukota Kerajaan Malawa Dewa, Wira terus menyuruh Singa Emas terbang perlahan sambil melihat tempat yang sepi didekat Ibukota.
Wira melihat hutan yang cukup luas sekitar 30 kilo diluar Ibukota Kerajaan, dia menyuruh Singa Emas berhenti Wira melayang turun setelah memasukan kembali Singa Emas ke dalam Dimensi Jiwanya.