
Tak jauh berbeda dengan Gabriel dan teman-temannya, kini di sekolah Kevin juga semakin serius dalam berlatih bola basket. Tak sedikit nasihat bahkan kritik yang dilayangkan oleh pelatih basket pada Kevin dan timnya.
"Untuk Kevin sudah bagus latihannya, sisa kita perkuat kerjasama antar tim. Dan untuk yang lain, terus semangat dan serius dalam berlatih. Sekian untuk latihan hari ini, kita lanjutkan nanti di hari besok" Ucap sang pelatih ketika Kevin dan timnya sedang beristirahat.
Kevin dan timnya kompak menjawab dan setelah itu sang pelatih meninggalkan mereka karena memang latihan hari ini telah usai.
Tak lama ketika pelatih mereka pergi, dari arah yang berlawanan ada beberapa siswi yang berjalan mendekat ke arah Kevin dan juga timnya sambil membawa kresek yang isinya ada air mineral untuk mereka minum.
"Nih minumannya,, dibagiin juga buat yang lain" Ujar Gisya yang merupakan ketua cheerleader di sekolah mereka.
"Makasih ya Gi, Lo emang terbaik dah" Ucap salah satu dari teman Kevin.
Gisya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanpa berniat untuk membalas ucapan lawan bicara. Saat ini yang menjadi fokusnya adalah Kevin yang tak meminum air mineral tersebut. Gisya mengerutkan keningnya bingung lantaran sikap Kevin yang tidak biasanya itu.
"Kenapa gak diminum airnya? Gue gak naruh racun didalam air Lo" Ucap Gisya yang saat ini sudah duduk di samping Kevin.
"Makasih" Balas Kevin setelah itu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan teman-temannya.
Mendapati sikap dingin Kevin padanya membuat Gisya merasa kesal sendiri, kenapa sesulit itu mendekati Kevin. Dari sejak mereka kelas satu, Gisya sudah menaruh rasa pada Kevin tetapi sayangnya Kevin tak pernah peduli soal perasaan Gisya padanya.
"Gue sama Alan duluan ya guys, semangat buat besok" Ujar Vino pada teman-temannya.
Mendengar penuturan tersebut, sontak Alan pun ikut berdiri dari duduknya dan segera pergi menyusul Kevin yang entah pergi kemana.
"Tuh anak kalau mau pergi suka gak pamit, gue jadi gak enak sama yang lain" Omel Vino saat tak mendapati sosok Kevin dalam ruang ganti tersebut.
"Lo kaya baru kenal dia aja,,udah kita ganti baju dulu setelah itu baru nyariin dia. Paling dia lagi ditempat biasa" Ujar Alan yang kemudian mengambil tas berisi pakaian sekolah itu.
Vino hanya bisa menghela napasnya gusar, mengiyakan ucapan Alan lantas dia pun bergegas mengambil tas berisi pakaian sekolahnya.
Sementara orang yang sedang dicari keberadaannya itu sedang duduk anteng di kursi sofa yang sudah ada dan telah menjadi hak milik ketiga sahabat tersebut.
"Gue tiba-tiba jadi kangen sama Lo Sya" Ucap Kevin dengan pelan.
Entah bagaimana perasaannya saat ini, tapi yang Kevin tahu untuk saat ini dia merasa rindu pada sosok Tasya yang tak akan mungkin bisa kembali dia raih.
Tenggelam dalam lamunannya, Kevin tak sadar akan kedatangan dua sahabatnya.
Tak
"Akhh sakit bego" Ringis Alan sambil mengusap pelan dahinya yang baru saja kena pletak dari Vino.
"Lagian Lo juga kampret, lagi gak liat tuh si bocah lagi mikirin sesuatu yang kayaknya serius banget" Omel Vino sambil menatap jengah ke arah Alan.
Keributan keduanya tak membuat Kevin sadar sedikitpun, malahan yang ada Kevin semakin jauh tenggelam dalam lamunannya dalam keadaan yang sudah menutup mata.
Mendekat ke arah Kevin, kedua anak cowok tersebut lantas langsung duduk di samping kiri kanan Kevin.
Sadar akan sesuatu sontak Kevin membuka kedua matanya, dia lantas menengok kiri dan kanannya yang ternyata adalah kedua sahabatnya.
"Lo lagi ada masalah ya Vin?" Tanya Vino tanpa memandang ke arah Kevin.
Tak langsung menjawab, Kevin malah balik bertanya kepada dua sahabatnya.
"Lo berdua sejak kapan disini?"
"Yee ditanya malah balik nanya!" Oceh Alan sambil mendelik kesal ke arah Kevin.
Kevin hanya mengangkat kedua bahunya pertanda dia tidak peduli akan kekesalan Alan padanya.
"Lagian Lo asik banget sama lamunannya sampe gak sadar kalo kita berdua udah dari tadi merhatiin Lo" Ujar Vino lantas membawa tatapan matanya ke ara Kevin.
"Gue gak ada masalah apapun, gue cuma lelah aja sama latihan hari ini" Jelas Kevin sambil mengambil air mineral dan meminumnya.
Mendengar jawaban Kevin, entah itu jawaban yang benar atau hanya alasan untuk menghindari pertanyaan selanjutnya membuat Alan dan Vino kompak menganggukkan kepala. Mereka tak ingin terlalu memaksa agar Kevin mau terbuka dengan mereka,,mereka hanya bisa menunggu sampai Kevin sendiri yang mau bercerita kepada mereka.
.....
**Up juga😁
See you next part guys 🤗**