
Setelah mendapat wejangan panjang lebar dari guru BK, baik Kevin maupun Kai berjalan keluar sambil melempar tatapan sinis keduanya.
"Oi Vin, gimana tadi ceramahnya? Bagus dan bermanfaatkan?" Tanya Vino setelah Kevin berdiri tepat di hadapan dia dan juga Alan.
"Heh, lo kira gue ikut pengajian sampe harus dengar ceramahan" Omel Kevin.
Sedangkan Vino dan Alan hanya bisa tertawa puas karena berhasil menggoda si most wanted yang satu ini. Melihat tingkah laku kedua sahabatnya itu membuat Kevin semakin merasa kesal saja, alhasil tanpa berucap sepatah katapun Kevin memilih berlalu dari hadapan keduanya.
"Jan ngambek atuh babang Kevin" Teriak Alan tanpa perduli dengan keadaan koridor yang terdapat beberapa siswa yang berlalu lalang.
Aksi teriak Alan tersebut langsung mendapat tatapan tajam dari Kevin dan juga hadiah tabokan pedas dari Vino yang tepat mengenai bahu kirinya.
"Teriak boleh, tapi liat keadaan dulu bego" Kata Vino usai menabok bahu kiri si kampret Alan.
Kevin sendiri sudah berjalan jauh meninggalkan dua sahabat tak tau di untung itu karena masih merasa kesal.
.....
"Si bocil kemana sih? Nih anak kalo main petak umpet emang juara sih" Ungkap Niko yang tiba-tiba merasa pusing karena tidak berhasil mengetahui keberadaan si bocil alias Naura.
"Jangan banyak bacot lo. Lo yang berbuat, kita semua malah ikut disalahin" Imbuh Vito sambil menatap Niko dengan tatapan kesalnya.
Ucapan Vito barusan mendapat dukungan dari ketiga orang yang sama halnya menatap Niko dengan tatapan kesal.
"Ya ampun iya-iya gue salah. Ntar gue minta maaf deh sama bocil, tatapan kalian udah kayak mau nelan aku hidup-hidup aela" Seloroh Niko sambil tersenyum guna menghilangkan aura intimidasi dari keempat sahabatnya itu.
Setelah mendengar perkataan Niko barusan, kelima sahabat tersebut dibuat kaget oleh suara cempreng si bocil alias Naura yang tiba-tiba sudah berada di belakang kelima cowok tersebut.
"Niko kampret, bocil pala lo tuh" Sentak Naura dengan wajah kesalnya.
Kompak kelima cowok tersebut langsung berbalik untuk melihat si tersangka utama yang sudah membuat mereka kaget tiba-tiba itu.
"Neng cantik, lain kali kalo mau ngagetin pake salam dulu yah" Ujar Vito sambil mengelus pelan dadanya.
Mendengar ucapan Vito barusan, Naura sontak memperhatikan kelima cowok tersebut dengan raut wajah tanpa berdosanya.
"Ngapain kaget? Orang gue cuma menyampaikan aspirasi gue karena gak terima nih manusia Nikonino ngatain gue bocil" Ungkap Naura setelah menelisik keadaan lima cowok tersebut.
"Makanya jangan suka ngagetin. Dan tadi apa? Nikonino? Lo kira gue permen apa?!" Cecar Niko yang kesal mendengar kata-kata Naura.
Aksi keduanya membuat keempat cowok lainnya geleng-geleng kepala. Sehari saja kedua manusia tersebut tidak adu bacot maka dunia berasa tidak asik.
.....
Tasya saat ini sedang berada di toilet atau lebih tepatnya sedang menemani Rissa yang sedang mencuci tangannya usai melakukan ritual BAK.
"Jadi serius nih kamu sama Kak Biel udah resmi pacaran?" Tanya Rissa meskipun sudah tahu jawaban dari Tasya.
"Serius lah Sa. Baru aja semalam aku berani meluk Kak Biel" Jujur Tasya tanpa menyadari jawabannya barusan malah membuat Rissa heboh.
"HAH? Udah berani nih ceritanya? Wih kalah dong aku" Serobot Rissa sambil menyemprot air di tangannya ke wajah Tasya.
Saat tersadar dari ucapannya, wajah Tasya langsung memerah.
"Jangan bilang siapa-siapa ya Sa. Kog aku jujur banget sih" Usai mengatakan hal itu, Tasya langsung berjalan keluar dari toilet meninggalkan Rissa sendiri.
"Heh tungguin aku. Main pergi aja nih anak" Omel Rissa yang langsung bergegas mengejar Tasya yang sudah agak jauh itu.
......
Hai hai hai
Apa kabar nih? Kalian baik-baik aja kan?
Aku harap kalian semua baik-baik aja😇
Maaf yah aku baru bisa up sekarang🙏🤧
Tapi tenang aja, meskipun begitu aku tetap usahain buat terus lanjutin nih cerita😊
Semoga kalian tetap stay ya sama cerita aku yang satu ini🥰
See you next part guys😌