
Selama mereka makan di kantin, Gabriel tak henti-hentinya menggerutu, membuat kedua anak hawa yang sedang duduk tepat didepannya menatap heran serta bingung. Pasalnya yang mereka dengar itu tidak jelas suaranya.
"Kak Biel kenapa sih? Perasaan sejak tadi ngomel-ngomel gak jelas mulu" Bisik Tasya pada Rissa.
"Gak tau. Nanya aja langsung sama orangnya" Timpal Rissa sambil berbisik pula.
"Dih yang ada nih nanti aku kena semprot juga" Seloroh Tasya yang tidak terima dengan ide Rissa.
"Kalian berdua lagi gosipin aku ya?" Sela Gabriel tepat ketika dia menyadari bahwa ada dua makhluk cantik yang sedang duduk bersamanya.
"Hehehe gak kog kak. Kita lagi ngomongin tugas" Bohong Tasya sambil menggoyangkan tangannya didepan. Dia jadi takut, pasalnya Gabriel menunjukkan tatapan intimidasi kepada mereka.
"Kelihatan banget ya bohongnya" Seloroh Gabriel sambil menarik pelan hidung Tasya.
"Udah ihh kak Biel. Ntar bisa memerah hidung aku" Rengek Tasya sambil melepas tangan Gabriel yang masih setia di hidungnya.
Belum sempat Gabriel membalas perkataan tersebut, ternyata sudah didahului oleh Rissa.
"Ya ampun. Oii bisa gak jangan terlalu mesra? Masih ada aku nih. Romantis iya,pacaran kagak! Kapan nih jadiannya?" Sewot Rissa sambil menatap kesal ke arah Tasya dan Gabriel.
Mendengar penuturan Rissa, Gabriel merasa tersentil dihatinya. Inginnya segera, tetapi tidak tau dengan Tasya.
Tasya sendiri langsung terpaku. Keduanya tiba-tiba menjadi canggung. Tasya yang kikuk, membuat Gabriel jadi tersenyum kecil. Menurutnya Tasya terlalu menggemaskan ketika kikuk.
"Yaelah gak usah kikuk gitu juga kali maemunah" Cerocos Rissa yang sadar akan perubahan sifat Tasya yang tiba-tiba itu.
"Iiih Rissa apaan sih. Siapa juga yang kikuk" Kesal Tasya pada sahabatnya itu.
Tawa Rissa pecah seketika. Bukan apa, hanya saja dia merasa lucu dengan sahabatnya itu. Mulutnya berkata lain, tetapi tidak dengan wajahnya yang tak pandai berbohong itu.
"Udah, gak usah digodain mulu anak orang, ntar nangis dia" Lerai Gabriel yang malah semakin menyulut rasa kesal Tasya.
Rissa semakin tertawa lebar. Lain hal dengan Tasya yang langsung melotot ke arah Gabriel.
"Kak Biel nyebelin. Tau ah males tanggapin kalian" Kesal Tasya yang langsung beranjak dari tempatnya.
"Eh eh mau kemana? Belum habis tuh makanannya" Tahan Rissa sambil menahan tangan sahabatnya itu.
Gabriel sendiri hanya menonton gratis kelakuan keduanya. Dia tidak terlalu panik jika Tasya merajuk, dia sudah punya cara jitu untuk membujuk gadis pujaannya itu.
"Makan aja semuanya. Aku mau cari sahabat baru" Ketus Tasya langsung melangkah pergi.
Sementara Rissa langsung membulatkan matanya tatkala mendengar jawaban Tasya yang tak terduga. Gabriel hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil mendengar perkataan Tasya.
"Ehhh tungguin. Aaah jangan ngambek, besok aku traktir deh" Bujuk Rissa setelah izin pada Gabriel untuk mengejar Tasya.
Mereka berdua berjalan tanpa memedulikan Gabriel yang masih duduk anteng ditempatnya itu. Tak lama setelah itu, dia juga langsung beranjak untuk mengejar kedua anak hawa yang sudah keluar dari area kantin.
Sementara di kantin Kevin sedang terjadi keributan karena sedang terjadi perkelahian antara dua orang anak.
Bugh
Bugh
Dua pukulan melayang tepat dipipi kiri Kai. Pelakunya sudah pasti Kevin.
Bugh
Bugh
Kai membalas pukulan Kevin tepat di arah perutnya.
Keributan terus lanjut tanpa ada yang berani melerai keduanya.
"Sialan lo" Maki Kevin pada Kai.
"Memang itu kan kebenarannya? Lo terlalu lemah untuk jadi ketua tim basket" Balas Kai sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
Perkataan Kai malah semakin menyulut emosi Kevin. Tanpa menunggu lama, Kevin kembali melayangkan pukulannya kepada Kai. Tidak tinggal diam, Kai juga membalas pukulan Kevin.
"Berhenti" Teriak guru olahraga di antara kerumunan tersebut.
Sontak Kevin dan juga Kai langsung menghentikan aksi baku pukul di antara keduanya.
Pak Joni selaku guru olahraga, langsung mendekat dan menatap garang keduanya.
"Ikut bapak ke ruang BK" Perintah pak Joni tanpa mau dibantah.
"Silakan yang lain kembali ke meja masing-masing" Lanjutnya.
Setelah itu ketiganya berjalan ke arah ruang BK. Sempat terjadi aksi saling dorong di antara keduanya, tetapi dihentikan oleh suara marah pak Joni.
.....
Oke segini dulu untuk partnya. Maaf ya aku updatenya udah malam banget🙏
Hari ini aku mengalami hari buruk. Dimana mood aku sedang diuji gitu. Aihh jadi curhat aku🤦♀️ intinya gitu deh, lagi di fase perubahan mood yang tiba-tiba.
See you next part ya guys
Sehat selalu kalian semua🥰😇