Love Hurts

Love Hurts
Gabriel dan Tasya



Penjelasan Kevin rupanya memakan waktu yang lumayan, tanpa mereka sadari malam telah menyapa mereka. Alhasil mereka melewatkan makan siang, dan berakhirlah mereka di meja makan guna mengisi perut mereka yang sudah keroncongan itu.


"Makan yang banyak nak. Badan kamu kurusan" Suara Diana membuat Kevin sedikit salah tingkah.


"Iya tante" Jawab Kevin.


Mikhael, Nathan, dan juga Tasya saling melempar tatapan. Entah apa yang sedang ketiga orang itu bicarakan melalui tatapan itu.


"Kevin doang nih yang di perhatiin? Anak sama suaminya dilupain" Protes Nathan setelah meneguk setengah air minumnya.


Mendapati protes Nathan, seketika Diana menatap ke arah tiga orang tersayangnya. Sontak Diana tersenyum lebar karena raut wajah ketiga orang tersebut seperti orang yang kurang perhatian.


"Mama baru perhatian ke Kevin aja wajah kalian udah pada manyun gitu,, apalagi kalo sampe mama perhatian sama menantu-menantu mama" Ceplos Diana yang berhasil membuat keempat orang di meja makan tersebut melebarkan bola matanya.


Uhuk, uhuk


Bahkan saking kagetnya, Mikhael terbatuk usai mendengar perkataan isterinya.


"Mama apa-apaan sih,, kog tiba-tiba malah bilang menantu. Orang aku masih sekolah juga" Sewot Tasya karena tak terima dengan ucapan mamanya.


"Lah kan memang seperti itu. Tapi dalam kurun waktu yang lama bukan sekarang ih" Jelas Diana dengan senyum kecilnya.


Setelah itu tidak ada yang bersuara lagi. Semuanya asik dengan makanannya.


....


Tak jauh berbeda dengan keluarga Danegar, saat ini Gabriel dan keluarganya juga sedang menikmati makan malam mereka.


"Biel,, nanti ajak Tasya kesini lagi ya. Mama mau minta tolong buat ngasih nilai sama kue mama nanti. Mama baru belajar buat resep kue baru loh" Pinta Aulia pada Biel dengan mata binarnya.


"Baru beberapa hari yang lalu ketemu, kog sekarang udah mau kesini lagi sih Bun?!" Balas Gabriel.


"Heh! Emang kalo kesini harus pake dihitung segala apa?!" Protes Aulia dengan mata melotot ke arah Gabriel.


"Iyain aja, ntar kalo gak diiyain malah dipaksa terus" Dengan lesu Gabriel mengiyakan permintaan bundanya itu.


Senyum lebar terpatri di wajah Aulia. Sudah tidak sabar bertemu lagi dengan Tasya.


"Memangnya Tasya itu siapanya abang?" Tanya Arlo yang sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan isteri dan anaknya.


"Calon menantu ayah" Jawab Aulia dengan cepat.


Uhuk,, uhuk


Suara batuk itu keluar dari mulut Arlo serta mata yang sudah melotot ke arah Gabriel. Sementara Gabriel hanya memasang senyum termanisnya usai mendengar jawaban bundanya.


"Abang apain anak orang?! Jangan macam-macam ya bang. Gak inget ada kalo kamu masih ada adek?!" Tanya Arlo usai mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena batuk.


"Dih ayah kog malah nuduh sih. Abang gak macam-macam kog,, cuma satu macam aja." Jawab Gabriel tanpa menghiraukan wajah ayahnya yang sepertinya sudah memerah karena menahan emosi.


"Udah Yah. Biel gak apa-apain anak orang. Nanti deh ayah kenalan sama Tasya biar ayah tau sendiri gimana anaknya" Lerai Aulia yang memang peka terhadap perubahan wajah suaminya.


Arlo langsung menghela nafas leganya.


Usai dengan urusan makan tadi, kini Gabriel sedang duduk di kursi belajarnya yang ada di dalam kamar. Gabriel mengambil HPnya dan berniat untuk mengirim pesan kepada kekasihnya.


📨📨


Cil


Lagi ngapain? Udah makan belum?


Senyum manis itu tak pernah lepas usai mengirim pesannya. Jatuh cinta ternyata seindah ini. Selalu membuat jantung berdebar-debar.


Ting📩📩


Apaan sih kak. Aku bukan bocil yaa😤


Lagi kesel sama kak Biel😌


Gabriel terkekeh pelan usai membaca balasan pesan dari Tasya. Menggemaskan sekali menurut Gabriel. Tak butuh waktu lama jari-jarinya sudah bergerilya mengetik balasan pesan buat Tasya.


📨📨


Emang kamu bocil. Bocil kesayangan aku😙🖤


Gak usah kesel-kesel, nanti keselek😆


Sementara itu si penerima pesan yang tak lain adalah Tasya membrengut kesal usai membalas pesan Gabriel. Tapi tak lama setelah itu, pesan yang baru dikirim oleh Gabriel membuat Tasya tersenyum malu-malu.


"Kak Biel apaan sih! Suka banget buat wajah aku memerah" Omel Tasya setelah membaca pesan tersebut.


Ting📩📩


Gak usah senyum-senyum gitu. Ntar gak bisa tidur baru tau rasa🤪


Baru saja dibuat melayang, eh sekarang malah dibuat kesal lagi.


📨📨


Kayaknya salah kirim deh kak😌


Coba periksa dulu nomornya.


Setelah membuka dan membaca pesan Tasya membuat Gabriel langsung menelfonnya. Percakapan keduanya berakhir karena Tasya yang sudah tertidur ditemani Gabriel diseberang telfon.


Terimakasih telah membuka hati untuk aku Sya. Aku bakal buat kamu bahagia dan lupain semua kenangan kamu sama Kevin. Monolog Gabriel dalam hati💗😌


.....


Update👐


See you next part guys


Sehat selalu kalian semua