Love Hurts

Love Hurts
Akhirnya Bertemu Tasya



"Bang El,,,, Bang El,,,, Bang El"


Teriakan keras itu membuat Gabriel maupun Tasya terlonjak kaget. Bahkan dengan kompak kedua anak manusia itu spontan membawa arah pandangan mereka ke asal suara tersebut.


Gabriel hanya bisa mengelus dada ketika mendengar suara teriakan adiknya itu. Sementara Tasya sendiri malah menatap takjub ke arah bocah yang diperkirakannya berumur 2 atau 3 tahunan itu. Setelah berhasil mengontrol rasa kagetnya tadi, Tasya malah memberikan reaksi lain yang membuat Gabriel semakin bertambah rasa cintanya.


"Ya ampun gemoy banget sihh. Itu pipinya kaya bakpao aja. Pengen cubit" Ucap Tasya yang heboh sendiri.


Tanpa menunggu Gabriel mempersilahkan, Tasya langsung bergerak menuju bocah kecil yang sedang berdiri didepan pintu bersama dengan seseorang yang tidak dikenali Tasya. Tasya bahkan langsung mencubit pipi bocah tersebut ketika dia sudah berjongkok tepat didepan bocah tersebut.


"Ihh gemesnya. Mau bawa pulang aja. Boleh gak kak Biel?" Cerocos Tasya sambil bertanya kepada Gabriel tanpa memandangnya.


Tasya sampai mengira jika yang berdiri di samping bocah tersebut adalah Gabriel.


"Gak mau. Maunya sama bang El aja" Timpal bocah tersebut yang belum dikenalkan Gabriel pada Tasya.


"Yaudah kalo gitu kita bawa kak Biel aja" Balas Tasya yang masih belum sadar dari rasa takjubnya.


"Gak boleh. Bang El cuma buat Ella aja" Protes bocah tersebut yang tidak terima dengan perkataan Tasya mengenai Gabriel.


Sontak Tasya langsung tersenyum semakin lebar ketika mengetahui nama dari bocah tersebut.


Ekhem.


Deheman Gabriel yang cukup keras itu langsung menyadarkan Tasya dari dunianya dengan Ella. Sadar dari rasa takjubnya, Tasya langsung mendongak dan melihat siapa yang sedang berdiri di samping Ella.


Blush.


Wajah Tasya malah memerah setelah melihat wanita paruh baya yang sedang berdiri di samping bocah menggemaskan itu. Dia sampai tidak memperhatikan keadaan di sekitarnya karena terlalu asik dengan Ella.


Tanpa menunggu diperintah, Tasya langsung bangkit berdiri dengan wajah yang masih memerah antara malu dan juga bingung. Sedangkan wanita paruh baya itu hanya tersenyum melihat tingkah malu-malu Tasya itu.


"Bunda" Panggil Gabriel kepada wanita paruh baya tersebut.


Belum hilang sepenuhnya rasa takjub Tasya, dia malah dibuat kaget lagi dengan sapaan Gabriel kepada wanita paruh baya yang saat ini kembali menatapnya setelah melirik ke arah Gabriel.


"Kkkk. Gak usah bingung gitu Sya. Kamu terlalu asik sama Ella sampe gak nyadar ada orang lain disini" Seloroh Gabriel membuat Tasya malah mengerucutkan bibirnya karena kesal.


"Ini bunda aku. Dan bocah gemoy yang kamu bilang itu, adik aku. Namanya Ella" Jelas Gabriel sambil menatap ke arah bunda dan juga adiknya.


Sedangkan Tasya sendiri hanya bisa melongo. Antara kaget dan juga takjub. Pasalnya selama kenal dengan Gabriel, dia tidak terlalu banyak bertanya tentang keluarganya. Meskipun akhir-akhir ini mereka sering bersama.


"Jadi ini yang namanya Tasya itu?" Tanya bunda Aulia kepada Gabriel.


"Astaga bunda sampi lupa" Bunda Aulia malah menepuk jidatnya pelan.


"Yaudah masuk dulu. Biar lebih enak ceritanya kalo udah di dalem. Yuk" Ajak bunda Aulia yang langsung mempersilahkan Tasya dan juga Gabriel untuk segera masuk ke dalam rumah.


Setelah dipersilahkan duduk, Tasya yang memang masih sedikit terkejut dengan kejadian barusan malah terdiam lama. Dia jadi bingung harus bersikap seperti apa.


"Gak usah sungkan begitu sayang. Bunda gak makan orang kog" Suara bunda Aulia yang mengagetkan Tasya dari lamunannya.


"Ehhehe iya Tan.." Balas Tasya yang malah gugup.


"Gak usah panggil tante. Panggil bunda aja kaya Gabriel dan juga Ella" Potong bunda Aulia yang mengerti jika Tasya akan memanggilnya tante.


"Emang boleh?" Tanya Tasya dengan gamblang. Hal itu membuat bunda Aulia dan juga Gabriel malah tertawa lucu, sedangkan Ella hanya menatap bingung ke arah Tasya.


"Bener kata kamu El. Ternyata dia orangnya gemesin banget. Kaya Ella aja" Ungkap bunda Aulia kepada Gabriel setelah tawanya mereda.


"Emang mirip Ella kog bunda" Balas Gabriel sambil mencubit pelan pipi Tasya yang sedang duduk manis di sampingnya.


Tasya menjadi kesal sendiri dengan pertanyaan gamblangnya itu.


"Gak usah panggil tante, panggil bunda aja ya cantik" Ulang bunda Aulia pada Tasya.


"Ehhe i,iya tan,, eh maksud aku bunda" Balas Tasya sambil menyikut pelan perut Gabriel yang saat ini masih terkekeh.


"Yaudah kalo gitu. Aku tinggal bentar. Kamu sama bunda dan Ella dulu. Aku mau ke kamar. Mau beberes juga" Ucap Gabriel yang langsung berdiri dari duduknya itu.


Tanpa menunggu persetujuan dari orang-orang yang ada disitu, Gabriel bergegas cepat ke kamarnya. Dia juga sudah merasa gerah dan ingin segera membersihkan tubuhnya.


.....


Oke segini dulu untuk part kali ini.


Maaf ya aku upnya lama🙏


See you next part guys


Sehat selalu kalian semua😇


Jangan lupa saran dan juga masukanya 🙏