Love Hurts

Love Hurts
Tasya dan Gabriel



Usai makan malam, mereka langsung duduk santai diruang keluarga. Setelah berbincang ringan, Tasya izin untuk kembali ke kamarnya.


"Ma, Pa" Panggil Tasya


Kedua orangtuanya spontan menatap ke arah Tasya. Seakan mengerti tatapan kedua orangtuanya, Tasya langsung mengutarakan niatnya untuk balik ke kamar.


"Tasya mau ke kamar, mau ngerjain tugas yang belum kelar" Sambung Tasya.


"Iya sayang, semangat belajarnya biar tambah pinter anak mama" Seloroh mama Diana sambil mencubit gemas pipi Tasya yang sedang duduk disampingnya.


Setelah mama Diana melepaskan tangannya dari pipi Tasya, segera saja Tasya berdiri dan beranjak untuk segera ke kamarnya.


**


Didalam kamar Tasya sedang berpacu dengan tugasnya, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan Tasya yang sedang fokus dengan tugasnya itu.


Ting,,,


Bunyi notifikasi HP Tasya. Tanpa menunggu lama Tasya langsung membaca pesan yang dikirim dari seseorang yang membuat dia tersenyum kecil.


📩📩


Syaaaaaaa


Lagi ngapain? Aku ganggu gak?


Tasya yang sudah membaca pesan tersebut, lantas membalas dengan candaan yang malah di anggap serius oleh orang yang mengirimi pesan kepada Tasya.


📨📨


Lagi ngerjain tugas.


Kapan kak Biel gak ganggu aku? Bukannya kak Biel suka jahilin aku ya?😤


Setelah itu Tasya kembali melanjutkan tugasnya yang sisa sedikit itu.


Ting,,,


📩📩


Rajin banget nih anak. Semangat cantik ngerjain tugasnya🥰🤭


Hehehe,, habisnya kamu gemesin banget. Sayang kalo gak diganggu😜


Bertepatan dengan pesan masuk, Tasya juga selesai mengerjakan tugasnya. Dia meregangkan tangannya yang sedikit pegal itu, setelah itu dia langsung melihat dan membaca pesan yang baru masuk itu.


Air muka Tasya langsung berubah jengah setelah membaca pesan tersebut, dia lantas membalas pesan tersebut dengan perasaan jengahnya.


📨📨


Udah selesai ngerjain tugasnya😉


Aku udah gede kak Biel,,, kenapa kalian pada bilang aku gemes sih?😤😤


Setelah pesan terkirim, Tasya bergegas naik ke tempat tidurnya. Tak lama setelah itu HPnya berdering nyaring, ternyata panggilan video masuk dari Gabriel.


Tanpa menunggu lama, Tasya langsung mengangkat panggilan video tersebut. Setelah terhubung, Gabriel bisa melihat jelas raut wajah Tasya yang sedang kesal itu.


"Ya ampun tuh pipi bener-bener buat gemes tau. Pengen cubit aja kalo gini" Goda Gabriel


"Kak Biel mulai lagi deh,, Aku matiin ni telfonnya" Ancam Tasya sambil melotot


"Astaga nih anak udah berani ya sama kakak kelas" Bukannya takut sama ancaman Tasya, Gabriel malah kembali menggoda gadis pujaannya itu.


"Dihh malah balik ngancam lagi" Seloroh Tasya dengan kesal.


Tasya yang mendengar kata traktir, langsung tersenyum lebar.


"Dihh giliran makan nomor satu" Ledek Gabriel.


"Hehehe,, ada yang gratis kenapa ditolak coba?" Cengir Tasya.


Gabriel langsung menggelengkan kepalanya ketika mendengar penuturan Tasya. Disamping itu, Gabriel juga bahagia karena sifat Tasya apa adanya. Hal itulah yang menjadi poin utama kenapa Gabriel bisa menyukai adik kelas yang satu ini.


"Sy**a" Panggil Gabriel ketika melihat Tasya yang sudah terdiam.


"Iya kak Biel, kenapa?" Tanya Tasya


"Besok ke sekolah bareng aku ya? Gak terima penolakan" Titah Gabriel tanpa mau dibantah.


"Ini namanya bukan ngajak, tapi lebih ke perintah" Cecar Tasya dengan jengah.


"Kkkk,, udah besok pagi aku jemput. Udah gih pergi tidur. Gak boleh begadang, anak cewek dilarang tidur larut" Perintah Gabriel ketika melihat Tasya sudah menguap pertanda jika gadis tersebut sudah mulai mengantuk.


"Emm, aku tidur duluan ya kak" Jawab Tasya sudah dengan mata sayunya.


"Oke cantik, selamat beristirahat" Kata Gabriel dan langsung menutup sambungan panggilan tersebut.


***


Jika Tasya langsung beristirahat, maka lain halnya dengan Gabriel yang malah melamun. Berpikir kenapa tidak menanyakan saja tentang kejadian tadi sore di cafe depan supermarket.


Yap, ternyata Gabriel setelah selesai dengan pertemuannya, dia langsung bergegas ke supermarket tempat dia menurunkan Tasya tadi.


Flashback On


Setelah dari pertemuannya, Gabriel yang hendak menancap gas untuk segera balik ke supermarket yang Tasya singgahi tadi, dicegat oleh temannya Gery.


"Lo langsung pulang apa mau ke suatu tempat?"


"Gue mau ke suatu tempat dulu. Mau jemput bidadari gue" Seloroh Gabriel sambil tersenyum lebar.


"Dihh alay lo,, seorang Biel yang dikenal jarang tersenyum itu sekarang malah tersenyum lebar ke gue" Goda Gery ketika melihat Gabriel yang tersenyum lebar ke arahnya.


Mendengar perkataan Gery barusan, raut wajah Gabriel langsung berubah datar.


"Gue duluan" Pamit Gabriel yang langsung melajukan motornya ke tempat Tasya.


Setelah berkendara 15 menitan, akhirnya Gabriel sampai juga di depan supermarket waktu menurunkan Tasya. Tanpa sengaja Gabriel melihat motor yang dikenalinya sedang terparkir rapi di depan cafe yang berada di depan supermarket.


"...." (Itu kan motornya kak Nathan. Kayaknya mereka masih didalam cafe) Monolog Gabriel dalam hati. (Gue samperin aja kali ya?) Lanjutnya dalam hati.


Ketika dia sudah masuk di dalam cafe tersebut, Gabriel hendak berjalan menuju meja yang sedang di duduki oleh Tasya, Nathan dan juga Kevin.


"...." (Kevin? Ngapain dia bisa sama Tasya dan juga Nathan?) Monolog Gabriel dalam hati dengan raut wajah bingungnya. (Gue samperin gak ya?) Dilema Gabriel.


Mungkin karena Gabriel mengerti akan situasi, jadi dia berinisiatif untuk tidak ikut campur dengan urusan mereka. Tanpa menunggu lama, Gabriel langsung berbalik dan keluar dari cafe tersebut dan bergegas untuk segera pulang.


Flashback Off


.....


Oke segini dulu untuk part kali ini, makasih udah setia nungguin kelanjutannya🥰


See you next part,,,


Di cuaca yang kurang mendukung ini tetap jaga kesehatan kalian semua ya😇🥰