Love Hurts

Love Hurts
Flashback 2



Perjalanan pagi itu benar-benar terasa berbeda dengan yang sebelumnya. Kevin yang selalu berhasil menggoda pacarnya, dan Tasya yang selalu merona serta salah tingkah hanya bisa senyum-senyum malu dan gemas akan tingkah Kevin.


"Nanti setelah istirahat, aku ke kelas kamu biar sekalian kita ke kantinnya bareng aja, ya?" Ujar Kevin penuh harap.


"Mau aku jawab iya ataupun tidak, kak Kevin selalu nyamperin aku kan?" Bukannya menjawab, Tasya malah balik bertanya dengan sedikit menyinggung kebiasaan Kevin yang satu itu.


Hal itu sontak membuat senyum Kevin semakin lebar. Memang benar yang dikatakan oleh Tasya, mau iya ataupun tidak tetap saja bakal disamperin.


"Iya juga sih" Balas Kevin sambil terkekeh pelan.


Tasya hanya membalas kekehan Kevin dengan senyumannya. Untuk kebiasaan Kevin memang sudah diluar kepala, bukan berarti semua kebiasaannya hanya kebiasaan di sekolah dan ada beberapa jika diluar sekolah.


"Masuk kelas gih, aku mau ke perpus bentar mau balikin buku yang sempat aku pinjam" Titah Kevin kepada Tasya setelah mereka berdua tiba di depan kelas Tasya.


"Oke Kak. Duluan ya, semangat buat hari ini" Dengan hati yang berbunga, Tasya membalas ucapan Kevin sekaligus menyemangatinya.


Kevin menanggapi itu hanya dengan menganggukkan kepalanya, dan tanpa berujar apapun lagi dia segera berlalu dari depan kelas Tasya menuju ruang perpustakaan.


Tasya masih setia memandangi kepergian Kevin dengan wajah tersenyumnya, tetapi perasaannya tiba-tiba merasa gelisah. Entah apa yang menjadi penyebabnya sampai Tasya merasa seperti itu. Sesegera mungkin Tasya menepis perasaan gelisahnya dengan berpikir positif dan mencoba mengingat paginya yang penuh warna hari ini.


Tak jauh berbeda dengan Tasya, Kevin pun merasakan hal yang sama. Perasaan gelisah dan tak rela berpisah dengan pacar menggemaskannya itu, otaknya mencoba berpikir positif tetapi hatinya tetap merasa gelisah. Semoga saja tidak ada hal yang tak diinginkan terjadi hari ini. Iya semoga saja.


....


Kring


Kring


Kring


Bel istirahat telah berbunyi yang berarti kelas telah usai dari aktivitas belajar mengajarnya.


"Oke anak-anak, pertemuan kita telah berakhir dan ibu harap pada minggu depan tugas yang sudah diberikan bisa kalian kumpulkan agar supaya ada nilai tambahan" Pesan ibu Dewi selaku guru Bahasa Indonesia kepada semua siswa di dalam kelas itu.


"Baik Bu" Jawaban kompak semua siswa.


Setelah itu ibu Dewi segera meninggalkan kelas tersebut. Sesaat kemudian disusul dengan sebagian siswa yang bergegas ke kantin untuk mengisi perut-perut yang sudah keroncongan lantaran lapar.


"Huft,,, akhirnya bisa istirahat juga" Terdengar helaan napas dari teman sebangku Tasya.


Tasya hanya tersenyum kecil usai mendengar perkataan dari temannya itu.


"Lo laper gak? Ke kantin yuk, harus isi tenaga nih, soalnyakan jam terakhir bakal belajar pelajaran yang mematikan otak" Tanya Alira sembari menatap Tasya.


"Padahal gak semematikan itu juga sih pelajarannya" Balas Tasya setelahnya.


"Hilih orang pinter mah gitu. Semuanya berasa gampang-gampang ae. Matematika itu pelajaran yang bisa mematikan otak tau" Cerocos Alira dengan raut wajah jengah.


"Emang iya? Perasaan gak deh" Ujar Tasya tanpa beban sedikitpun.


Alira hanya bisa melongo usai mendengarnya. Benar-benar ya, orang pintar mah pelajaran apapun berasa gampang.


"Udah ihh. Ayo ke kantin, gue harus isi amunisi dulu sebelum berperang" Seloroh Alira yang langsung berdiri dari duduknya.


Tasya dengan sigap juga ikut berdiri, tanpa menunggu lama Alira menarik Tasya untuk segera ke kantin.


Belum sampai keduanya berjalan meninggalkan kelas, suara seseorang berhasil mencegah kedua anak itu.


"Tasya" Panggil Kevin yang langsung bergegas mendekat ke arah Tasya dan Alira.


Keduanya sontak berbalik. Jika Tasya merasa senang karena kehadiran pangerannya, maka lain halnya dengan Alira. Dia merasa jengah karena akhir-akhir ini waktu Tasya semakin banyak dengan Kevin dibanding dengan dirinya.


"Mau ke kantin kan? Bareng aku aja" Ujar Kevin tanpa mempedulikan raut wajah Alira yang sudah masam.


"Hiii lo perginya bareng temen-temen lo aja. Hari ini Tasya bareng gue" Tolak Alira tanpa bertanya terlebih dahulu pada Tasya.


Kevin tak menghiraukan ucapan Alira, saat ini dia hanya ingin pergi dengan Tasya tanpa seorangpun yang mengekori keduanya.


Tasya yang menjadi tokoh utama dibuat bingung harus memilih siapa. Disatu sisi dia menyadari bahwa akhir-akhir ini waktunya dengan Alira memang tidak sebanyak dulu, dan di sisi lainnya dia sudah mengiyakan ajakan Kevin tadi pagi.


Hayo pilih yang mana neng Tasya?🤭


"Kita bareng aja ke kantinnya. Kan tujuannya sama-sama ke kantin" Putus Tasya setelah berpikir.


Baik Kevin maupun Alira hanya bisa menghela napas dan menganggukkan kepala tanda mengiyakan keputusan Tasya.


Kevin disamping kanan Tasya sembari menggaetkan tangan keduanya, sementara Alira disebelah kiri Tasya.


.....


Up☺


Sehat selalu kalian semua😇


See you next part ygy:)