Love Hurts

Love Hurts
Kesedihan Rihana



Kevin berjalan beriringan dengan mamanya, keduanya terdiam membisu dengan pikiran masing-masing.


"Jangan terlalu serius menanggapi kata-kata kakek kamu yang tadi. Soal pilihan kamu kelak, mama dan papa akan selalu mendukung. Maafin mama dan papa karena sudah mengabaikan kamu dulu" Kata Hana dengan suara lirihnya dan jangan lupa juga dengan mata indah itu yang sudah berkaca-kaca karena mengingat masa lalu.


"Gapapa Ma. Udah ih gak usah sedih gitu, nanti cantiknya luntur" Celetuk Kevin di sertai dengan candaannya, karena untuk saat ini dia tidak ingin melihat mamanya kembali menangis karena mengingat masa lalunya.


"Kamu ih. Mama tuh serius, untuk hidup kamu kedepannya mama dan papa akan selalu mendukung itu. Kalo kamu ada apa-apa, beritahu mama sama papa ya? Jangan di pendam terus, nanti kamu ngerasa sesak disini" Ujar Hana diikuti dengan tangannya yang saat ini mengelus pelan dada Kevin atau lebih tepatnya jantung Kevin.


Mendengar permintaan mamanya, Kevin hanya bisa menganggukkan kepala diselingi dengan senyum manisnya.


"Iya Ma, makasih udah mau ngertiin keinginan Kevin"


"Mama dan papa sayang banget sama kamu" Ucap Hana dan langsung memeluk tubuh tegap anaknya itu.


Kevin sendiri hanya bisa membalas pelukan mamanya dengan rasa sayang. Kevin dibuat terkejut dengan suara isakan yang keluar dari bibir mamanya, ah ternyata mamanya menangis dengan diam-diam dalam pelukannya.


"Dibilangin gak usah nangis, nanti kecantikan bidadariku ini bisa berkurang" Ucap Kevin dengan perasaan harunya. Untuk kesekian kalinya dia merasa terenyuh dengan perlakuan mamanya ini.


Aktivitas keduanya tidak luput dari netra Hardian yang saat ini sudah berdiri tak jauh dari kedua orang yang sangat dia sayangi itu.


"Anaknya aja terus yang dipeluk, papanya sampe dilupain" Celetuk Hardian dengan suara yang dibuat seakan-akan sedang cemberut.


Sontak pelukan anak dan ibu itu terlepas di iringi dengan suara kekehan Kevin dan juga Hana.


"Heleh sama anak sendiri masih aja cemburu" Tegur Hana dengan mencubit pelan tangan suaminya yang saat ini sudah berdiri tepat didepannya.


"Tau tuh Ma, Kevin sih mau-mau aja kalo mama mau cari suami baru yang gak cemburuan kayak papa" Timpal Kevin yang ikut menjahili papanya.


"Udah berangkat ke sekolah sana, nanti bisa telat loh. Bawa mobilnya jangan ngebut" Sela Hana dengan nada lembutnya.


Kevin menuruti kata-kata Hana dan langsung beranjak pergi dari hadapan orangtuanya dan segera melajukan mobilnya pergi ke sekolah.


Setelah Kevin pergi, kini tinggal pasangan suami istri yang masih menatap kepergian mobil yang dibawa oleh Kevin.


"Mama gak usah terlalu mikirin ucapan papa tadi. Papa akan usahakan untuk membujuk kakek Kevin agar jangan terlalu ikut campur dengan pilihan cucunya itu" Ujar Hardian yang seakan tahu kesedihan hati istrinya saat ini.


Hana sendiri hanya bisa menunjukkan senyum hangatnya dan bersikap seolah-olah dia merasa baik-baik saja.


"Papa berangkat dulu, jaga diri di rumah" Lanjut Hardian dan langsung bergegas pergi ketika mendapati anggukkan kepala dari istrinya.


"Hati-hati dijalan, semangat untuk hari ini Pah" Ujar Hana ketika Hardian sudah duduk dengan tenang di dalam mobil yang akan membawanya ke kantor.


Hardian hanya membalas perkataan istrinya dengan senyum menenangkan seperti biasanya.


Setelah kepergian Hardian, kini sisa Hana yang masih berdiri tegap di tempatnya dengan sekelebat pikiran yang masih mengusiknya. Hati ibu mana yang tidak sakit ketika melihat anak satu-satunya harus ditekan hidupnya oleh orang terdekat. Dia masih merasa bersalah atas perbuatan sikapnya di masa lalu.


.....


Segini dulu yaa😁


Sehat selalu kalian semua😇


See you next part