
Tak terasa jam sudah menunjuk pada angka 8.25. Tak terasa pula Gabriel sudah selama itu di rumah Tasya. Setelah cukup lama berbincang-bincang dengan keluarga Tasya, Gabriel yang merasa sudah harus pulang segera berpamitan tanpa membuang waktu lagi.
"Om, tante, Biel izin mau balik dulu. Udah jam segini juga. Takutnya nanti dikunciin dari dalam sama bunda" Ujar Gabriel yang sudah berdiri dari duduknya itu.
"Eh iya juga. Astaga,! saking asiknya ngobrol sampai gak tau waktu banget. Yaudah kalo balik bawa motornya jangan ngebut-ngebut ya Biel" Ingat mama Diana yang juga ikut berdiri.
Melihat interaksi keduanya, spontan papa Mikhael, Nathan dan juga Tasya serempak berdiri dari duduknya. Mereka hendak mengantar Gabriel sampai depan pintu utama.
"Eh eh gak usah rame-rame juga nganternya. Udah kaya nganterin anak presiden aja" Ucap Gabriel dengan raut wajah cengonya.
Bukannya marah, keluarga tersebut malah tertawa mendengar perkataan Gabriel.
"Dih siapa juga yang mau nganterin lo? Gue mau ke kamar" Bohong Nathan yang langsung berbelok arah menuju lantai 2, lebih tepatnya menuju ke kamarnya.
"Sotoy banget sih lo" Balas Gabriel yang hanya di dengar oleh Tasya dan kedua orangtuanya.
"Yaudah kalo gitu om langsung ke ruang kerja dulu. Masih ada yang harus dikerjakan soalnya" Sela papa Mikhael yang juga berlalu menuju ke ruang kerjanya.
Selepas kepergian papa Mikhael dan Nathan, kini tersisa ketiga orang tersebut di ruang keluarga. Mama Diana yang mengerti dengan gelagat Gabriel yang sepertinya ingin di antar oleh Tasya juga segera memberi alasan agar keduanya bisa memiliki waktu sebentar.
"Yaudah kalo gitu Tasya aja yang nganterin Biel kedepan, mama mau buatin kopi sama cemilan buat papa" Ucap Diana.
"Eh kog gitu sih mama. Gak sama-sama aja kedepannya?" Tanya Tasya sambil menatap ke arah mamanya.
"Gak usah sayang. Ntar papa keburu selesai sama pekerjaannya" Tolak Diana dengan halus.
"Yaudah deh kalo gitu. Ayo Kak, aku anterin sampe depan" Ajak Tasya yang hanya di angguki oleh Gabriel.
Keduanya segera berjalan menuju pintu utama, tak berselang lama Gabriel sudah siap dengan helm begitupun dengan motornya juga. Tasya sendiri masih setia menemani Gabriel di depan rumahnya.
"Sya, aku mau minta sesuatu boleh gak?" Tanya Biel yang kini sudah anteng di atas motornya.
"Mau minta apa Kak?" Balas Tasya
"Mimpiin aku ya kalo kamu tidur. Biar besoknya aku semangat buat ke sekolah" Jawab Gabriel dengan senyum manisnya.
Blush
"Apaan sih kak Biel. Malas tau mimpiin kak Biel, secara kak Biel itu suka banget jailin aku" Timpal Tasya sambil membuang tatapannya ke arah lain.
"Ya ampun ni anak gemes banget sih. Coba deh liat kesini, kalo ngomong itu tatap mata orangnya. Jangan malah natap ke arah lain" Gabriel mengatakan itu dengan tangannya yang ikut mengapit kedua pipi dan segera mempertemukan tatapan keduanya.
Untuk sesaat tatapan keduanya terkunci. Baik Tasya maupun Gabriel tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara helaan napas dari keduanya. Dan bisa dipastikan jantung keduanya seperti sedang berolahraga saat ini.
"Jangan lama-lama jawab perasaan aku ya. Gak kuat nahan buat meluk kamu" Kata Gabriel masih dengan senyum manisnya.
Sesaat Tasya tersipu mendengar perkataan Gabriel. Dan dengan penuh kesadaran, Tasya melayangkan sebuah pelukkan hangat pada Gabriel.
Gabriel yang belum sepenuhnya memahami keadaan di sekitarnya, menjadi bingung sendiri. Mau membalas pelukkan Tasya takutnya nanti malah di lepas oleh Tasya. Alhasil Gabriel hanya bisa terdiam kaku begitu.
"Maafin aku ya Kak. Maaf kalo aku gak peka sama perasaan kak Biel selama ini" Ujar Tasya dengan suara lirihnya.
Gabriel yang sudah tersadar dari kebingungannya, langsung membalas pelukkan Tasya tanpa ragu. Akhirnya perasaan cinta yang dia punya tidak bertepuk sebelah tangan.
Setelah merasa cukup, Tasya segera melepas pelukkan keduanya. Dengan berani dia menatap ke dalam mata Gabriel dan meyelami perasaan yang dimiliki oleh Gabriel. Tak mau kalah dengan Tasya, Gabriel juga melakukan hal yang sama.
"Gapapa Sya. Selama ini aku cuma terlalu takut sama perasaan yang tak terbalas aja. Makanya aku gak berani ngungkapin dari awal" Ucap Gabriel setelah terdiam beberapa saat.
"Makasih udah nunggu aku selama itu Kak" Ungkap Tasya dengan binar kebahagiaannya.
"Hmm sama-sama cantik. Jadi sekarang kita udah ada status kan?" Tanya Gabriel yang ingin memastikan kembali hubungan keduanya.
Tasya yang mendengar perkataan Gabriel yang barusan, hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban 'IYA' atas pertanyaan Gabriel.
.....
Hehe maaf ya baru update lagi🙏
See you next part guys
Sehat selalu kalian semua😇❤️