
Selama perjalanan pulang, Tasya tidak banyak bicara. Dia lebih sering melamun, entah apa yang dilamunkan. Tiba-tiba cara berubah menjadi mendung, mungkin akan segera turun hujan. Untung saja mereka sudah dekat dengan rumah Tasya, tepat ketika Tasya hendak turun dari motor, rintik-rintik hujan mulai turun.
"Sya gak usah turun, kita langsung masuk aja bisa kan?" Izin Gabriel kepada Tasya.
"Iya kak masuk aja, sekalian kak Biel neduh sebentar" Balas Tasya.
Setelah itu Gabriel membawa motornya ke halaman rumah Tasya dan langsung memarkirkan motornya didekat garasi.
"Masuk dulu kak, hujannya tambah lebat tuh" Ajak Tasya kepada Gabriel.
Gabriel mengikuti langkah kaki Tasya yang akan masuk kedalam rumahnya. Setelah membuka pintu dan memberi salam, Tasya mempersilakan Gabriel untuk duduk di ruang tamu.
"Langsung duduk aja kak,, aku panggil mama dulu biar kak Biel ada temennya" Tanpa menunggu jawaban dari Gabriel, Tasya bergegas mencari keberadaan ibunya.
"Mama" Panggil Tasya ketika melihat ibunya ada didapur.
"Eh anak kesayangan mama baru pulang,,udah makan siang kan tadi?" Tanya mama ketika berbalik menghadap putri kesayangannya itu.
"Udah kog Ma,,. Oh iya mama, itu di ruang tamu ada temen aku, ikut dulu kedepan yuk" Tasya mengatakan itu dan langsung membawa mamanya ke ruang tamu.
Gabriel yang melihat Tasya dan mamanya sedang berjalan ke arahnya, spontan berdiri dan menyalami mama Tasya dengan sopan.
Mama Tasya kembali mempersilakan Gabriel untuk duduk lagi, melihat itu Tasya langsung meminta izin untuk ke kamarnya sebentar agar bisa berganti pakaian. Mamanya langsung mengiyakan itu, dan Tasya segera bergegas pergi ke kamarnya.
"Siapa nama kamu nak?" Tanya mama kepada Gabriel dengan suara yang lembut.
"Nama saya Gabriel tante, tante bisa panggil Biel aja" Jawab Gabriel dengan sopan.
"Oh iya-iya. Kamu sekelas yaa sama Tasya?" Untuk kedua kalinya mama diana bertanya kepada Gabriel.
"Gak tante,, aku kakak kelasnya Tasya" Jawab Gabriel dengan tersenyum canggung.
Mama Diana yang melihat Gabriel canggung, langsung tertawa kecil. Gabriel yang mendengar suara tawa mama Diana, malah menjadi salah tingkah.
"Udah gak usah canggung sama tante, tanya cuma bertanya aja. Berarti seharian ini Tasya perginya sama nak Biel ya?" Tanya mama Diana setelah tawanya sudah mereda.
Ketika Gabriel hendak menjawab, tiba-tiba ada suara seseorang yang berjalan mendekat ke arah mereka.
"Mama,,?"
Kedua orang tersebut langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Nathan,, sini nak duduk temani mama. Ada tamunya adek kamu nih" Jawab mama Diana dengan lembut serta menyuruh anaknya untuk segera duduk.
Gabriel yang tadinya bertanya dalam hati siapa anak lelaki tersebut, menjadi lega setelah tau kalau Nathan adalah kakak dari gadis pujaannya itu.
"Nak Biel kenalkan ini Nathan, kakaknya Tasya" Mama Diana langsung memperkenalkan Nathan tepat ketika Nathan sudah duduk disamping mamanya itu.
"Gabriel kak, panggil saja Biel" Gabriel langsung mengulurkan tangannya kedepan Nathan dan disambut baik oleh Nathan juga.
"Nah, karena udah ada Nathan,, tante tinggal sebentar ke dapur buat minum dulu" Perkataan mama Diana itu langsung di balas oleh Gabriel yang tidak enak hati itu.
"Gak usah repot-repot tante"
"Tidak apa-apa nak Biel. Tante tidak merasa direpotkan" Setelah mengatakan itu, mama Diana langsung melesat pergi ke dapur.
"Udah santai aja, mama orangnya selalu begitu" Nathan menjelaskan itu kepada Gabriel yang sudah memasang wajah tidak enak hatinya.
"Ehh iya kak" Jawab Gabriel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
Setelah terdiam beberapa menit, akhirnya Nathan bertanya kepada Gabriel yang membuat laki-laki itu tiba-tiba menjadi salah tingkah untuk yang kedua kalinya.
"Dilihat dari gestur tubuh, kayaknya Lo anak basket ya?"
"Ehehe,, iya kak" Jawab Gabriel dengan sopan.
"Ohh iya-iya,,. Makasih ya udah anterin adek gue" Permintaan terimakasih Nathan langsung dijawab cepat oleh Gabriel. Tanpa dia sadari perkataannya itu, membuat Nathan tersenyum penuh arti ke arahnya.
"Iya kak sama-sama,,apapun itu asalkan sama Tasya" Gabriel mengatakan itu dengan bersemangat.
Hening,,, tidak ada yang bersuara. Gabriel yang baru menyadari ucapannya itu, tiba-tiba menjadi salah tingkah kembali dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia memberanikan diri untuk menatap Nathan,,
Deg,,
Tatapan mereka bertemu. Nathan yang melihat Gabriel seperti itu, langsung terkekeh. Dia tidak marah dengan laki-laki di hadapannya itu, Nathan yakin bahwa Gabriel adalah laki-laki yang memegang teguh kata-katanya. Dia percaya karena melihat binar kesungguhan dimata Gabriel ketika mengatakan "apapun itu asalkan sama Tasya".
" Gak usah salting begitu,, gue gak ngelarang Lo buat deketin adek kesayangan gue. Asalkan dia bahagia, gue juga ikut bahagia" Kata Nathan yang langsung membuat Gabriel tersenyum semakin lebar.
"Makasih kak Nathan, aku gak akan pernah sakitin Tasya" Balas Gabriel dengan bersungguh-sungguh.
Setelah mengatakan itu, terdengar suara langkah kaki yang bersamaan dari arah dapur dan juga dari arah tangga. Yapp Tasya dan mama Diana yang berjalan mendekat ke arah ruang tamu.
"Nihh udah tante buatin teh hangat, pas banget sama cuaca. Di minum gih, biar gak kedinginan" Kata mama Diana setelah menyajikan teh hangat di atas meja.
"Makasih tante" Gabriel berterimakasih dan segera meminum teh hangat tersebut, karena tiba-tiba saja tenggorokannya menjadi kering.
.....
Hehehe segini dulu ya untuk part kali ini😊
Gabriel udah dapet lampu hijau tuh dari kak Nathan😁
See you next part guys😌
Sehat selalu readers, salam sayang dari Tasya dan Gabriel🥰