
Masih di area kantin, otomatis suasananya pasti ramai. Tetapi suasana tersebut tidak berlaku di meja ketiga anak manusia tersebut. Baik Rissa, Tasya, dan juga Gabriel tiba-tiba menjadi suasana yang sepi. Tidak seperti biasanya yang selalu ribut karena Gabriel dan Rissa yang selalu menjahili Tasya.
"Ini kenapa jadi pada diem-dieman sih? Kayak lagi berantem aja kalian berdua. Di selesain dong masalahnya, jangan pada dieman kayak gitu, serem tau liatnya. Udah kayak kuburan aja, sepi!" Ucap Rissa karena sudah merasa jenuh dengan suasana di meja itu.
Tasya dan Gabriel serentak membawa tatapan mereka pada Rissa. Rissa sendiri malah tersenyum geli, pasalnya kedua orang tersebut malah kompak menatap ke arahnya.
"Ciee malah kompak lagi natapin aku. Yaudah deh aku ngalah, aku bakal ngasih kesempatan buat kalian berdua biar selesai tuh masalahnya" Tambah Rissa yang malah mengundang tatapan jengkel dari Tasya. Sedangkan Gabriel sendiri hanya senyum-senyum gak jelas, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Heh jangan aneh-aneh ya Riss. Aku sama kak Biel gak ada masalah tau" Sergah Tasya sambil melirik sebentar ke arah Gabriel.
"Gak ada masalah tapi pada diem-dieman" Balasan Rissa membuat Tasya kehabisan kata-kata.
Gabriel hanya acuh tak acuh pada keduanya, dia malah asik sendiri dengan minuman dinginnya.
"Udah ah, malas kalo ngomong sama kamu. Bawaannya emosian mulu" Ucap Tasya yang hendak berdiri dari duduknya itu. Tetapi tangannya malah ditahan oleh Gabriel.
Rissa yang melihat perlakuan tersebut, sontak berdiri dan segera berlalu meninggalkan kedua sejoli tersebut. Sepertinya dia mengerti situasi saat ini.
"Rissa tungguin aku, issh masa perginya gak sama aku sih" Teriak Tasya ketika melihat Rissa yang sudah berjalan menjauh dari keduanya.
"Udah gak usah teriak-teriak lagi, noh pada liatin sama anak-anak yang lain" Sergah Gabriel yang masih setia menahan pergelangan tangan Tasya.
"Kak Biel juga sih. Ngapain coba nahan-nahan aku? Kan akunya malah di tinggalin nih" Sela Tasya yang malah mengomeli Gabriel.
Gabriel sontak terkekeh gemas mendengar penuturan Tasya. Rasanya senang sekali melihat wajah Tasya yang marah tetapi kelihatan menggemaskan.
"Duduk dulu ya sayang. Gak boleh marah-marah. Nanti cantiknya hilang" Kata Gabriel dengan pedenya itu.
Tasya yang mendengar perkataan Gabriel malah terkejut, pasalnya ada kata sayang yang terekspos jelas dari mulut Gabriel. Alhasil mukanya malah semakin memerah akibat marah dan malu yang bercampur menjadi satu.
"Kak Biel ngomong apa sih? Emang aku pacar kak Biel apa?" Cicit Tasya dengan pelan, tetapi masih bisa di dengar oleh Gabriel.
"Memangnya kamu gak mau gitu jadi pacarnya aku?" Tanya Gabriel sambil menarik pelan tangan Tasya agar supaya cewek tersebut bisa kembali duduk.
"Kak Biel ihh, malu tau di liatin orang" Pungkas Tasya sambil mencubit pelan perut Gabriel ketika dia sudah duduk dengan manis.
"Biarin. Aku gak peduli" Balas Gabriel tanpa menatap ke arah lain. Karena saat ini fokusnya hanya untuk Tasya seorang.
Tasya hanya bisa menundukkan wajahnya itu. Bisa-bisa jantungnya lepas hanya karena melihat senyum Gabriel yang tidak pernah pudar itu.
"Kalian mau pesen apaan? Biar sekalian aku pesennya" Tanya Alan pada kedua temannya itu.
"Gue pesen minum aja. Seperti biasa ya?" Jawab Vino sekenanya.
"Samain aja punya gue sama Vino. Gue belom terlalu lapar soalnya" Ucap Kevin tanpa memandang ke arah Alan. Karena saat ini dia malah fokus menatap ke arah lain.
"Oh ok kalo gitu. Kalian tunggu aja disini" Imbuh Alan yang langsung bergegas dari situ.
Baik Kevin maupun Vino tidak ada yang tersenyum. Keduanya hanya memasang wajah datar sambil menunggu Alan. Anak-anak yang melihat keduanya tidak berani mendekat apalagi menyapa keduanya.
Hingga ada sebuah suara yang dengan berani menyapa keduanya.
"Hai Kevin. Hai juga Vino" Sapa salah satu anak cewek yang belum diketahui namanya.
Kedua anak adan tersebut sontak membawa tatapannya kepada sumber suara. Tak ada satu pun dari mereka yang membalas sapaan tersebut, yang ada mereka malah merasa jengah melihat siapa cewek tersebut.
"Gue duduk disini ya?!" Ucapnya lagi.
Lagi dan lagi dia tidak mendapati balasan dari keduanya.
"Memangnya selain di sini, meja yang lain udah penuh ya?" Bukan Kevin, bukan pula Vino. Itu suara Alan yang sudah balik dari memesan makanan.
"Ya ampun Alan gak usah se heboh gitu juga kali. Kan gue cuma nanya doang. Memangnya kenapa sih kalo gue ikut gabung sama kalian?" Balas cewek tersebut sambil menatap Alan dengan wajah juteknya.
"Lo kalo duduk di sini yang ada napsu makan gue hilang. Mending lo duduk di tempat lain aja" Sergah Alan menatap sengit ke arah cewek tersebut.
Setelah mendengar perkataan Alan, cewek tersebut tanpa banyak embel-embel langsung bergegas ke meja lain. Lama-lama dia merasa jengkel jika sudah beradu mulut dengan Alan.
.....
Hayo itu siapa sih? Berani banget ya deketin ketiga pangerannya aku😤
See you next part guys
Sehat selalu ya kalian semua😇