Love Hurts

Love Hurts
Part 57



Usai mengantar Rissa, Kevin segera melajukan mobilnya ke rumah Tasya. Karena sesuai janjinya tadi, dia akan berkunjung guna untuk bertemu kedua orangtua Tasya.


Jangan tanyakan perihal detak jantung Kevin, jika boleh jujur jantung Kevin berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


'Ck, berasa kayak di kejar syaiton aja gue' Ucap Kevin dalam hatinya.


Tak berselang lama Kevin akhirnya sampai juga di tempat tujuannya, bertepatan juga dengan kedatangan dua anak manusia yang juga baru sampai.


'Masih cantik seperti dulu, malah lebih cantik dan juga bersinar sekarang' Tanpa di komando, pikiran Kevin malah melayang pada kenangan masa lalu antara dia dan Tasya.


"Deket sini, biar helmnya aku bukain dulu" Cegah Gabriel setelah Tasya turun dari motornya.


"Biar aku aja kak, lagian masa helm aja aku gak bisa lepas" Tolak Tasya dengan halus.


Gabriel hanya terkekeh pelan dan membiarkan Tasya membuka helmnya sendiri. Selang dua menit, helm di kepala Tasya tak kunjung lepas juga. Tasya sendiri sudah menggerutu tak jelas di tempatnya berdiri saat ini, melihat tingkah menggemaskan sang pacar membuat Gabriel tak bisa menahan diri untuk membantu.


"Sini biar aku bantu bukain, gak usah berantem sama helm" Dengan pelan Gabriel menarik tangan Tasya agar mendekat ke arahnya supaya lebih mudah dia membuka helm tersebut.


"Aku gak berantem sama helm kak, helmnya aja yang gak mau lepas" Gerutu Tasya.


Gabriel kembali terkekeh, sungguh pacarnya ini benar-benar menggemaskan.


Interaksi keduanya menjadi tontonan gratis sekaligus menyedihkan menurut Kevin. Menyedihkan dalam artian Kevin merasa kehilangan princessnya. Tetapi buru-buru dia membuang pikiran tersebut, untuk kali ini dia akan benar-benar mengikhlaskan princessnya untuk pangeran dari kerajaan lain.


'Ternyata rasa itu masih ada Sya, tapi gue bakal usaha buat lupain semuanya. Gue seneng liat lo bahagia kayak sekarang' Bisik Kevin dalam hatinya.


"Kak Biel gak mau masuk dulu?" Tanya Tasya setelah Gabriel berhasil melepas helm dari kepalanya.


"Maunya sih gitu. Tapi kayaknya kamu lagi kedatangan tamu penting, jadi untuk hari ini gak dulu. Masih ada besok dan lain hari kan?" Balas Gabriel dengan membawa pandangannya ke arah mobil yang terparkir tepat di depan rumah Tasya.


Tasya yang menyadari tatapan Gabriel segera membuka suara dan menjelaskan sedikit tentang tamu tersebut.


"Itu kak Kevin pacarnya Rissa. Kak Biel udah pernah ketemu dia. Aku janji setelah semuanya selesai aku bakal cerita sama kak Biel, aku tau hubungan kita baru aja terjalin ta-" Perkataan Tasya terpotong karena ulah Gabriel.


"Makasih udah mau janji, aku juga gak bakal maksa kamu buat cerita. Sesiap kamu aja, tugas aku hanya mempercayai kamu dan tetap sama kamu apapun yang terjadi" Jujur Gabriel sambil mengelus pelan pipi chubby milik kesayangannya itu.


Bahagia campur rasa malu pasca mendengar kejujuran Gabriel barusan, Tasya yakin jika sifat Gabriel yang seperti ini akan memudahkan dia untuk melupakan semua kenangan menyakitkan di masa lalu dan memulai sebuah hubungan yang baru dengan landasan saling percaya.


Deg


Deg


Jantung Gabriel serasa mengikuti lomba lari maraton dalam sekejab. Meskipun sederhana, rasanya sungguh luar biasa ketika mendengar ungkapan sayang tersebut. Gabriel tak bisa untuk menahan senyum manisnya, sebisa mungkin dia mengatur irama jantungnya yang bergejolak itu.


Tak bisa di pungkiri hati Kevin berdenyut ngilu ketika mendengar ungkapan Tasya barusan. Jaraknya dengan pasangan tersebut tak terlalu jauh jadi dia bisa mendengar. Awalnya Kevin ingin mendekati pasangan itu, dia sudah tidak tahan untuk menyaksikan interaksi keduanya tetapi ketika hendak mendekat Kevin malah harus merasakan sakit yang tak terlihat itu.


"Heh buruan masuk, pacaran aja terus. Gak liat apa tamu udah datang juga di suruh masuk dulu kek baru lanjut pacaran" Omel Nathan yang tiba-tiba merusak suasana tersebut.


Ketiga orang tersebut malah terkejut dengan kehadiran Nathan yang tiba-tiba itu.


"Gak usah pada liatin gue kayak gitu, udah kayak liat hantu aja" Tambah Nathan dengan wajah jengahnya.


Ketiga korban terkejut tadi hanya melongo atas ucapan Nathan, tak mau buang waktu lagi Nathan segera membawa Kevin untuk segera masuk membiarkan pasangan baru tersebut tanpa mengajak keduanya.


"Kak Nathan gak jelas" Gerutu Tasya yang pastinya tidak dihiraukan oleh Nathan.


"Udah ih, masuk gih. Aku juga udah mau balik" Ucap Gabriel sambil mengelus pelan kepala Tasya.


"Uhm. Bawa motornya jangan ngebut, pelan aja juga bakal nyampe" Peringat Tasya dan hanya dibalas anggukan kepala dari Gabriel.


Setelah motor Gabriel meninggalkan pekarangan rumahnya, barulah Tasya menyusul kedua manusia yang dengan teganya meninggalkan dia dan Gabriel tadi.


.....


Holaaaaaa


Ada yang kangen gak nih🤭


Maaf ya baru bisa up sekarang🙏


Sehat selalu ya kalian semua😇


See you next part🖤