Love Hurts

Love Hurts
Bahagianya Gabriel



Tasya dan Rissa melihat ada sesuatu yang aneh dengan Gabriel. Pasalnya sejak Gabriel datang ke area kantin dan duduk dihadapan kedua sahabat itu, senyum Gabriel tak pernah pudar.


"Kak Biel kelihatan aneh gak sih Sya,?" Bisik Rissa pada Tasya.


"Iya Riss, sejak ketemu di gerbang tadi pagi malah" Balas Tasya, karena memang dia ketemu dengan Gabriel pas datang sekolah pagi tadi.


Gabriel yang melihat kedua sahabat itu malah bisik-bisik membuat dia gemas sendiri. Dia yakin pasti mereka sedang berbicara perihal sifatnya itu. Meski sudah tau, Gabriel tetap menanyakan itu.


"Kalian lagi bicarain aku yaa?"


Kedua makhluk hawa itu langsung menjawab secara bersamaan.


"Iya"


"Memangnya aku kenapa,?" Pertanyaan apa itu Gabriel? Yang ada mereka semakin merasa aneh dengan kamu🤦‍♀️


"Kak Biel aneh tau, sejak pagi senyam-senyum kayak menang undian aja. Gak sadar tuh diliatin sama anak-anak lain?,, Pasalnya kak Biel yang dikenal jarang tersenyum malah hari ini terlihat aneh" Cetus Tasya dengan wajah bingungnya serta Rissa yang hanya menganggukkan kepalanya tanda membenarkan ucapan sahabatnya itu.


Gabriel yang mendengar perkataan Tasya langsung melihat ke kiri dan ke kanan untuk memastikan ucapan gadis pujaannya itu. Dan benar saja banyak pasang mata yang menatapnya aneh dan juga heran. Sontak senyum yang dari tadi merekah diwajah Gabriel langsung berganti dengan wajah datarnya.


"Emang se aneh itu ya kalo aku senyum?" Tanya Gabriel pada kedua sahabat itu setelah kembali pada mode datar.


"Aneh banget kak, bisa-bisa kak Biel dikira sedang kerasukan setan yang lagi bahagia" Kata Rissa yang merasa lucu setelah melihat mode datar dari kakak kelasnya itu.


Tasya langsung tertawa lucu ketika mendengar perkataan Rissa, sementara Gabriel malah menatap Tasya dengan wajah datarnya itu. Tasya yang melihat itu langsung terdiam, dia menjadi salah tingkah sendiri.


"Puas banget ya ketawanya" Kata Gabriel sambil mengacak-acak rambut Tasya.


"Ishh kak Biel nyebelin, kenapa juga sih harus ngacak rambut aku? Kan berantakan jadinya ihh" Sambar Tasya dengar sebal dan langsung melepaskan tangan Gabriel yang ada dikepalanya.


"Siapa suruh tadi ketawain aku, hmm?" Balas Gabriel tak mau kalah.


"Ishh gara-gara Rissa tuh" Kata Tasya sambil memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan itu.


"Dih kog malah nyalahin aku? Orang kamu yang ketawa juga" Cecar Rissa sebab tak mau disalahkan.


Gabriel yang melihat kedua sahabat yang masih berdebat itu malah tersenyum lucu. Tiba-tiba Tasya izin pergi ke toilet, katanya kebelet.


"Bentar ya Riss, kak Biel, aku ke toilet dulu, kebelet"


"Mau aku temani?" Tanya Rissa ketika melihat Tasya yang sudah berdiri dari duduknya itu.


"Gak usah, gak bakal lama juga kog" Setelah mengatakan itu Tasya langsung bergegas ke toilet untuk segera menuntaskan kebeletnya itu.


Hening beberapa saat, sampai Gabriel mengatakan kenapa dia bisa Senyam-senyum seperti tadi.


"Iya kak Biel, kenapa?" Sahut Rissa dan langsung menatap kakak kelasnya itu.


"Kamu tau kenapa dari tadi kak Biel senyam-senyum gak jelas?" Kata Gabriel yang membuat kening Rissa mengkerut pertanda dia bingung dan penasaran.


"Kenapa kak? Jangan-jangan benar apa yang dibilang Tasya tadi kalo kak Biel menang undian berhadiah?" Rissa jadi semangat sendiri ketika mengatakan jawaban itu.


Gabriel sempat terkekeh geli ketika mendengar kata-kata Rissa yang absurd itu.


"Heh jangan ngawur kamu. Kak Biel tuh lagi seneng, sebab udah dapet izin dari kakaknya Tasya buat deketin Tasya" Setelah mengatakan itu Gabriel malah dibuat terkejut oleh teriakan Rissa yang malah mengundang tatapan aneh dari orang-orang yang berada di kantin itu.


"Apaaaaaa?" Teriak Rissa


Setelah berhasil menguasai rasa terkejutnya, Gabriel langsung menatap Rissa dengan wajah datarnya. Rissa yang melihat itu langsung menciut dan segera meminta maaf kepada orang-orang yang berada di situ.


"Ehehe,, maaf kak Biel, aku terlalu kaget ketika mendengarnya" Rissa mengatakan itu sambil tersenyum canggung ke arah Gabriel.


Gabriel hanya menganggukkan kepalanya saja.


Setelah terjeda beberapa detik, Gabriel kembali bertanya dan meminta bantuan Rissa agar bisa membuat Tasya semakin dekat dengannya.


"Rissa,,, Bisa bantuin kak Biel gak? Kak Biel tau kalo saat ini Tasya belum memiliki perasaan apa-apa sama kak Biel tapi kak Biel sedang berusaha agar supaya Tasya bisa segera memiliki perasaan itu meski tidak sebesar perasaan kak Biel" Kata Gabriel dengan lirih.


"Kak Biel tenang aja, aku bakal bantuin kog. Aku tuh suka banget liat kak Biel sama Tasya, cocok sekali tau. Aku juga udah tau sejak awal kak Biel itu suka sama Tasya. Cuma Tasyanya aja yang gak peka" Balas Rissa dengan meyakinkan Gabriel tapi malah meledek sahabatnya itu. Untung saja saat ini Tasya lagi di toilet.


"Makasih ya Rissa" Gabriel mengatakan itu dengan sedikit tersenyum, setidaknya ada yang bisa membantunya untuk mendapatkan hati Tasya.


"Yeee ntar aja makasihnya kalo udah jadian sama Tasya" Ledek Rissa kepada Gabriel.


"Ada maunya nihh pasti" Sergah Gabriel.


Rissa yang mendengarnya langsung tersenyum lebar. Tak berselang lama Tasya sudah kembali dari toilet dan mendekat ke arah Rissa dan juga Gabriel.


....


Yeayyy udah tau kan kenapa Gabriel bahagia?? Itu baru izin dari Nathan lo, apalagi izin dari papa dan mamanya Tasya😁🤭🤭


Semangat berjuang Gabriel😍


See you next part guys😊


Jangan lupa saran dan masukannya.


Sehat selalu ya readers😇