
Selesai sarapan, Diana segera membereskan meja makan tersebut. Nathan dan Mikhael sudah berlalu duluan, karena ada hal penting yang harus keduanya lakukan. Sementara Gabriel dan Tasya juga segera berangkat ke sekolah tetapi sebelum itu mereka memberitahukan kepada Diana.
"Mama, aku sama kak Biel berangkat ke sekolah dulu" Ujar Tasya yang saat ini sudah berada di dekat mamanya itu.
"Eh udah pada mau berangkat ya. Yaudah berangkat gih, hati-hati dijalan dan juga Biel jangan ngebut bawa motornya" Amanah Diana dengan suara lembutnya.
"Siap camer. Camer tenang aja, Biel bakal jagain princesnya biar aman sampe sekolah" Balas Gabriel dengan senyum manisnya.
Baik Tasya maupun mamanya dibuat bingung oleh kata-kata Kevin. Bukan karena tidak mengerti, tetapi karena mereka tidak tahu maksud dari kata CAMER.
"Camer? Camer itu apa Biel?" Tanya Tasya dengan polosnya.
Pertanyaan tersebut sontak membuat tawa Gabriel pecah.
"Ya ampun gue kog bisa sampe lupa sih, kalo Tasya tuh cantik plus polos banget" Suara hati Gabriel yang merutuki kejujuran mulutnya barusan.
"Memang camer itu apa Biel? Kog sampe kamu ketawa gitu?" Bukan Tasya yang bertanya, melainkan Diana.
Skakmat.
"Mampus. Ternyata sifat polos Tasya diturunkan langsung oleh mamanya" Rutuk Gabriel dalam hati.
Sebisa mungkin Gabriel mempertahankan sikap kalemnya, dan menjawab dengan tenang pertanyaan mama Tasya.
"Jadi camer itu singkatan dari kata calon mertua gitu"
Tasya dan mamanya dibuat melongo oleh jawaban Gabriel. Meskipun begitu reaksi keduanya berbeda, jika Diana hanya menanggapi dengan senyum manis sambil menggelengkan kepalanya maka berbeda dengan Tasya.
Yap! Tasya saat ini sedang merona karena ucapan Gabriel barusan. Bahkan ronanya itu menjulur sampai ke telinganya. Baik Gabriel maupun Diana, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyaksikan reaksi Tasya yang sedang merona saat ini.
"Ya ampun gemes banget sih ni anak. Pengen banget gue cium tuh pipi gemoynya" Jerit Gabriel dalam hatinya.
"Udah-udah gak usah banyak gombalnya. Nanti aja camer-cameran, buruan gih ke sekolah nanti telat loh" Ujar Diana sambil mengelus sayang rambut Tasya.
"Eh, em iya Ma" Balas Tasya dengan gugup karena tidak bisa mengontrol rasa malunya itu.
"Yaudah kalo gitu kami berangkat dulu ya Mah" Ucap Gabriel dan langsung berjalan menyusul Tasya ketika mendapati anggukkan kepala dari Diana.
Ada-ada saja kelakuan keduanya, pikir Diana dalam hatinya sambil tersenyum.
"Jalannya pelan-pelan aja neng, gak ada yang ngejar" Kata Gabriel ketika dia berhasil mensejajarkan langkah kakinya dengan Tasya.
"Kak Biel apaan sih. Udah ih buruan nanti telat ke sekolahnya" Rutuk Tasya karena Gabriel yang lagi-lagi menggodanya.
"Iya sayang iya. Gak usah gitu mukanya, ntar tambah gemes. Aku gak kuat kalo kamu tambah gemes" Balas Gabriel dengan jujur. Karena memang saat ini Gabriel gak tahan untuk mencium pipi chubby itu.
"Ya kak Bielnya gak usah ledekin aku mulu" Ujar Tasya serta mencubit pelan lengan tangan Gabriel.
"Iya iya gak lagi. Maaf ya" Ucap Gabriel dengan suara lembutnya.
Deg.
Rasanya Tasya ingin segera pergi menyembunyikan dirinya di suatu tempat. Jujur saja Tasya sangat mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini. Dia merasa beruntung karena bisa mendapat manusia selembut Gabriel.
"Udah kak udah. Ini. mau ke sekolahnya kapan kalo liatin aku terus" Celetuk Tasya karena Gabriel yang masih pada dunia bucinnya.
"Astaga. Yaudah ayo pergi" Kaget Gabriel.
Keduanya segera beranjak ke sekolah. Karena jika tidak berangkat sekarang, maka keduanya bisa terlambat.
"Gue beruntung banget bisa dapetin lo Sya. Makasih udah mau nerima gue dalam kisah hidup lo. Gue janji gue bakal ngebahagiain lo kedepannya" Janji Gabriel dengan sungguh-sungguh dalam hatinya.
.....
Masih pagi udah dibuat meleleh oleh Gabriel🤧
Sehat selalu kalian semua😇
See you next part:)