Love Hurts

Love Hurts
Riskev VS Syabi



Sesuai kesepakatan yang sudah dibuat, kini pasangan itu sudah berada di taman. Hari ini akan Rissa gunakan untuk menemani sang kekasih latihan basket.


"Udah sarapan dulu kan tadi sebelum kesini?" Tanya Kevin setelah mereka duduk di salah satu bangku taman.


"Udah dong. Kalo gak sarapan ntar aku di omelin mami, katanya kalo gak sarapan gak boleh pergi" Jawab Rissa dengan tersenyum.


Kevin hanya mengganggukkan kepala menanggapinya.


"Tadi kan udah lari, jadi setelah ini kita jalan santai menuju lapangan basket ya?" Ajak Kevin sambil mengelus pelan pipi Rissa.


Mendapat aksi Kevin yang tiba-tiba membuat jantung Rissa berpacu lebih cepat, dan jangan lupakan rona kemerahan di kedua pipi sang gadis.


"Padahal gak pake make up, kok tiba-tiba pipi kamu ada blush onnya ya?" Goda Kevin dengan wajah pura-pura tidak tahu.


Tak langsung menjawab, Rissa malah memalingkan wajahnya ke arah lain. Bisa-bisanya di bilang pake blush on, boleh gak sih Rossa cakar-cakar wajah tampan Kevin?!


Tak mau ketinggalan momen, Kevin kembali menghadapkan wajah Rissa agar bisa menatapnya.


"Kamu kalo lagi malu gini tu gemes banget, mau karungin kamu aja bisa gak?" Ujar Kevin sambil menoel-noel pipi Rissa yang sedang merona itu.


"Kak Kevin ihhh. Emang aku apaan sampe mau di karungin segala?!" Kesal Rissa karena tak terima dengan perkataan Kevin.


Suara tawa Kevin membuat orang-orang yang melewati area sekitar situ sontak menatap ke arah keduanya. Tak mau ambil pusing, Kevin semakin gencar menggoda Rissa. Dengan begini hukuman buat pacarnya terlaksana dengan lancar.


...


"Woii kebo, bangun. Anak gadis kok bangunnya siang" Teriak Nathan tepat ketika dia membuka pintu kamar sang adik.


Sementara yang di teriaki tidak merespon sedikit pun. Hal itu membuat Nathan semakin menguras kesabarannya.


Mendekati tempat tidur sang adik, Nathan yang tadinya berniat untuk kembali berteriak tidak jadi melakukannya usai melihat wajah tenang sang adik.


"Princessnya Nathan, bangun. Kebiasaan banget sih kalo hari libur gini tidurnya suka kebo" Nathan bersuara lembut sekaligus tangannya yang mengelus pelan pipi sang adik.


Elusan lembut tersebut berhasil mengganggu tidur sang princess. Pelan-pelan mata Tasya mulai terbuka. Melihat pergerakan kecil dari sang adik, Nathan kembali bersuara untuk lebih menyakinkan sang adik agar segera bangun.


"Cantik sih iya, tapi tidurnya kebo. Bangun gih, beres-beres terus turun ikut sarapan. Jangan tidur lagi, gak ada ya lima menit lima menit lagi" Ujar Nathan diakhiri dengan ancaman yang sudah dihafal oleh Tasya.


Mendengar perkataan Nathan yang menurut Tasya sedang berkicau seperti burung, membuat kesadaran Tasya kian membaik.


"Berisik banget tau gak bang. Udah kaya burung aja yang nyerocos terus" Balasan Tasya mampu membuat mata Nathan menghunus tajam tepat ke arah Tasya.


"Untung adek, kalo gak udah kakak pindahin kamu ke planet lain" Ujar Nathan dengan rasa kesalnya.


Tak membiarkan sang adik kembali bersuara, Nathan segera berlalu keluar dari kamar sang adik. Sebelum benar-benar keluar, Nathan kembali menginterupsi sang adik untuk segera bersiap dan turun untuk ikut sarapan.


Setelah memastikan Nathan keluar, Tasya meraih handphonenya yang terletak dekat bantalnya.


"Astaga! Kak Biel benar-benar nemenin aku tidur semalaman" Ucap Tasya yang terkejut setelah memeriksa aplikasi whatsappnya dan melihat riwayat panggilan dengan Gabriel selama 6 jam 25 menit tersebut.


Belum usai rasa terkejutnya, Tasya kembali dibuat melayang dengan pesan yang baru saja masuk ke whatsappnya.


📩📩


Selamat pagi cantiknya Biel. Ayo bangun terus beberes dan sarapan🥰


Hari ini kamu punya waktu luang kan? Bunda mau ketemu kamu, katanya udah kangen sama kembarannya Ella🤭


Setelah dibuat melayang, eh malah di kacangin. Bisa-bisanya dibilang kembaran Ella.


📨📨


Gak usah ngegombal kalo akhirnya malah jailin aku😤


Bilangin sama bunda nanti aja temu kangennya. Setelah aku dapet pangeran baru:)


Setelah pesan tersebut dibuka dan dibaca oleh sang kekasih, Tasya langsung bergegas ke kamar mandi untuk segera beberes dan turun sarapan.


Sementara diseberang sana atau lebih tepatnya sang penerima pesan alias Gabriel dibuat ketar-ketir setelah membaca pesan balasan dari Tasya. Tanpa babibu Gabriel langsung mendial ikon telepon untuk menghubungi Tasya. Bisa runyam jika Tasya benar-benar mencari pangeran barunya.


Tak mendapat jawaban atas teleponnya, tak membuat semangat Gabriel pudar. Dia malah mengspam chat pada Tasya sekaligus menelpon berulang kali.


Jika Tasya melihat hal ini, maka dapat dipastikan kemenangan kali ini berpihak pada dirinya.


.....


**Apa kabar guys?


sehat selalu yaa😇


See you next part🌻**