Love Hurts

Love Hurts
Ella Yang Rewel



"Ikut,, mau ikut bang El" Histeris Ella tatkala melihat Gabriel yang hendak mengantar Tasya pulang.


"Ella dirumah aja ya? Bang El gak akan lama kog" Bujuk Bunda Aulia kepada Ella yang saat ini berada di gendongannya.


"Gak mau. Mau ikut bang El" Bukannya mereda, Ella semakin histeris.


Tasya yang melihat Ella tidak berhenti menangis sontak mendekat ke arah bunda Aulia dan meminta agar Ella dipindahkan dalam gendongannya. Ella yang tadinya masih menangis langsung terdiam.


"Jangan nangis lagi ya cantik. Bang El gak jadi pergi. Iyakan Kak?" Bujuk Tasya pada Ella sambil bertanya tanpa memandang ke arah Gabriel.


Gabriel bingung harus menjawab apa. Pasalnya ini sudah hampir jam 5 sore. Itu tandanya dia harus mengantar Tasya pulang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan oleh mama Diana kepadanya.


"Kog malah diem sih Kak. Ntar aja baliknya, nanti aku ngomongin sama mama biar gak khawatir" Tambah Tasya yang seakan mengerti dengan kebingungan Gabriel.


Gabriel yang tadinya hendak mengeluarkan motornya dari bagasi sontak berhenti dan kembali berjalan mendekat ke arah ketiga orang yang di sayanginya.


"Emm. Bang El gak jadi pergi. Jadi Ella gak perlu ikut bang El kan?" Tanya Gabriel pada adik kesayangannya itu.


Ella hanya terdiam tanpa membalas apapun. Yang dia tau bang El nya gak jadi pergi.


"Yaudah masuk dulu yuk. Maafin Ella yah Sya, karena Ella kamu pulangnya jadi telat" Sesal bunda Aulia setelah mereka kembali masuk dalam rumah dan sudah kembali duduk di sofa ruang keluarga.


"Gapapa bun. Aku juga seneng bisa nemenin Ella sedikit lebih lama" Cengir Tasya yang langsung menoel pipi chubby Ella saat ini yang masih berada dalam gendongannya.


"Nanti jangan lupa kabarin mama kamu ya. Bila perlu nanti aku juga ngabarin tante Diana agar gak terlalu khawatir" Timpal Gabriel sambil mengelus puncak kepala Tasya dengan sayang.


"Iya kak Biel bawel. Gak lupa kog soal itu" Balas Tasya dengan sedikit mengatai Gabriel.


Bunda Aulia yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum manis. Ditambah dengan Ella yang saat ini masih berada dalam gendongan Tasya membuat ketiganya terlihat seperti keluarga kecil saja.


***


"...."


"Iya sayang. Kenapa?"Jawab Mama Diana ketika sambungan telefon sudah terhubung.


"...."


"Oh gitu. Iya gapapa sayang. Nanti pulangnya hati-hati dijalan ya. Ingetin Biel kalo bawa motornya jangan ngebut-ngebut, terus kalo ada apa-apa langsung kabarin mama" Ucap mama Diana panjang lebar.


"...."


"Iya sayang. Udah dulu yah? Mama mau lanjut masak buat makan malam" Setelah mengatakan itu, sambungan telefon langsung diputus sepihak oleh mama Diana.


***


"Emm udah. Kata mama nanti bawa motornya jangan ngebut-ngebut. Terus kalo ada apa-apa langsung kabarin mama" Pukas Tasya sambil melirik kecil ke arah Ella yang saat ini sedang menatap intens ke arah mereka berdua.


"Bunda kemana? Perasaan sebelum aku nelfon tadi, bunda masih disini" Tanya Tasya ketika dia tidak menemukan keberadaan bunda Aulia disitu.


"Bunda lagi ke dapur. Mau masak makan malam katanya" Jawab Gabriel yang kini sudah memangku Ella.


"Oh gitu. Yaudah aku ke dapur dulu, siapa tau bunda butuh bantuan aku" Tukas Tasya yang hendak berdiri dari duduknya.


"Gak usah. Disini aja nemenin aku dan juga Ella" Balas Gabriel yang seperti tidak rela jika harus ditinggal oleh Tasya. Padahal Tasya cuma mau kedapur buat bantuin bundanya kog rasanya ditinggal pergi jauh sih?!. Ada-ada saja Gabriel ini.


"Hii udah bosan nemenin kak Biel. Mending nemenin bunda masak" Timpal Tasya yang langsung berlari kecil ke arah dapur sambil tersenyum lebar karena berhasil menjahili Gabriel.


"Awas jatoh. Ntar jatoh baru nangis" Balas Gabriel yang tidak didengar oleh Tasya karena saat ini Tasya sudah masuk di area dapur.


***


Tak jauh berbeda dengan bunda Aulia dan mama Diana, mami Amora juga saat ini sedang berkutat dengan masakannya didapur.


"Mami butuh bantuan?" Suara Rissa mengagetkan mami Amora yang saat ini sedang fokus dengan masakannya.


"Sayang,, lain kali jangan kagetin kayak gitu lagi. Bisa jantungan mami" Nasihat mami Amora pada putrinya yang sudah berdiri di sampingnya.


"Hehehe maaf Mi. Habisnya mami fokus banget" Cengir Rissa.


"Hmm.. Kamu duduk manis aja dimeja makan, atau gak kamu nonton TV aja. Ini pekerjaan mami udah mau selesai. Gak lama juga papi bakal pulang, jadi harus selesai sebelum papi kamu pulang" Perintah mami Amora tanpa mau dibantah oleh Rissa.


"Ohh. Oke komandan. Aku nonton TV aja" Balas Rissa sambil berjalan keluar dari dapur menuju ruang keluarga agar bisa menonton TV.


Mami Amora hanya terkekeh pelan ketika mendengar perkataan putrinya. Ada-ada saja kelakuan putrinya sehingga dia tidak bisa berhenti tersenyum.


.....


See you next part guys


Sehat selalu kalian semua😇


Jangan lupa saran dan juga masukannya ya☺