Love Hurts

Love Hurts
Pertanyaan Gabriel



Akhirnya rasa penasaran sekaligus kejanggalan yang dirasakan oleh Gabriel terjawab sudah. Dan saat ini yang perasaan yang dia rasakan adalah perasaan senang dan juga takut.


Flashback On


"Tasya" Panggil Gabriel setelah Tasya turun dari motornya.


"Hmm?" Jawab Tasya sambil membuka helm yang masih terpasang manis dikepalanya.


"Aku mau nanya sesuatu boleh gak?" Ucap Gabriel yang terus fokus menatap Tasya.


"Mau ngomong apa Kak?" Bukannya menjawab, Tasya malah balik bertanya.


"Tapi janji ya jangan marah. Apalagi sampe ngejauhin aku?" Sela Gabriel karena takut nanti Tasya akan merasa tersinggung.


Tasya sendiri malah menatap Gabriel dengan lekat. Tiba-tiba saja dia merasa jantungnya berpacu sedikit lebih cepat dari biasanya. Jangan-jangan kak Biel akan,,,,


"Kamu ingat gak waktu aku nganter kamu pulang tapi gak sampe rumah sebab aku harus balik ke sekolah?" Tanya Gabriel yang malah membalas tatapan Tasya dengan lekat juga.


"Ingat Kak. Waktu itu kan aku bilangnya nanti mampir bentar ke supermarket, tapi kak Biel malah harus balik ke sekolah karena ada urusan" Jawab Tasya sambil menjelaskan sesuai dengan yang dibilang Gabriel.


Gabriel mengulum bibirnya karena rasa gemasnya pasa Tasya yang saat ini terlihat seperti sedang berpikir itu.


"Memangnya kenapa Kak?" Tasya balik bertanya kepada Gabriel.


Gabriel yang tersadar dari rasa gemasnya kembali fokus dengan pertanyaan Tasya.


"Emm itu,, gimana ya ngomongnya,," Gabriel malah bingung sendiri. Pasalnya dia harus ngomong bagaimana? Harus menggunakan kalimat yang seperti apa?


Tasya yang melihat Gabriel seperti itu menjadi ikut bingung.


"Kak Biel mau ngomongin apa? Ngomongin aja, aku gak bakal marah kog selama pertanyaan kak Biel masih wajar" Kata Tasya setelah beberapa detik Gabriel tak kunjung bicara.


Hufttt


Gabriel menarik napas dengan kasar. Lebih baik bertanya sekarang daripada tidak tau sama sekali.


"Itu artinya kak Biel ngeliat aku, kak Nathan dan juga kak Kevin?" Tanya Tasya dengan wajah yang sudah berubah menjadi panik menatap Gabriel.


Entah kenapa pertanyaan itu meluncur begitu saja tanpa dia pikir panjang.


Gabriel yang melihat perubahan wajah Tasya sedikit merasakan sakit di hatinya. Apakah Tasya dan Kevin memiliki hubungan spesial? Pikir Gabriel saat ini.


"Iya Sya. Maaf. Aku gak bermaksud lancang atau apa, tapi aku harus menanyakan ini agar semuanya bisa jelas. Kamu sama Kevin memiliki hubungan yang seperti apa? Soalnya kemarin yang aku liat kamu kaya udah akrab banget sama dia" Ungkap Gabriel yang langsung merasa lega karena akhirnya pertanyaan yang selama ini dia tahan terluncur sudah dari mulutnya.


Tasya yang mendengar pertanyaan Gabriel malah tersentak kaget dengan bola mata yang langsung membulat sempurna dan mulut yang terbuka berbentuk huruf O.


Gabriel malah merasa lucu mendapati wajah kaget seperti itu. Dia langsung terkekeh pelan dan tanpa sadar tangannya terangkat mengelus kepala Tasya dengan lembut. Tasya yang masih kaget langsung tersadar.


"Jadi kak Biel liat semuanya ya. Tapi aku sama kak Kevin gak ada hubungan apa-apa. Hanya hubungan masa lalu saja. Kak Biel jangan mikir yang aneh-aneh dulu tentang aku dan kak Kevin" Seloroh Tasya dengan menggoyangkan kedua tangannya sebagai bentuk tidak membenarkan ucapan Gabriel terhadap kejadian tempo hari.


"Hubungan masa lalu?" Tukas Gabriel dengan tidak sabar.


Tasya hanya menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Gabriel.


"Kita ngomonginnya sambil duduk aja ya Kak? Aku capek berdiri terus" Balas Tasya sambil berjalan menuju kursi yang sudah tersedia di teras rumahnya.


Gabriel tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Terlalu asik dengan pertanyaannya sampai lupa dengan Tasya yang malah berdiri sejak tadi.


.....


Yeay up juga😁


Maaf ya kalo lama upnya🙏


*See you next part guys


Sehat selalu kalian semua😇


Jangan lupa ya tinggalin jejaknya❤️*