
Setelah berpisah dengan Rissa di gerbang sekolah, Gabriel dan Tasya langsung bergegas untuk pulang juga. Yap Gabriel akan mengantar Tasya pulang, akan tetapi Tasya mengatakan untuk singgah sebentar di super market, sebab ada beberapa barang yang ingin dibelinya.
"Kak Biel, kita singgah sebentar ya di super market depan" Pinta Tasya kepada Gabriel.
"Oke cantik" Gabriel menyetujuinya.
Tak berselang lama, keduanya telah sampai. Tasya bergegas turun dari motor dan membuka helmnya, begitu juga dengan Gabriel. Saat mereka hendak masuk, handphone Gabriel tiba-tiba berbunyi.
Drrt,,drrt
"Halo Ger,, Kenapa?" Tanpa basa-basi Gabriel langsung bertanya pada si penelpon.
"...."
"Hah? Harus sekarang ya?" Sergah Gabriel.
"...."
"Oke oke gue segera kesana" Jawab Gabriel sambil mengusap wajahnya. Setelah itu panggilannya dimatikan oleh Gabriel.
Tasya yang terlihat kebingungan itu langsung bertanya kepada Gabriel.
"Kak Biel kenapa? Lagi ada urusan mendadak ya? Tanya Tasya dengan hati-hati.
Gabriel yang baru menyadari kalo dia sedang bersama Tasya langsung menepui jidatnya pelan.
" Sya maafin aku ya, aku sampai lupa kalo lagi sama kamu" Jawab Gabriel sambil cengir.
"Hiii gak apa-apa kak Biel" Tasya mengatakan itu dengan tersenyum manis ke arah Gabriel.
Gabriel yang tadinya sempat merasa bersalah langsung membalas senyum Tasya yang menurutnya kelihatan cantik itu.
"Gini Sya, tadi yang nelpon itu teman basket aku. Katanya anak-anak basket disuruh ngumpul dulu sebelum pulang, tapi gurunya malah ngasih informasinya pas anak-anak yang lain udah pada pulang. Jadinya dia nelpon aku buat ngasih tau info tersebut" Jelas Gabriel sambil menarik nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya.
"Maafin aku ya Sya, gak bisa nemenin sama anterin kamu sampai rumah" Suara Gabriel melirih dan langsung menatap ke arah Tasya.
Tasya yang melihat hal itu, tidak menyalahkan Gabriel. Dia tau kalau Gabriel adalah ketua tim basket jadi mau tidak mau dia harus segera balik ke sekolah.
"Kak Biel gak usah merasa bersalah kek gitu. Gak apa-apa tau, urusan kak Biel lebih penting. Aku bisa balik sendiri, atau nanti aku coba hubungi kak Nathan juga bisa" Balas Tasya kepada Gabriel yang kini sedang menatapnya dengan wajah bersalahnya.
"Sekali lagi maafin aku ya cantik" Gabriel mengatakan itu sambil memakai helmnya.
"Iya kak Biel bawel, gak apa-apa ihh. Udah cepetan ke sekolah, hati-hati bawa motornya" Kata Tasya sambil memperingati Gabriel.
"Yaudah aku pergi ya, kalo udah sampe rumah nanti kabarin aku biar aku gak khawatir" Setelah mengatakan itu, Gabriel langsung bergegas balik ke sekolahnya.
Tasya yang melihat kepergian Gabriel, memilih untuk segera masuk ke dalam toko tersebut.
Setelah didalam toko, Tasya bergegas mencari barang-barang yang dia perlukan. Saat sedang asik melihat-lihat es krim, ada suara seseorang yang memanggilnya.
"Tasya"
"Kak Kevin" Tiba-tiba saja Tasya menjadi gugup.
Kevin yang melihat itu hanya tersenyum kecil.
"Kamu sama siapa kesini?" Tanya Kevin basa-basi.
"Eumm i i itu,,t tadinya sama kak Biel, t tapi kak Bielnya lagi ada urusan mendadak" Jawab Tasya yang malah tergagap.
Kevin menjadi gemas sendiri ketika mendengar suara Tasya yang sedikit gagap, dia tidak ingin membuat suasana menjadi canggung jadi sebisa mungkin dia berusaha untuk mencairkan suasana, agar supaya Tasya tidak merasa canggung apalagi tegang ketika sedang bersama dia.
"Dari dulu kamu emang selalu gemesin tau gak Sya" Goda Kevin, dengan begitu Tasya akan mudah luluh dan melupakan rasa gugup dan juga canggungnya.
"Apaan sih kak Kevin, orang aku gak ngapa-ngapain juga. Malah dibilang gemes" Omel Tasya dengan sebal.
See? Kevin tau kalau cara ini bakal berhasil. Kevin kembali menggoda Tasya seperti kebiasaannya dulu.
"Orang kamu diam aja udah keliatan gemes, apalagi kalo lagi ngomong, gemesnya malah tambah banyak" Goda Kevin sambil tertawa kecil.
"Ishh kak Kevin nyebelin juga" Balas Tasya yang langsung membuang wajahnya ke arah lain.
Aaah tiba-tiba saja Tasya jadi rindu masa-masanya pacarannya dulu dengan Kevin. Setelah terdiam beberapa saat, Tasya memberanikan diri untuk menanyakan hal yang membuat Kevin terdiam sambil menatap lekat ke arah Tasya.
"Kak Kevin kemana aja selama ini?" Tanya Tasya dengan suara pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kevin.
Untuk beberapa saat Kevin terdiam, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Tasya ke cafe yang kebetulan bersebrangan dengan super market itu.
"Ceritanya panjang Sya, kita bisa ngobrolnya sambil duduk aja biar kamu gak cape. Kita ke cafe di depan aja biar aku ceritain semuanya"
"Eumm bentar kak, aku bayarin barang-barang aku dulu" Putus Tasya.
Yaa lebih baik dia mengetahui sekarang, mumpung sudah ketemu. Dia sudah lama menahan rasa penasarannya meski nanti dia akan merasakan sakit juga.
Setelah membayar semua barang keperluannya, Kevin dan Tasya langsung bergegas ke cafe yang berada di sebrang jalan.
.....
Akhirnya ketemu juga duo pasangan masa lalu ini😌
Oke di part selanjutnya bakal flashback ke masa SMPnya Tasya dan juga Kevin. Tapi flashbacknya cuma pas Kevin dan Tasya bakal berpisah gitu.
*See you next part ya guys
Sehat selalu kalian semua😇
Salam sayang dari Tasya dan juga Kevin🥰
Jangan lupa saran dan masukannya☺*