Love Hurts

Love Hurts
Kejahilan Rissa



Sepanjang perjalanan pulang, senyuman Kevin tak pernah luntur. Perasaannya sudah lega, tidak merasa gelisah ataupun bersalah lagi. Semua beban masalalunya telah dia lepaskan hari ini.


Dan untuk masalah hati, Kevin akan belajar untuk semakin mengikhlaskan yang lalu dan mencoba lembaran baru bersama dengan Rissa.


Meskipun berat mengikhlaskan tetapi percayalah bahwa waktu mampu menghilangkan perasaan itu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Kevin segera beranjak untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Dari mana saja kamu?! Kenapa jam segini baru pulang?!" Pertanyaan pertama dari kakeknya tepat ketika Kevin hendak melangkah menuju kamarnya.


Tak langsung menjawab, Kevin berbalik dan menatap kakeknya dengan jengah.


"Kevin lagi malas berdebat Kek. Jangan memulai sesuatu yang pada akhirnya semakin membuat hubungan di antara kita kian merenggang" Sarkas Kevin tanpa mempedulikan gurat wajah marah kakeknya.


Bukan tanpa alasan Kevin berkata seperti itu. Jujur saja semakin hari dia semakin merasa jauh dari kakeknya. Kevin seperti tidak mengenali sosok kakeknya yang sekarang ini, bahkan dia sampai tidak habis pikir hanya karena perbedaan status dulu kakeknya sampai tega berbuat nekat dengan mengancam akan merusak keluarga Tasya.


Tak menunggu balasan dari sang kakek, Kevin segera berlalu dari sana, dia ingin segera membersihkan tubuhnya dan segera beristirahat.


Sementara itu Wilardi mencoba untuk menetralkan emosinya yang sudah membuncah itu. Wilardi tak mengelak atas ucapan Kevin barusan, malahan dia membenarkan ucapan tersebut. Meski begitu kekesalan Wilardi karena diacuhkan sang cucu membuat dia kembali membuang perasaan lembutnya.


"Anak kita semakin hari semakin berani buat melawan kakeknya, Pah" Lirih Rihana kepada suaminya.


"Kita akan selalu mendukung keputusan apapun yang di ambil oleh Kevin. Kita akan menebus kesalahan kita dengan cara terus mendukung dan menyemangatinya" Balas Hardian pada isterinya dengan lembut.


Keduanya sedari tadi memperhatikan interaksi kakek dan cucu tersebut. Untuk kali ini mereka tak akan ikut campur dalam pilihan hidup yang Kevin inginkan. Mereka sudah terlalu jauh untuk menjangkau anaknya yang kian hari semakin menjauh dari kehidupan mereka.


Tinggal satu atap, makan satu meja tak menutup kemungkinan sebuah hubungan membaik. Yang ada tali kekeluargaan itu kian merenggang sejalan dengan waktu.


....


📩📩


Kak Kevin


Lagi apa? Udah makan belom?


Besok kak Kevin latihan basket kan? Sesuai janji ya, aku temenin kak Kevin latihan. Mumpung besok libur.


Baru saja mengaktifkan datanya, bunyi notifikasi pesan masuk membuat senyuman kecil terpatri di wajah Kevin.


"Halo Kak?"


Sapaan pertama ketika sambungan tersebut di angkat. Kevin masih tetap diam, belum berniat untuk membuka suara.


"Halo? Kak Kevin? Kok gak ada suara sih! Halooo?!!" Kesal Rissa karena tak dapat respon apa-apa.


Terkekeh kecil sebelum bersuara. Itulah yang dilakukan Kevin saat ini. Dia tidak tahu saja kalau saat ini Rissa sedang menahan suaranya untuk tidak mengomeli ulahnya.


"Lagi apa? Udah makan belum?" Tanya Kevin usai terkekeh pelan.


"Baru selesai nonton anime. Udah makan tadi. Kak Kevin sendiri lagi apa? Udah makan?" Jawab sekaligus tanya Rissa pada Kevin.


"Dih, udah gede tontonannya anime. Pacar siapa ini? Kayaknya aku salah nomer deh" Balas Kevin dengan terkikik geli.


"Pacarnya kak Vino . Gak usah jailin aku. Aku mau marah dulu bentar sama kak Kevin" Ketus Rissa.


Mendengar jawaban Rissa yang tak di sangka-sangka, membuat rahangnya mengeras. Niat hati ingin menjahili Rissa, malah dia yang kena tamparan lebih dulu.


"Heh omongannya kok gitu! Gak ada gak ada. Kami itu miliknya Kevin Alberto Sanjaya" Tekan Kevin dengan lugas.


Rissa diseberang sana dibuat meleleh usai mendengar perkataan Kevin. Ah, kalau begini mana bisa dia betah marah-marah pada Kevin.


"Aku bukan barang loh Kak. Ngapain coba pake di bilang milik kak Kevin" Jahil Rissa.


Kevin dibuat gemas oleh balasan Rissa. Tunggu saja hukumannya besok. Bakal habis pipi chubby Rissa di cubit olehnya. Begitulah rencana di tampan Kevin.


Obrolan keduanya terhenti, ketika Kevin ingin membersihkan tubuhnya yang gerah dan lengket itu. Besok rencana yang sudah disusun rapi harus terlaksana dengan mulus, Kevin akan menegaskan kembali bahwa Rissa adalah miliknya.! Bukan milik orang lain.


.....


Yeay update👐


See next part guys


Sehat selalu kalian semua💗