
Yang namanya kemungkinan selalu ada.
Meski kemungkinan itu tak selalu berakhir dengan kepastian.
Setelah memakan waktu kurang lebih 20 menitan, Biel dan Tasya akhirnya sampai juga diwarung makan kesukaan Tasya. Segera saja Tasya turun dari motor dan melepaskan helmnya, sambil menunggu Biel yang sedang memarkirkan motornya.
"Gak sabar pengen makan ya Sya?" Tanya Biel ketika melihat tatapan lapar dari mata Tasya.
"Udah tau aku gak sabar malah pake nanya lagi,,!" Setelah mengatakan kalimat itu, Tasya langsung bergegas masuk kedalam warung makan tersebut. Sedangkan Biel hanya mengekor di belakang Tasya sambil geleng-geleng kepala melihat wajah cemberut Tasya.
Tanpa diduga oleh siapa pun, tiba-tiba ada seseorang yang langsung memanggil Tasya ketika melihat dia melangkah masuk kedalam warung makan tersebut.
"Tasyaaaaa" Panggil seseorang yang duduk di meja paling pojok didalam warung makan tersebut sambil mengangkat tangannya dan melambai ke arah Tasya.
Sontak saja Tasya dan juga Biel melihat kearah sumber suara tersebut.
Deg
Deg
Setelah mendengar nama yang dipanggil oleh Rissa, jantung Kevin berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Untuk sesaat, Kevin hanya diam mematung.
"Nanti setelah pesan, duduk disini yaa" Lanjut Rissa sebelum Tasya menjawab panggilannya.
Tasya hanya bisa mengikuti permintaan sahabatnya itu.
Selesai memesan menu yang ingin mereka makan, Tasya dan Biel langsung menuju ke meja Rissa dan juga Kevin.
Deg
Deg
Jantung Tasya berpacu dengan cepat ketika melihat orang yang duduk berhadapan dengan Rissa. Antara bingung dan juga terkejut itulah ekspresi yang ditujukan oleh Tasya.
"Duduk Sya jangan malah bengong" Perkataan dari Rissa menyadarkan Tasya dari keterkejutannya itu.
"Ahaa iya Riss" Jawab Tasya dengan nada sedikit kaku.
"Kak Biel juga duduk aja, jangan sama kek Tasya yang malah bengong dulu" Persilahkan Rissa kepada Biel yang masih berdiri disamping Tasya.
"Kamu datangnya udah lama yaa?"
"Gak tuh, sekitar 5 menitan lah. Iyakan kak?" Jawab Rissa sekaligus melihat kearah Kevin. Kevin hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya saja.
"Oh ya kak Biel, kenalin ini pacar aku. Namanya kak Kevin" Rissa langsung mengenalkan kedua makhluk adam itu. Sontak perkataan itu membuat Biel melihat kearah Kevin dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan langsung dengannya.
"Gabriel, panggil aja Biel"
"Kevin" Sambil menerima uluran tangan dari Biel.
Sempat jeda beberapa detik, sebab Kevin melihat Gabriel dengan tatapan tajamnya seolah-olah Biel adalah musuhnya. Meski bingung dengan tatapan Kevin, Biel bersikap acuh seolah-olah tak terjadi apapun diantara keduanya. Dan memang tidak ada apa-apakan?
"Ciee udah berani makan berdua nii ceritanya" Ledek Rissa kepada Tasya, sementara Biel hanya tersenyum ketika mendengar ledekkan Rissa.
"Jangan mulai aneh-aneh kamu yaa" Tasya menjawab dengan cepat ledekkan Rissa, sebab dia tidak ingin ada kesalahpahaman.
Sementara itu, Kevin yang mendengarnya langsung meremat kuat sendok yang berada didalam genggamannya. Semua itu tak luput dari mata Tasya setelah membalas ledekkan Rissa itu.
"Do'ain aja ya Rissa, semoga lancar" Bukan Biel namanya kalau tidak ikut menggoda gadis pujaannya itu.
"Mulai kumat nii sifat jahilnya, seneng banget ya ledekin aku" Kata Tasya dengan muka cemberutnya. Gabriel yang merasa gemas dengan pipi chubby Tasya langsung menjulurkan tangan untuk mencubitnya.
"Gemesin banget sihh anak orang"
Perbuatan Gabriel itu terlihat oleh 4 pasang mata yang sedang duduk dimeja itu juga, tetapi berbeda pandangan matanya. Kalau Rissa melihat hal itu dengan pandangan mata senang, maka lain halnya dengan Kevin. Kevin sempat melototkan matanya itu kearah tangan Gabriel, sedetik kemudian dia membuang pandangannya kearah lain.
Jika ditanya apakah Kevin merasakan sakit hati? Maka jawabannya adalah iya. Tanpa dia sadari, perbuatannya kemarin juga sempat membuat Tasya merasakan hal yang sama.
....
See you next part guys☺
Maaf ya kalo misalnya part kali ini kurang memuaskan para readers🙏
Makasih juga untuk readers yang mau sempetin waktu untuk baca karya aku🥰
Sehat selalu ya readers ku😇