
Hari ini Kevin benar-benar akan menepati janjinya pada Rissa. Untung saja Rissa kembali mengingatkan dia tentang janjinya itu. Pasalnya dia sudah lupa mengenai janjinya itu.
Sedang asik-asik duduk bareng temannya, tiba-tiba saja ponsel Kevin berbunyi. Segera saja dia merogoh celananya untuk mengeluarkan ponselnya dan segera melihat notifikasi pesan dari seseorang.
Ting
📩📩
Kak Kevin hari ini jadi datang kerumah aku kan?
Aku cuman ingetin aja. Kalo hari ini kak Kevin lagi ada urusan lain juga gapapa. Nanti lain kali aja main ke rumah aku.
Setelah membaca pesan tersebut, Kevin langsung menepuk jidatnya pelan. Kenapa dia bisa lupa dengan janjinya itu sih. Untung saja ada pesan dari pacarnya, jika tidak bisa dipastikan Rissa akan ngambek dengannya.
Tanpa menunggu lama, jari-jari tangan Kevin mulai mengetik pesan sebagai balasan untuk pacarnya itu.
📨📨
Bisa sayang. Hari ini aku gak ada agenda ataupun urusan lain. Kan aku udah janji sama kamu juga kalo hari ini bakal ke rumah kamu. Nanti aku jemput ke sekolah kamu ya.
Setelah membalas pesan tersebut, Kevin kembali fokus dengan teman-temannya itu.
"Eh denger-denger bakal ada lomba basket antar sekolah loh. Boleh nih kita uji skill sama sekolah lain, sekalian liat cewek-ceweknya" Ucap Vino salah satu teman Kevin yang sesama anak basket juga.
"Serius Vin? Wahh, bisa tuh kita cuci mata juga" Tambah teman Kevin yang diketahui namanya Alan.
"Kalian berdua kalo soal cewek cepat banget tanggepnya. Coba kalo pelajaran mengeluh melulu" Tukas Kevin sambil melirik kedua temannya itu.
"Gapapa yang penting gak lari. Iya gak sih Lan?" Ucap Vino sambil mengkode Alan yang saat ini duduk didepannya.
"Yoi bray" Balas Alan dengan santai.
Ting
Suara itu kembali berasal dari ponselnya Kevin. Sepertinya itu pesan balasan dari Rissa pikir Kevin.
📩📩
Oke Kak. Nanti kabarin aku ya kalo udah didepan sekolah.
Setelah membaca pesan tersebut Kevin langsung mengetik pesan balasan untuk pacarnya itu.
📨📨
Oke princess. Nanti aku kabari.
"Mau tau aja atau mau tau banget?" Iseng Kevin sambil menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum jahil.
"Kampret banget sih lo asli" Ujar Alan dan diangguki oleh Vino.
"Bodoh amatlah" Balas Kevin sambil beranjak dari duduknya itu.
Spontan kedua temannya juga ikut berdiri dan beranjak dari tempat itu. Yap, saat ini ketiga makhluk itu sedang berada di rooftop sekolah. Sudah mereka jadikan sebagai beskem mereka bertiga.
"Mau ke kantin atau ke kelas nih?" Tanya Vino pada kedua temannya itu.
"Ke kantin aja langsung. Kampung tengah gue gak bisa di ajak kompromi saat ini" Ujar Alan yang suka merasa lapar itu.
"Sehari aja lo makannya dibatasi bisa gak sih?!" Sela Vino yang sudah biasa dengan kelakuan Alan. Kevin sendiri hanya diam memperhatikan keduanya.
"Lo gak usah mancing-mancing bisa gak sih?! Lama-lama gue sunat habis barang lo nih" Jengkel Alan karena Vino yang suka kepo itu.
Vino langsung terdiam sambil bergidik ngeri. Bukannya takut dengan ancaman Alan, tetapi karena tatapan mata Alan yang seakan-akan ingin menyunatnya betul-betul.
Kevin hanya acuh tau perihal keduanya. Tetapi meski begitu dia tetap ikut langkah kedua temannya yang mengarah ke area kantin.
Kedatangan ketiganya disambut oleh tatapan-tatapan memuja dari anak-anak cewek. Baik itu adik kelas maupun kakak kelas. Memang ketiganya memiliki paras yang tidak jauh dari kata tampan dan juga berkharisma.
"Ini nih yang bikin gue demen ke kantin. Banyak mata yang melihat ke arah kita. Berasa udah jadi kayak artis gitu" Bisik pelan Alan yang hanya di dengar oleh kedua temannya itu.
"Lo aja kali yang demen. Gue sama Kevin malah merasa risih sama tatapan mereka" Balas Vino yang memang merasa risih jika terlalu diperhatikan. Dan Kevin sendiri hanya bisa mengganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan Vino.
"Kalian berdua terlalu kuno tau. Masa diliatin kayak gitu aja merasa risih" Sela Alan yang tidak mau mengalah.
"Terserah lo aja" Tukas Kevin yang mulai melangkahkan kakinya ke arah salah satu meja.
Kedua temannya pun mengekor dari belakang, pasalnya Kevin langsung menerobos begitu saja.
Sementara di meja paling ujung, ada beberapa pasang mata yang menatap ketiganya dengan jengkel dan juga kesal. Meskipun bisa dibilang tampang mereka juga tak kalah tampan dengan ketiga sahabat itu.
.....
Hayo siapa itu yang liatin mereka kayak gitu?
Jangan lupa tinggalkan jejak ya❤️
See you next part guys
Sehat selalu kalian semua😇