Love Hurts

Love Hurts
Percakapan Antar Cowok



Selama bermain, Kevin sering mencuri-curi pandang ke arah Tasya, dia akui bahwa Tasya semakin cantik, apalagi sifat periangnya yang dari dulu tak pernah hilang.


"..." (Senang rasanya melihat senyum cantikmu princess. Aku sangat merindukanmu, aku senang melihat keluargamu bisa berada sampai diposisi sekarang. Maafkan aku yang pergi tiba-tiba tanpa menghubungimu barang sekali saja) Monolog Kevin dalam hati.


Gabriel yang sempat melihat Kevin curi-curi pandang ke arah Tasya menjadi curiga. Tetapi dia berfikir positif saja, dia tidak ingin terjadi salah paham antara mereka berempat.


"Ehmm,,Lo beruntung bisa dapetin Rissa. Anaknya baik dan ceria meskipun mulutnya suka berceloteh dan cerewet" Kata-kata Gabriel menyadarkan Kevin dari aktivitas curi-curi pandangnya. Yap, Gabriel tidak menggunakan bahasa formal (aku-kamu) karena menurutnya itu terlalu kaku diantara sesama lelaki.


Kevin yang mendengar perkataan Gabriel malah salah tingkah, karena dia berfikir bila Gabriel sempat melihat aktivitas curi-curi pandangnya itu. Untuk menghilangkan salah tingkahnya itu Kevin hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.


"Lo sendiri kenapa gak jadian sama Tasya?" Meski tau pertanyaannya itu ambigu, Kevib tetap menanyakan perihal itu walaupun hatinya sedikit menekan perasaan cemburu.


"Bukan gak jadian, tapi belum saatnya aja. Gue masih cari waktu yang pas, dan gue juga gak mau terburu-buru. Gue tau kalo Tasya sebenarnya belum memiliki perasaan apa-apa sama gue, tapi gue bakal berusaha untuk dapetin hati dia" Jawab Gabriel dengan pasti.


Kevin yang mendengar jawaban Gabriel sedikit merasakan marah dan juga cemburu, tetapi dia mencoba menekan perasaannya itu dengan balik bertanya hal yang semakin membuat Gabriel curiga terhadap dia.


"Lo yakin Tasya bakalan terima perasaan Lo?"


Gabriel mengerutkan keningnya pertanda bahwa dia sedikit kesal dengan ucapan Kevin, tapi sebisa mungkin dia menahan kekesalannya itu dengan balik bertanya kepada Kevin yang langsung terdiam ketika tersadar dari pertanyaannya barusan.


"Kenapa Lo berkata seperti itu? Seolah-olah Lo ada hubungan khusus dengan Tasya. Padahal setau gue, Lo sama Tasya baru kenal"


Deg,,, deg


Tiba-tiba Kevin menyadari sifatnya yang hampir terang-terangan mengatakan bahwa Tasya masih miliknya. Untuk menghindari pertanyaan Gabriel, Kevin langsung menarik tangan Rissa dan mengajaknya untuk segera pulang ketika mereka telah selesai bermain.


"Pulang yukk, udah mau jam 4, nanti mama sama papa kamu khawatirin kamu"


"Astaga kak Kevin, pelan-pelan nariknya, kaget tau" Rissa malah mengomeli Kevin lantaran dia kaget dengan gerakan tiba-tiba dari pacarnya itu.


Kevin tidak menggubris perkataan Rissa, malahan dia langsung berjalan dengan sedikit terburu-buru karena ingin menghindari tatapan intimidasi dari Gabriel.


"Kita juga balik aja yaa? Udah sore juga, takutnya nanti sampe rumah bisa kena marah" Gabriel mengatakan itu sampai menepuk pelan pundak Tasya.


Tasya yang kaget karena pundaknya ditepuk tiba-tiba oleh Gabriel, langsung berbalik dan mengomeli Gabriel dengan wajah kesalnya.


"Hehehe, maaf cantik. Habisnya kamu terlalu fokus melihat mereka berdua" Bukannya marah, Gabriel malah mengacak-acak rambut Tasya.


Mendengar kata-kata Kevin membuat Tasya yang tadinya kesal kini malah menekuk wajahnya. Dia terlalu fokus dengan pasangan itu, sampai tidak sadar jika Gabriel juga memperhatikannya.


"Udah gak usah sedih, nanti kalo udah resmi baru kita kayak gitu" Rayu Gabriel kepada Tasya.


"Memangnya apa yang bakal resmi kak?" Tanya Tasya dengan polosnya.


Gabriel malah menepuk jidatnya dengan pelan, ternyata gadis pujaannya ini tidak peka dengan perkataannya.


Terlalu asik dengan dunia sendiri, mereka sampai tidak sadar jika Kevin dan Rissa sudah masuk kedalam lift.


"Tungguin mereka dulu kak. Kak Kevin kenapa sih? Lagi buru-buru banget ya?" Tahan Rissa ketika mereka hendak melangkah masuk kedalam lift.


Kevin tidak menjawab pertanyaan Rissa barusan, dia malah menutup matanya untuk menetralkan degup jantungnya yang tiba-tiba berdetak dengan cepat.


"Bentar kak,,, Tasya. Buruan ihh, kebiasaan banget yaa telatnya kalo udah sama kak Biel" Teriak Rissa dengan keras. Bukannya malu, Tasya malah merasa lucu ketika mendengar suara teriakkan itu.


Setelah dekat, mereka langsung masuk kedalam lift. Didalam lift Tasya dan Rissa tidak berhenti membahas kegiatan yang baru saja mereka lakukan tadi, sehingga tidak menyadari jika kedua makhluk adam yang berdiri dibelakang mereka saling melempar tatapan tidak suka. Keduanya seperti akan memulai peperangan saja, auranya begitu mencekam.


....


Sedikit lagi yaa Gabriel bakal tau hubungan masa lalu Kevin dan juga Tasya🤭🤭


Tasya sama Rissa kalo udah bercerita itu gak akan ada endingnya🤣🤣


See you next part guys,,,


Terimakasih sudah mampir🙏


Jangan lupa saran dan masukan sangat diperlukan🙏🙏


Bahagia dan sehat-sehat selalu ya kalian😇😇