
Bel istirahat telah berbunyi, pertanda jam pelajaran kedua telah selesai. Tasya yang sedang merapikan buku-bukunya, dikagetkan dengan suara teriakan seseorang.
"Tasyaaa"
Tasya yang memang terkejut itu, spontan mengelus dadanya sebentar, setelah itu dia melihat ke arah sumber suara tersebut.
"Astaga Rissa,, bisa gak sih masuk kelas orang tuh yang sopan dikit" Tegur salah satu teman kelas Tasya.
"Hehehe sorry guys, aku lagi semangat aja hari ini" Cengir Rissa tanpa merasa salah.
Teman-teman kelas Tasya yang masih berada dikelas dan melihat interaksi Rissa bersama teman mereka, hanya bisa geleng-geleng kepala. Bukan satu kali Rissa melakukan hal seperti itu, sebab itu anak-anak kelas Tasya sudah tidak heran lagi dengan kelakuan Rissa yang suka seenaknya.
Tasya sendiri langsung berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Rissa yang sedang berdiri didepan kelasnya itu.
"Untung aja mereka udah hafal sama kelakuan kamu. Jadi mereka memakluminya. Lain kali aku bakal nyuruh mereka untuk langsung gebukin kamu aja" Omel Tasya sambil mencubit pipi Rissa.
Rissa yang mendapat hadiah cubitan dari Tasya langsung mengeluh sakit. Pipi Rissa memang tidak jauh berbeda dengan Tasya, hanya saja pipi Tasya sedikit lebih chubby. Interaksi keduanya menjadi tontonan gratis bagi sebagian anak-anak yang masih berada didalam kelas. Mereka jadi gemas sendiri melihat keduanya.
"Sakit Sya ihhh"
"Udah tau sakit, tapi gak pernah nyesel nyubit pipi orang" Sindir Tasya yang langsung dibalas cengiran oleh Rissa.
"Udah ya ibu Nathasya, ini kapan mau ke kantinnya kalo kamu ngomel-ngomel melulu?" Sergah Rissa sambil memonyongkan bibirnya.
Tasya yang melihat itu malah menepuk pelan bibir monyong Rissa.
"Heh rasain tuh" Setelah itu Tasya langsung berlari keluar, sebab takut Rissa bakal membalas perbuatannya. Rissa sendiri yang kaget, spontan berteriak memanggil Tasya.
"Tasyaaaaa"
Anak-anak yang masih berada dalam kelas malah tertawa lucu melihat kedua anak hawa tersebut.
Tasya yang masih berlari, tidak fokus ke depan melainkan malah menengok ke arah belakangnya, alhasil dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Aaaaa" Teriak Tasya yang langsung menutup matanya, karena dia berpikir pantatnya akan langsung mendarat di lantai.
Satu menit, dua menit, hingga tiga menit berlalu, Tasya tidak merasakan sakit di pantatnya. Malahan dia merasakan ada sebuah tangan yang sedang melingkar manis di pinggangnya. Otomatis Tasya membuka matanya dan langsung kaget ketika mengetahui siapa yang sudah dia tabrak.
"Lain kali jangan lari-lari di koridor. Ini bukan jalan pribadi kamu" Omel Alex.
Tasya yang masih dilanda rasa kaget, langsung tersadar dan buru-buru memperbaiki posisinya itu.
"Emm maaf kak, aku gak akan gitu lagi" Cicit Tasya dengan pelan sambil menduduk.
Alex yang melihat itu, langsung mengelus pelan rambut Tasya. Ternyata kejadian tersebut, dilihat oleh seseorang yang baru saja keluar dari ruang guru. Dia berniat untuk menghampiri Tasya didalam kelasnya, tetapi belum sempat sampai, dia malah melihat kejadian yang membuat dia menahan gejolak rasa cemburu. Spontan dia mengepalkan tangannya untuk menahan rasa tersebut.
Alex menatap Tasya dengan intens, dia merasa lucu saja melihat Tasya yang masih menundukkan kepala. Tanpa sadar dia tersenyum kecil, siapapun tidak akan sadar kalau cowok tersebut sedang tersenyum.
"Tasya,, kamu gapapa kan?" Tanya Rissa yang meneliti seluruh tubuh sahabatnya itu.
Tasya sendiri langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum lega. Dia merasa terselamatkan. Padahal Alex tidak melakukan apa-apa kepadanya.
"Eumm aku gapapa" Jawab Tasya sambil menganggukkan kepalanya.
"Makanya lain kali tuh jangan lari-lari, untung aja gak sampe jatoh" Omel Rissa sambil melirik kecil ke arah Alex.
"Hehehe maaf" Cengir Tasya
Tasya kembali dikagetkan ketika tanpa sadar tangannya ditarik oleh seseorang. Setelah melihat siapa yang menariknya, Tasya langsung menggerutu kesal.
"Ishhh kak Biel, jangan main tarik-tarik aja"
Sedangkan Gabriel sendiri malah acuh, dan menatap datar ke arah Alex. Bukannya takut, Alex malah membalas tatapan Gabriel tak kalah datar. Alex seperti menantang Gabriel dengan menunjukkan senyum remehnya ke arah Gabriel.
"...." (Sialan,, jangan pernah mimpi buat dapetin Tasya) Gerutu Gabriel dalam hati yang seolah mengerti arti tatapan Alex kepadanya.
"...." (Kita lihat siapa yang bakal menang) Balas Alex dalam hati yang seakan tau kata-kata Gabriel padanya lewat tatapan matanya.
Hening beberapa menit sampai akhirnya Tasya menggerutu kesal sebab Gabriel tidak menanggapi omelannya.
"Kak Biel, ini kapan kita ke kantin? Aku udah lapar nih" Rengek Tasya yang langsung menyadarkan Gabriel dan juga Alex.
Rissa sendiri sudah berjalan duluan tanpa menunggu sahabatnya itu.
"Astaga, maaf cantik. Aku lupa" Gabriel menanggapi rengekan Tasya sambil menampilkan senyum manisnya pada Tasya.
Alex yang melihat senyum Gabriel malah terkekeh kecil. Jarang-jarang dia melihat Gabriel yang tersenyum manis pada seseorang.
.....
Yee akhirnya aku bisa up😁
Maaf ya kemarin itu kegiatan aku padat, meskipun sedang libur. Aku punya kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan☺🙏
Kayaknya bakal ada perang nih antara Biel dan Alex😁
See you next part ya☺
Sehat selalu kalian semua🥰