
Setelah turun dari mobil Kevin, Rissa bergegas masuk ke area rumahnya. Dari arah gerbang Rissa sudah melihat seorang wanita paruh baya yang sedang duduk sambil membaca majalah. Sudah dipastikan bahwa itu adalah maminya. Yaps mami Amora.
"Mami" Panggil Rissa yang sudah berdiri didepan mami Amora.
Mami Amora yang mendengar sapaan Rissa baru saja, langsung mendongak menatap ke arah putrinya.
"Baru pulang sayang? Habis dari mana? Tumben gak ngabarin mami kalo pulangnya telat." Tukas mami Amora yang langsung beranjak dari duduknya.
"Maaf Mi. Tadi lupa ngabarin" Sesal Rissa yang meminta maaf pada maminya.
Bukannya dia sengaja tidak mengabari maminya, lebih tepat lagi dia lupa. Saking asiknya dengan sang kekasih sampai lupa mengabari. Dia merutuki dalam hati karena kecerobohannya itu.
"Yaudah lain kali jangan lupa ngabarin ya?! Biar mami sama papi gak khawatir" Timpal mami Amora dengan perhatian.
"Siap komandan" Balas Rissa yang langsung memperagakan gaya hormat kepada maminya.
Mami Amora hanya tersenyum lucu mendapati tingkah anaknya itu. Dia sebenarnya penasaran dengan siapa tadi putrinya ini pergi. Mau bertanya tetapi nanti saja pikirnya. Dia tidak ingin terlihat seperti orangtua yang lain yang selalu mengekang anak-anak perempuannya harus beginilah harus begitulah dan seterusnya. Dia tidak akan lepas kendali, asal saja selalu memperhatikan,mengawasi dan menasihati setiap apa yang akan dilakukan putrinya. Baik itu hal yang baik ataupun yang buruk.
"Yaudah gih masuk. Bersih-bersih biar badan kamu seger" Titah mami Amora yang langsung diangguki oleh Rissa.
***
"Mama" Panggil Nathan pada mama Diana yang saat ini sedang fokus ke layar televisi.
Hening. Tidak ada sahutan.
Membuat Nathan kembali membuka suaranya tetapi dengan volume yang sedikit keras.
"Mama"
Mama Diana yang kaget spontan mengelus dadanya. Dia langsung membawa tatapannya ke arah putranya itu.
"Kenapa sih Nat? Panggilnya pelan-pelan aja ih. Untung mama gak ada riwayat penyakit jantung" Omel mama Diana yang hanya dibalas tatapan melongo oleh Nathan.
"Di panggilin dengan suara yang lembut selembut sutra aja gak dijawab. Giliran panggilnya keras baru diomelin" Cerocos Nathan dengan wajah cemberutnya.
Mama Diana sontak tertawa ketika melihat raut wajah putranya itu. Meski sudah memiliki usia dewasa, sifat putranya ini memang masih seperti anak kecil jika sedang dirumah.
"Ya ampun anak mama. Kenapa sih? Sini dekat mama. Maafin mama soal tadi" Ucap mama Diana yang menyuruh Nathan agar duduk mendekat ke arahnya.
Nathan sendiri hanya berdehem pelan seraya mendekat ke arah mamanya.
"Nanya orang itu harus satu-satu sayang. Mama jadi pusing mau jawabnya gimana" Ucap mama Diana dengan mencubit pelan pipi Nathan.
Nathan sendiri hanya menunjukkan cengirannya. Kalo sudah dengan mamanya, mulut Nathan memang sedikit longgar.
"Adek lagi pergi sama Biel. Katanya diajakin main ke rumahnya Biel. Udah minta izin juga tadi sama mama" Jawab mama Diana setelah melepas tangannya dari pipi Nathan.
"Adek yang minta izin?" Tanya Nathan kembali.
"Bukan adek tapi Biel. Kan Biel yang ngajak adek" Jawab mama Diana lagi.
Dan jawaban mama Diana hanya dibalas anggukan kepala dari Nathan.
"Cari pacar sana, biar gak nempel terus sama mama" Suara papa Mikhael mengagetkan keduanya.
Ternyata papa Mikhael sudah pulang dari kantornya. Karena berhubung hari ini pekerjaannya tidak banyak dan selesai tepat waktu.
"Masih mau manja dulu sama mama. Mau cari pacar tapi yang kaya mama aja" Balas Nathan kepada papanya itu.
"Semoga dapet yang kayak mama. Jangan sampai salah pilih, ntar gak papa restuin" Tukas papa Mikhael yang kini sudah duduk disamping kanan mama Diana. Alhasil mama Diana berada di tengah kedua lelaki tersebut.
Nathan yang mendengar perkataan papanya langsung merengek seperti anak kecil pada mamanya.
"Masa doa papa kayak gitu sih Ma? Itu tandanya papa gak sayang sama aku" Ucap Nathan sambil bergelayut manja di lengan kiri mama Diana.
"Laki-laki sejati pasti dapetnya yang kayak mama. Makanya harus bisa jadi laki-laki sejati" Timpal mama Diana yang dibalas senyuman lebar oleh papa Mikhael.
Mama Diana tidak membela ataupun menyalahkan kedua lelaki tersebut. Karena jika hal itu terjadi maka bisa dipastikan kedua lelaki tersebut tidak akan berhenti berdebat.
.....
Oke segini dulu untuk part kali😊
Maaf ya aku upnya gak sesuai waktu🙏
See you next part guys
Sehat selalu kalian semua😇
Jangan lupa saran dan masukannya😊