
Gabriel berdecak kesal ketika panggilan teleponnya tidak mendapat jawaban dari sang kekasih. Dia tidak tahu saja jika saat ini Tasya sedang beberes dalam kamar mandi.
Belum sempat Gabriel menelpon kembali, teleponnya kembali berdering tetapi bukan dari Tasya melainkan dari teman priknya. Siapa lagi kalau bukan Geri.
"...."
"Ha? Kenapa? Gue lagi males ladenin orang prik" Sarkas Gabriel pada sang penelfon.
"...."
"Santai aja bro, gak usah ngegas" Balas Gabriel dengan sedikit tertawa, suasana hatinya sedikit membaik karena meledek teman priknya itu.
"...."
"Ide bagus tuh. Yaudah lo kabarin anak-anak yang lain aja, gue mau siap-siap dulu" Ujar Gabriel.
"...."
"Ehh bentar, latihannya di tempat biasa kan?" Tanya Gabriel sebelum panggilan itu di tutup.
"...."
"Biasa aja. Siapa tau aja lo ganti tempat" Elak Gabriel setelah mendapat semprotan pedas dari Geri.
"...."
Tanpa menunggu Geri selesai berucap, Gabriel seketika mematikan panggilan tersebut secara sepihak. Sementara di sisi Geri, dia menggeram menahan emosi.
Pikirnya nanti saja setelah beberes mandi barulah dia menghubungi Tasya lagi.
....
Usai melakukan ritual mandinya, Tasya segera turun menuju ruang makan untuk sarapan. Tasya hanya melirik ke arah handphonenya.
"Udah cantik aja sih anak papa" Goda Mikhael pada putrinya itu.
"Cantik sih iya,, tapi kebiasaannya suka kebo" Ejek Nathan tanpa menatap sang adik.
Tasya dibuat jengkel oleh sang kakak. Belum juga sarapan, tapi energinya kembali di kuras oleh emosinya.
"Serah Nathan aja deh" Jawab Tasya sembari mendudukkan dirinya di kursi sebelah Nathan.
"Kak Nathan,,, bukan Nathan doang. Aku lebih kakak loh" Omel Nathan karena jawaban Tasya tadi.
"Kakak sih iya,, tapi suka ngejulidin orang" Sarkas Tasya tanpa memandang ke arah kakaknya.
Suara tawa langsung terdengar. Siapa lagi kalau bukan mama dan papa mereka. Sementara Nathan dibuat melongo oleh jawaban sarkas dari adiknya itu. Bisa-bisanya perkataan dia malah berbalik arah juga.
"Sudah-sudah.Udah pada gede tapi masih suka ngerusuh banget sih. Heran deh sama kalian berdua" Lerai Diana sebelum Nathan membuka suaranya.
"Mama kayak gak tau aja tingkah mereka. Kalo gak bisa akur ya gini nih, kayak kucing sama tikus. Udah gitu gak mau ngalah lagi" Timpal Mikhael yang ikut membenarkan perkataan sang istri.
"Yang anteng sama cantik, gak usah ngerusuh melulu. Giliran satu gak ada baru di cariin. Ayo sarapan dulu, isi tenaga dulu abis itu baru lanjut ngerusuh juga boleh" Ujar Diana dengan senyum yang terpatri di kedua sudut bibirnya.
Sarapan pun berlangsung dengan khidmat tanpa hambatan apapun.
Senyum manis terukir jelas dibibir cantiknya, tanpa menunggu lama Tasya langsung menjawab panggilan tersebut.
"...."
"Emang enak gitu di kerjain" Balas Tasya dengar tertawa kecil.
"...."
"Kan kak Biel yang ngajarin aku cara jahilin orang" Elak Tasya masih dengan tawa kecilnya.
"...."
"Iya gak lagi. Maaf buat yang tadi" Jawab Tasya dengan suara yang sudah memelan tetapi masih di dengar oleh orang di seberang telepon.
"...."
"Sekarang? Yaudah bentar, aku mau siap-siap dulu" Ujar Tasya.
"...."
"Apaan sih kak. Udah ih, aku mau siap-siap dulu. Bye" Seloroh Tasya dengan wajah yang sudah memerah karena malu. Kak Biel bisa aja sih, Tasyanya memang udah cantik dari lahir kali kakðŸ¤
....
Setelah panggilannya diputus sepihak oleh sang kekasih, Gabriel langsung beranjak keluar dari kamarnya. Di ruang keluarga, ketiga orang tersayangnya sedang bercengkrama ringan.
"Mau kemana sih? Udah wangi aja" Tanya Aulia atau lebih tepatnya bunda Gabriel dan adiknya.
"Mau olahraga bareng calon menantu bunda" Jawab Gabriel sekenanya.
Jawaban itu sontak membuat atensi pasangan suami istri tersebut langsung ke arah sang anak.
"Abang udah punya pacar?" Tanya Arlo yang masih menatap sang anak dengan wajah tidak perrcayanya.
Ditatap seperti itu, membuat Gabriel merasa di tantang oleh sang ayah.
"Orang seganteng ini masa gak punya pacar sih Yah" Celetuk Gabriel dengan suara bangganya.
"Dih bibit siapa dulu dong" Tak mau kalah bangga dari Gabriel, jawaban Arlo malah mengundang tatapan sinis sang istri dan cubitan mautnya pada pinggang Arlo.
Suara desisan Arlo keluar bersamaan dengan suara tawa Gabriel.
"Ada Ella, gak usah ngomong yang aneh-aneh" Omel Aulia setelah melepas cubitannya dari pinggang sang suami.
"Biel pergi dulu bun, yah. Menantu bunda udah nungguin" Pamit Gabriel dan hanya di angguki oleh kedua orangtuanya.
Setelah memakai helmnya, Gabriel segera melajukan motornya ke rumah Tasya. Sepanjang perjalanan menuju rumah sang kekasih, senyum manis tak pernah luntur dari bibir Gabriel.
.....
Up yeayy✨
See you next part guys🌻