Love Hurts

Love Hurts
Ledekkan Sahabat



Selang beberapa menit, Tasya yang tadinya masih mengatur irama jantungnya dengan berani membawa tatapan matanya ke arah Gabriel yang saat ini masih setia menatapnya.


Blush,,,


Pipinya kembali memerah. Haduh kak Biel please jangan memasang senyum yang seperti itu. Gak baik buat jantungnya aku. Seperti itulah pikir Tasya dalam hati.


"Kak Biel jangan senyum kayak gitu dong. Akunya gak bisa fokus mau ngomong nih" Ujar Tasya yang kembali membuang tatapannya ke arah lain.


Gabriel sendiri semakin tersenyum lebar. Aahh pengen banget dia nyium pipinya Tasya yang udah semakin merah itu. Karena tidak tahan dengan rasa gemasnya, Gabriel membawa tangannya untuk mencubit pelan pipi Tasya sehingga tatapan keduanya kembali bersi bobrok.


"Ya ampun tuh muka udah kayak tomat aja" Ujar Gabriel dengan mengelus pelan pipi Tasya setelah dia mencubitnya.


"Kak Biel jangan kayak gini. Jantung aku gak baik lama-lama tau" Ceplos Tasya. Dia sudah tidak mampu menahan lagi rasa gugupnya, alhasil dia malah membongkar kedoknya sendiri.


"Kkkkk. Bukan cuma kamu aja yang ngerasa kek gitu, tapi aku juga" Ungkap Gabriel.


Tasya kembali dibuat terkejut dengan pengakuan Gabriel.


Keduanya sampai lupa bahwa saat ini mereka masih berada di area kantin.


"Lemes bray liat senyumnya aa Biel" Suara cempreng Geri mengagetkan kedua makhluk tersebut.


Ternyata aksi keduanya sudah menjadi tontonan gratis bagi anak-anak yang sedang berada di kantin juga saat itu.


Tasya yang bawaannya masih malu itu, segera berdiri dan melangkah jauh meninggalkan Gabriel dan teman-temannya itu.


"Yahh sih nengnya malah pergi" Tambah Geri sambil menatap punggung Tasya yang sudah agak jauh itu.


"Udah gak usah banyak tingkah. Duduk" Cegah Gabriel ketika melihat Geri yang sepertinya akan membuka suaranya lagi.


"Dihh malah berubah jadi kutub utara. Senyumnya udah di bawa pergi tuh sama nengnya" Canda Geri ketika sudah duduk berhadapan dengan Gabriel.


Suara tawa Geri dan Bima itu mampu membuat Gabriel menahan rasa malunya yang sudah sampai ke ubun-ubun. Sekuat tenaga dia mempertahankan wajah datarnya itu. Sedangkan Agam sendiri memilih acuh tau saja.


"Lama-lama gue masukin Lo ke RSJ baru tau rasa Lo" Jengkel Gabriel sambil menatap sengit pada Geri.


Bukannya takut, Geri semakin menggoda Gabriel.


"Lo tuh yang harus masuk RSJ. Dikit-dikit senyum gak jelas, marah gak jelas, emosi gak jelas. Udah kayak cewek PMS aja"


"Udah gak usah ngeledekin lagi. Ntar pecah tuh kepalanya. Gak liat apa asapnya aja udah keluar dari telinga dan hidungnya" Sela Bima yang semakin membuat Gabriel tak bisa menyembunyikan wajah merahnya itu. Antara menahan malu dan juga marah.


"Lo berdua bisa diem gak sih? Gue mau makan" Bukan Gabriel yang jawab, melainkan Agam.


Sontak Geri dan Bima menutup mulutnya tanpa berani menatap Agam. Pasalnya saat ini Agam dan juga Gabriel menatap keduanya dengan tajam seakan-akan mau menelan hidup-hidup keduanya.


***


Setelah kepergian cewek tersebut, Alan langsung duduk menghadap kedua teman baiknya itu.


"Lama-lama gue jadi gila kalo ngadepin cewek yang tingkahnya kayak Serena itu. Bawaannya emosian mulu" Ujar Alan menatap keduanya.


"Gak usah ngomong kek gitu. Ntar lama-lama jadi suka lo sama dia" Balas Vino sambil tersenyum kecil.


"Amit-amit dah kalo gue suka sama dia. Mending kayak pacarnya Kevin aja. Polos-polos tapi ngangenin" Ungkap Alan yang langsung dibalas tatapan sengit oleh Kevin.


"Wuihh pawangnya mau ngamuk nih" Tambah Vino dengan senyum jahilnya.


"Lo berdua kalo ngajak baku hantam sini kita berantem. Biar pada kapok" Ketus Kevin dengan tatapan tajamnya.


Kedua temannya kompak tertawa. Menggoda Kevin adalah kegemaran keduanya.


"Eneg gue lama-lama di kantin" Kata Kai yang sedari tadi masih menyaksikan aktivitas ketiga sahabat tersebut.


Setelah itu Kai dan kedua temannya segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan area kantin tersebut.


.....


Seneng banget ya ledekin temen sendiri🙄


Jangan lupa tinggalkan jejak ya❤️


See you next part guys


Sehat selalu ya kalian semua😇