Love Hurts

Love Hurts
Lebih Cepat Dari Biasanya



Sepertinya Kevin harus menunggu sedikit lagi. Pasalnya saat ini dia sudah berada di sekitar area SMA Merah Putih alias tempat sekolahnya Tasya dan juga Rissa pacarnya.


Kevin datang memang sedikit lebih cepat dari biasanya. Entah karena tidak sabar bertemu dengan pacarnya ataukah ingin melihat seseorang yang selama beberapa hari kemarin sempat bertemu itu.


Ting,,, suara notifikasi yang berasal dari ponsel Kevin.


📩📩


Kak Kevin udah nyampe mana?


Isi pesan yang dikirimkan oleh Rissa. Dengan segera Kevin membalas pesan tersebut.


📨📨


Udah didepan sekolah kamu😌


Setelah pesannya terkirim, tak berselang lama ponselnya kembali berdering. Tetapi kali ini bukan notifikasi pesan, melainkan dering panggilan masuk. Segera saja Kevin menekan tombol hijau agar panggilannya tersambung.


"...."


"Udah princess. Belom terlalu lama juga. Kamu lagi gak ada ekskul kan?" Tanya Kevin setelah panggilan tersebut tersambung.


"...."


"Yaudah. Kalo udah selesai beberesnya langsung kesini aja ya?" Pinta Kevin dengan suara lembutnya.


"...."


"Kkkk. Emang ga boleh gitu kalo aku jemput pacar aku lebih awal?" Kevin terkekeh pelan karena pertanyaan absurd dari seseorang yang sedang menelfonnya itu.


"...."


"Udah ga usah bahas itu terus. Aku tungguin" Setelah mengatakan itu, Kevin langsung memutuskan sambungan tersebut tanpa mendengar balasan dari seberang sana.


"Iya juga ya, kog tumben gue hari ini lebih cepat jemput Rissa. Gak kayak biasanya"


Monolog Kevin dalam hati sambil memikirkan keanehannya itu.


***


"Tasya" Panggil Rissa setelah melihat sahabatnya itu sedang berjalan ke arahnya.


"Sorry ya, aku gak bisa pulang bareng kamu untuk hari ini" Lanjut Rissa setelah Tasya sudah berada di hadapannya saat ini.


"Loh kenapa? Kamu lagi buru-buru ya?" Tanya Tasya dengan raut wajah bertanya-tanya.


"Yaudah kalo gitu. Kamu duluan aja, nanti aku coba hubungin kak Nathan minta jemput aku" Ucap Tasya yang hendak mengambil ponselnya yang saat ini berada di dalam tas sekolahnya itu.


"Gak perlu hubungin kak Nathan. Kamu pulangnya bareng aku aja" Suara Gabriel mengagetkan kedua sahabat tersebut.


Jika Rissa merasa lega karena Tasya bisa di antar pulang oleh Gabriel, maka lain halnya dengan Tasya yang kembali salah tingkah karena saat ini Gabriel sudah berdiri anteng tepat di sampingnya.


"Syukur deh kalo gitu. Aku lega karena udah ada pawangnya nih" Ceplos Rissa tanpa memandang ke arah Tasya yang saat ini sudah memerah mukanya.


Gabriel hanya terkekeh pelan. Jika Rissa masih disini, maka bisa dipastikan wajah Tasya akan semakin memerah karena di goda terus.


"Buruan pergi. Katanya udah janjian" Balas Gabriel yang malah di salah artikan oleh Rissa.


"Dihh malah ngusir. Yaudah kalo gitu aku pergi duluan. Bye" Ujar Rissa kesal dan langsung pergi meninggalkan keduanya.


Tasya yang melihat Rissa sudah melangkah pergi, hendak mengikutinya tetapi langkahnya malah tertahan karena saat ini Gabriel sedang menahan tas sekolahnya.


Mengetahui hal tersebut, Tasya membalikkan badannya dan siap mengomeli kakak kelasnya itu. Belum sempat dia mengeluarkan satu kata, Gabriel sudah lebih dulu berbicara.


"Gak terima penolakan untuk saat ini" Kata Gabriel sambil menatap dengan senyum manisnya pada Tasya.


Tasya yang tadinya memandang Gabriel, langsung menundukkan kepalanya. Jantungnya kembali berpacu dengan cepat.


"Ishh nyebelin banget sih. Udah buat kesel, tapi malah dibuat meleleh sama senyumnya" Gumam Tasya pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Gabriel.


Gabriel sendiri hanya senyum-senyum dengan kedua pipi yang sudah merona. Untung saja saat ini sedang tidak ada siapapun disekitar situ, jadi Gabriel tidak akan merasa malu karena wajahnya yang saat ini sudah merona.


Setelah berhasil mengontrol debar jantungnya, Tasya kembali membawa tatapannya pada Gabriel.


"Yaudah kalo mau anter ya buruan. Aku udah laper soalnya" Setelah mengatakan itu, Tasya langsung berjalan duluan.


Tanpa membuang waktu lagi, Gabriel yang sudah kembali menetralkan wajahnya itu segera mengikuti Tasya dari belakang.


"Sya tungguin. Masa pacarnya di tinggalin" Ujar Gabriel dengan menggoda Tasya.


Tak perduli akan perkataan Gabriel, Tasya semakin berjalan cepat agar sedikit ada jarak di antara keduanya. Bisa-bisa jantungnya kembali berolahraga.


.....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya😍


Sehat selalu kalian semua😇


See you next part guys