Love Hurts

Love Hurts
Bermacam Tingkah Sahabat



Tak terasa kini keduanya sudah sampai di area parkir sekolah. Setelah memarkirkan motor dan membuka helm, pasangan tersebut akan segera menuju ke kelas masing-masing tetapi aksi keduanya terhenti ketika mendengar sebuah suara yang tidak asing lagi bagi keduanya.


"Tasyaaa" Teriak Rissa dengan cukup kencang sehingga beberapa anak lainnya juga ikut menoleh ke arahnya.


Dengan sedikit berlari, Rissa akhirnya sampai ditempat Tasya dan juga Gabriel. Pasangan tersebut hanya menatap Rissa dengan tatapan bingung.


"Ketemu orang tuh adanya ngasih salam, bukan teriak-teriak. Emang ini di hutan apa?!" Tegas Gabriel pada Rissa.


"Hehehe maaf kak Biel, yaudah diulang lagi deh. Selamat pagi Tasya dan kak Biel" Ulang Rissa dengan sedikit salah tingkah itu.


Gabriel hanya menganggukkan kepalanya sementara Tasya langusng balik menyapa sahabatnya itu.


"Iya pagi juga Rissa anaknya om Barry"


"Heh gak perlu nyebut nama bokap aku juga kali" Ketus Rissa dengan mencubit pelan pipi Tasya.


Tasya yang menjadi korban dicubit pun langsung membrengut kesal. Ingin sekali dia membagikan pipi chubbynya itu dengan orang lain agar supaya pipinya tidak terus menerus menjadi korban dicubit.


Aksi keduanya hanya diperhatikan oleh Gabriel dengan diam-diam. Disaat Rissa mencubit pipi Tasya, disaat itulah senyum kecil Gabriel sematkan di sudut bibirnya.


"Kalian mau ngomong sampai jam berapa? Udah mau bel masuk kelas tuh, buruan ke kelas gih" Seloroh Gabriel yang langsung mengalihkan atensi kedua sahabat tersebut.


"Eh iya. Yaudah aku sama Rissa ke kelas dulu ya Kak" Pamit Tasya dengan sopan.


"Belajarnya yang semangat ya kesayangan Biel" Ucap Gabriel dengan mengelus pelan rambut Tasya.


Tasya yang mendengar perkataan Gabriel barusan malah dibuat merona hingga ke telinganya. Setelah dipikir-pikir oleh Tasya ternyata Gabriel merupakan spesies manusia dingin dimata orang lain tetapi menyebalkan dimata Tasya sendiri.


Tak jauh berbeda dengan Tasya, Rissa yang mendengar perkataan Gabriel sontak dibuat melongo. Apa tadi? Kesayangan? Sepertinya kedua anak manusia ini sudah memiliki status yang jelas. Dia harus menanyakan perihal ini nanti kepada sahabatnya itu.


"Ekhem. Kita ke kelas dulu ya kak Biel, permisi" Ujar Rissa dengan menarik pelan tangan Tasya agar mereka segera berlalu dari area parkiran tersebut.


"Aku tunggu penjelasan dari kamu Sya" Cicit Rissa dengan pelan dan hanya di balas anggukkan kepala dari Tasya.


....


Tak jauh berbeda dengan ketiga orang tersebut, kini Kevin pun sudah sampai di sekolahnya.


Tepat ketika dia hendak menuju ke kelasnya, Kevin malah dikagetkan oleh suara kedua sahabatnya.


"Gila ya lo berdua. Masih pagi aja udah buat kesal orang. Pengen gue smackdown lo berdua" Kesal Kevin dengan menatap garang kedua sahabatnya itu.


Bukannya takut, Vino dan Alan malah terkekeh gemas. Pasalnya saat ini raut wajah marah yang ditunjukkan Kevin malah kelihatan menggemaskan dikedua mata mereka.


"Aelaah babang tamvan gue masih pagi udah gemes banget sih. Mau dong di smackdown kalo sama babang tamvan" Goda Alan dengan menaik turunkan alisnya itu.


Kevin spontan menatap jijik kedua sahabatnya itu.


"Pengen muntah gue. Bisa-bisanya gue punya temen yang modelan kalian berdua" Cecar Kevin yang langsung berlalu meninggalkan kedua orang tersebut.


"Dihh ngambek dia" Timpal Vino disertai suara tawanya.


"Kog tiba-tiba gue ngerasa jijik ya?!" Ucap Alan yang langsung merinding karena perbuatannya barusan.


Vino semakin dibuat ketawa oleh ucapan jujur barusan dari Alan. Kenapa baru sekarang sadarnya sih Alan🤦‍♀️


...


See you next part ya guys


Sehat selalu kalian semua😇❤️