Love Hurts

Love Hurts
Part 56



Sesuai janji Kevin beberapa hari yang lalu, bahwa pada hari sabtu nanti dia akan datang ke rumah Tasya dan Nathan guna mengunjungi kedua orangtua dua bersaudara tersebut sekalian menjelaskan perihal masa lalu.


Ting📩📩


***Sya, ini aku Kevin. sesuai janji aku beberapa hari yang lalu, aku bakal datang ke rumah kamu buat jelasin semuanya.


Aku dapat nomor kamu dari Rissa. Soal dia biar nanti aku yang urus, kamu gak perlu jelasin apa²***.


Usia membaca dua pesan berturut-turut dari nomor baru yang sama Tasya langsung bergegas memasukan handphone ke dalam saku tasnya. Dia tidak sempat membalas pesan tersebut dikarenakan suara seseorang yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.


"Udah nunggu lama ya Sya?" Suara lembut itu menyapa gendang telinga Tasya yang saat ini sedang tersenyum membalas tatapan teduh cowok tersebut.


"Enggak. Aku belum terlalu lama juga duduk disini. Urusan kak Biel udah selesai?" Tanya Tasya.


Gabriel sempat terdiam beberapa detik karena terpana dengan tatapan teduh milik gadis yang sudah menjadi bagian dari orang-orang tersayangnya. Tatapan itu terasa menenangkan lelah dan juga penat yang saat ini dirasakan oleh Gabriel.


"Kak Biel?" Panggil Tasya karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya tadi.


Tersadar dari rasa terpananya, Gabriel sontak menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Kak Biel kenapa? Sakit ya?" Tanya Tasya yang ketiga kalinya usai mendapati gerak gerik Gabriel seperti itu.


Senyuman manis terukir jelas di bibir Gabriel, dia senang mendengar pertanyaan Tasya yang terakhir. Suara khawatir itu membuat Gabriel enggan mengalihkan tatapan matanya dari ciptaan Tuhan yang saat ini sedang menatapnya dengan raut wajah bingung.


Tangan Gabriel sontak mendarat di kepala Tasya dan dengan pelan mengelusnya.


"Aku gak sakit. Aku cuma kagum sama tatapan mata kamu yang meneduhkan. Aku juga senang dengar suara kamu yang khawatirin aku" Ungkap Gabriel jujur yang berhasil menimbulkan rona merah muda di kedua pipi chubby milik Tasya.


Tak mau ketinggalan akan pesona Tasya yang kian bertambah karena rona merah muda tersebug, spontan tangan Gabriel mengelus pelan pipi tersebut.


"Cantik. Cantik banget malahan kalo lagi bersemu kayak gini" Lanjutnya tanpa memikirkan jantung Tasya yang semakin berdegup kencang itu.


Sebisa mungkin Tasya mengatur ritme jantungnya yang kian cepat itu. Sebisa mungkin Tasya menahan teriakannya agar tidak membuat cowok di depannya ini kaget.


Perlahan Gabriel menurunkan tangannya dari pipi Tasya disertai dengan kekehan kecilnya. Jika sudah berdua dengan Tasya, maka yang ada dalam pikirannya saat ini adalah sesegera mungkin menikahinya agar Tasya bisa menjadi milik seutuhnya.


"Bukan cuma jantung kamu aja, jantung aku juga gak baik kalo lagi berdua sama kamu kayak gini" Balas Gabriel.


Belum sempat Tasya membalas, kedua sejoli itu di kagetkan oleh suara teriakan yang berasal dari arah belakang.


"Halalin aja bang Biel. Ntar ada yang serempet lagi" Teriak Geri dengan lantang.


"Gue tunggu Biel juniornya" Tambah Bima tanpa sadar membuat Gabriel menatapnya dengan tajam.


Agam sendiri hanya mampu terpaku melihat pasangan tersebut. Tanpa di komando, rasa sakit tiba-tiba menjalar di dalam hatinya. Sebisa mungkin dia membuang perasaan itu jauh-jauh dari pikirannya.


"Biel junior? Kak Biel punya adik lain ya selain Ella?" Tanya Tasya usai mendengar teriakan Bima yang barusan.


Gabriel dibuat kaget oleh pertanyaan Tasya, alhasil dia hanya bisa menatap tajam Bima yang menandakan dia akan segera melakukan perhitungan dengan sahabatnya yang satu itu.


Bima dibuat merinding dari tempatnya berdiri saat ini, dari tatapan mata Gabriel yang barusan dapat dia pastikan dia tidak akan lolos dari cengkraman cowok tersebut.


"Udah gak usah dipikirin soal itu, nanti aja kita bahas kalo udah saatnya" Balas Gabriel yang berharap semoga Tasya tidak mengajukan pertanyaan baru.


"Eum oke kalo gitu. Nanti aku ingetin kalo kak Biel lupa" Ujar Tasya yang langsung membuat Gabriel menggaruk kepala bagian belakangnya walaupun tak terasa gatal.


Untuk saat ini Gabriel tidak mau membuat otak polos Tasya tercemar oleh perkataan ngawur dari sahabat-sahabatnya. Dengan gerakan lembut, Gabriel segera memakaikan helm dikepala Tasya setelah itu keduanya mulai meninggalkan area sekolah tersebut tanpa memedulikan sahabat-sahabat Gabriel.


....


Hehe aku update🤭


Maaf ya lama🙏


Sehat selalu ya kalian semua🥰