Love Hurts

Love Hurts
Penjelasan II



"Tasyaa"


Sontak saja Tasya dan Kevin mencari asal suara tersebut.


Deg,, deg


Tiba-tiba saja jantung Kevin kembali berpacu dengan cepat.


"Kak Nathan" Seru Tasya dengan pelan.


Ternyata yang memanggil Tasya adalah Nathan. Nathan langsung berjalan mendekat ke meja Kevin dan Tasya. Bukannya duduk Nathan malah hendak menarik tangan Tasya dan mengajaknys untuk pulang.


Tindakannya itu dihentikan oleh suara Kevin yang meminta dengan sopan agar Nathan bisa duduk sebentar karena dia berniat ingin meminta maaf juga kepada Nathan.


"Kak Nathan,, bisa duduk sebentar? Gue ingin meluruskan masalah gue dan juga Tasya" Pinta Kevin sambil menatap sendu ke arah Nathan.


Nathan malah menatap nyalang ke arah Kevin, dia hendak berbicara tetapi sudah keduluan oleh Tasya.


"Udah kak Nathan, duduk aja dulu. Gak baik lo kalo langsung pergi" Kata Tasya dengan suara lembut.


"Demi Tasya gue lakuin ini" Nathan langsung menarik kursi yang ada disebelah adiknya dan segera duduk.


Sejenak Kevin menarik nafas dengan berat, sebelum dia mulai menjelaskan permasalahannya dengan Tasya. Ketika menatap ke arah Nathan, Kevin merasa tenggorakannya seperti dicekat. Meskipun begitu dia mengumpulkan keberaniannya dan mulai berbicara.


"Sebelumnya gue mau minta maaf sama kak Nathan karena udah buat adik kesayangan kak Nathan merasakan sakit yang gue sebabkan,,,, Tapi dibalik semua itu gue punya alasan sendiri kenapa gue bisa sampai ngelakuin" Dengan suara bergetarnya Kevin menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya dulu.


Nathan yang mendengar suara Kevin bergetar, langsung merubah raut wajah yang awalnya menatap nyalang dengan wajah bingung. Bukannya tidak percaya akan penjelasan Kevin, tetapi dia masih bingung saja.


"Alasan sendiri? Alasan yang seperti apa sampai lo tega nyakitin adik kesayangan gue?" Tanya Nathan yang menatap Kevin dengan alis yang berkedut.


"Gue gak bisa kasih tau alasannya kak, intinya gue ngelakuin ini semua juga demi kebaikan keluarga kak Nathan. Terserah kalian mau percaya atau gak, gue udah berusaha sebaik yang gue bisa" Jawab Kevin dengan pasti.


Nathan dan juga Tasya yang mendengar perkataan Kevin malah memberikan respon yang berbeda. Jika Tasya hanya terkejut biasa, maka lain halnya dengan Nathan yang kembali menatap Kevin nyalang dengan tangan yang sudah terkepal. Tepat ketika dia mendengar satu kata yang keluar dari mulut Kevin, Nathan spontan kaget dan mulai mengerti masalah yang dialami Kevin.


"Jangan bilang kalo semua ini ulah kakek lo?" Tebak Nathan


"Bener kak,, gue hanya ingin melindungi kalian dari rencana kakek. Gue tau meskipun keputusan yang gue buat saat itu malah menyakiti Tasya" Jelas Kevin dengan penuh sesal.


"Ternyata bener dugaan orangtua gue, kakek lo ternyata gak pernah suka pada keluarga gue" Celetuk Nathan dengan wajah datarnya.


Deg,,,Kevin merasakan jantungnya kembali di remat kuat setelah mendengar penuturan dari Nathan yang tepat tentang sikap kakeknya. Dia hanya terdiam dan tidak mampu membalas ucapan Nathan, karena apa yang dikatakan oleh Nathan memang benar adanya.


"Heh ternyata kakek lo bermuka dua juga ya" Bukan menjelekkan kakek Kevin, hanya saja Nathan menjadi emosi ketika mengetahui kebenaran tersebut.


Tasya yang dari tadi hanya menjadi pendengar, langsung melotot ke arah kakaknya dengan perasaan kesal, sementara Kevin sendiri malah semakin menundukkan kepalanya. Dia tidak akan menyalahkan Nathan atas ucapannya itu.


"Kak Nathan gak boleh ngomong kek gitu,,,Kakek Wilardi itu lebih tua dari kita jadi kita sepatutnya menghormatinya" Sanggah Tasya pada perkataan kakaknya.


"Ini nih,,Kelemahan kamu tu berada di kebaikan hati kamu tau gak dek. Setelah kamu tau kalo kakek Wilardi yang merencanakan semua ini, dan kamu masih bilang agar menghormati dia? Kamu gak ngerasa kecewa gitu?" Nathan membalas ucapan Tasya dengan menekan setiap kata-katanya.


Tasya yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya, dia kecewa dengan perbuatan kakek Wilardi. Tetapi rasa menghormati orangtua lebih mendominasi hatinya.


Sedangkan Kevin yang mendengar perkataan Tasya tadi, malah tersenyum kecil. Dia bangga ternyata princessnya memiliki hati yang sangat baik, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama jika mereka ditakdirkan untuk bersama kelak.


....


Yeayy akhirnya up juga


Maaf ya kalo aku upnya lama, hari ini aku sibuk banget dikampus. Sekali lagi maafin aku ya🙏


See you next part guys


Segini dulu untuk part kali ini😁


Sehat selalu kalian semua😇